Istri Muda Tentara Tampan

Istri Muda Tentara Tampan
(38)


__ADS_3

" maap kan aku, tapi bisakah kau kembali seperti semula Alvaro?"


kata Clarisa setelah mendengar, cerita Alvaro dari kecil, ia merasa bersalah, mungkin gara gara kata katanya dulu, membuat Alvaro menjadi seperti ini, ia ingat sekarang apa arti bunga mawar putih berdarah itu, itu mengingatkan ia pertemuan pertama mereka, ia ingat sekarang, tapi ia berharap Alvaro tidak menjadi seperti ini selamanya.


" tidak bisa, aku sudah tidak bisa berhenti tangan ku sudah kotor dengan darah, dan aku juga tidak bisa berhenti sekarang"


kata Alvaro lirih, ia juga sudah mencoba menghentikan kegiatan gila nya, tapi ia tidak bisa, saat ia mendengar clarisa disakiti hawa membunuh itu akan datang lagi padanya.


"hentikan itu, aku mohon ini demi aku, kau orang baik Alvaro!"


kata clarisa memohon walaupun Alvaro sudah membunuh orang tuanya, ia tetap saj tidak sampai hati untuk membenci Alvaro dan ia sangat berharap Alvaro kembali seperti semula.


" aku akan mencoba untuk berhenti, dengan kau selalu berada disisi ku selamanya, akan ku usahakan tidak ada yang menyakitimu" kata Alvaro dingin.


clarisa terkejut dengan pernyataan Alvaro, ia tidak bisa disisi Alvaro selamanya, ia mencintai arka, Clarisa tidak menjawab pertanyaan Alvaro ia hanya diam membisu.

__ADS_1



" kenapa kau diam Clarisa, apa kau sungguh mencintai lelaki sialan yang sudah menodai mu itu?" kata Alvaro emosi saat melihat ekspresi clarisa hanya diam saja.



" dia suamiku aku mencintainya"



" aku memberimu waktu, untuk berpikir, mau tidak mau kau clarisa harus ikut denganku selamanya, kalau kau lapar turun saja ke bawah minta pelayan untuk menyiapkan nya, dan jangan pernah coba coba untuk kabur dari sini Clarisa, kau akan tau akibatnya nanti!"


kata Alvaro dingin ia berlalu meninggalkan Clarisa yang menangis tertahan.


clarisa diam ia hanya menahan tangis, ia merindukan arka, waktu itu kenapa ia dengan mudah nya meminta cerai pada arka, sebelum bertanya kenapa arka tidak bisa dihubungi.

__ADS_1


ternyata arka berjuang melawan maut saat menghadapi Alvaro, ia dengan bodohnya memarahi arka, memukul dada bidangnya, ia ingat sekarang waktu itu saat ia memukul arka, arka merintih menahan sakit, tapi ia tidak peduli waktu itu, karna ia waktu itu, diselimuti emosi, ia menyesal semua yang terjadi juga karena dirinya.


ia ingin meminta maap pada arka, dan ia juga harus keluar dari sini secepat nya sebelum Alvaro melakukan hal gila lainya padanya. ia tidak mendengar kata kata ibunya dulu sebelum ibunya meninggal ia harus percaya pada suaminya.


Clarisa menangis, ia takut arka Benar benar akan mengurus surat perceraian mereka, sekarang ia bahkan tidak mempunyai satu keluarga pun, hanya tinggal arka satu satunya dan dengan bodohnya ia memutuskan ikatan pernikahan diantara mereka.


clarisa melihat sekeliling kamar, yang ditempatinya dan ia melihat banyak sekali lukisan dirinya dengan berbagai macam ekspresi, lukisan itu bahkan hampir memenuhi dinding kamarnya, ia tau siapa yang melukis ini pasti Alvaro, karna sejak kecil Alvaro sudah berbakat untuk melukis.


clarisa menganggap Alvaro hanya terobsesi pada nya ia tidak tulus mencintainya, karna ia sudah seperti seseorang yang membebaskan Alvaro dari, perlakuan ke dua orang tuanya, sehingga Alvaro menganggapnya orang yang sangat penting dan harus selalu ada di sisinya.


ia merasa kasihan sekaligus sedih dengan keadaan Alvaro, bagaimana bisa anak sekecil itu di siksa oleh kedua orang tuanya, ia beranggapan penyakit psikopat Alvaro di sebabkan oleh kelakuan kedua orang tuanya yang sering menyiksanya saat ia masih kecil dan Alvaro melampiaskan perlakuan orang tuanya itu, kepada hewan dan orang lain.


kini ia mengingat ke dua orang tuanya lagi, walaupun orang tuanya sibuk, tapi kadang kadang masih ada waktu untuk nya, tapi Alvaro? setiap hari bagai di neraka, ia menyesal dulu waktu kecil sering memarahi Alvaro ketika melihat wajah atau tangan nya membiru dan luka luka.


tapi ia tidak membenarkan perlakuan Alvaro yang membunuh orang tuanya dan nyawa orang lain. ia bertekad harus keluar dari sini secepat nya, dan meminta maap pada arka.

__ADS_1


__ADS_2