Istri Muda Tentara Tampan

Istri Muda Tentara Tampan
(13)


__ADS_3

 


setelah bel berbunyi Clarisa membereskan buku nya, ia heran kenapa anak baru ini Masih tetap saja, mau duduk di samping nya, kalau orang lain pasti sudah minggat secepat mungkin, yang penting ia sudah memperingatkan ya.


 


" tu tunggu Clarisa ayo ke gerbang sekolah bersama" kata maira.


 


" apa kau tidak menyesal mau berbicara padaku?" tanya clarisa heran


" ti tidak, aku senang berteman dengan Clarisa, i itu juga kalau clarisa ma mau berteman denganku " kata maira memerah dan tergagap.


" hn terserah kau saja, ngomong ngomong kau orang nya pemalu juga" kata clarisa melingkarkan tangannya pada pundak maira.


" ja jangan seperti itu, aku ja jadi tambah malu"


" kau gagap juga hahhaha"


" clarisa jahat sekali" kata maira pura pura ngambek.


" hehe maap maap, aku hanya senang sudah sekian lama aku tidak mempunyai teman ngobrol sepertinya kita berdua cocok menjadi teman"


kata clarisa senang, entah mengapa dengan maira, ia mau terbuka rasa nya sangat akrab, padahal mereka baru pertama kali bertemu.


 mereka tertawa sambil berjalan menuju gerbang bersama.


tanpa tau ada seseorang melihat hal itu sangat benci dan marah.


" clarisa, pulang dengan siapa? kalo tidak pulang dengan maira saja"


" tidak kau duluan saja, supir mu sudah menunggu, aku juga di jemput"


" sama siapa supir juga?"


" ia dia supir yang menyebalkan"


" hahaha lain kali kenalkan aku dengan supir mu itu Clarisa, kalau begitu aku pulang duluan, sampai jumpa besok"


maira melambaikan tangan nya pada clarisa dan clarisa juga balas melambaikan tangan nya pada maira.


clarisa sampai kaku melambaikan tangan nya pada maira, sangking lamanya ia tidak pernah mempunyai teman, mungkin kali ini ia berbeda dari yang lain, mungkin bisa jadi sahabat batinya, tapi ia khawatir juga jika maira terkena bully yan karna dirinya, tapi kali ini ia bertekad kalau ada yang membulliy temanya ia tidak akan memaapkanya.


 


tinnnnn tinnnnn Clarisa melamun, hingga tidak menyadari arka sudah datang menjemputnya.


" apa yang kau lamunkan nyoya Prasetya, aku tau kau sangat merindukan suamimu yang tampan ini seharian" kata arka membanggakan dirinya.


" setiap kau seperti itu membuat ku mual saja, sudah cepat jalan kau sangat lambat tuan arka"


" maap kan aku, karna banyak tugas jadi menjemputmu agak lama"


kata arka merasa bersalah, memang ini sudah setengah jam lebih Clarisa menunggu nya.

__ADS_1


 Clarisa tidak tau ternyata arka bisa berwajah seperti itu juga.


" sudahlah itu juga sudah lewat, maka nya cepat ambil motor ku arka, biar kau tidak perlu mengantarku jika kau sibuk"


" baiklah"


" aku lapar kita makan di luar ya?"


" terserah kau saja, kau mau makan apa?"


" aku mau makan nasi Padang saja, sudah lama tidak makan itu"


" baiklah nyonya Prasetya, ternyata nasi Padang meluluhkan hati mu yang keras dan urakan itu"


" apa maksudmu, kalau aku seperti ini tidak boleh makan nasi Padang?, membuat emosi saja, tentu saja nasi Padang itu enak, bahkan makanan untuk segala bangsa"


" ya terserah kau saja,kau sangat cerewet urakan, dan mirip Mak Lampir"


" kau apa? si buta dari lembah hantu, se enak nya saja mengatai ku Mak Lampir"


 


tidak lama mereka diam dan tertawa karna perdebatan mereka terlalu aneh.


 


" akhirnya sayang ku nasi Padang, ibu menantikan mu selama ini untuk masuk ke perut ibu sini nak" kata Clarisa berbinar melihat warung nasi Padang itu.


 


arka menepuk dahinya sendiri, ia heran, karna tingkah Clarisa yang aneh aneh, di luar nalarnya, tapi sejak kapan istriku normal? pikirnya.


 


" sayang kalau hanya membiayai mu untuk makan, aku bisa memberikan seluruh nasi Padang di Indonesia ini untuk mu hingga perut mu meledak, dan tak sanggup menghabiskan nya"


" benar juga kau kan kaya, sudah lah ayo cepat"


Clarisa menarik tangan arka, arka membiarkan saja perlakuan Clarisa yang menyeretnya.


 


arka anak konglomerat juga, sebenarnya ia bukan hanya seorang tentara, tapi juga pebisnis sukses yang mempunyai perusahaan yang sangat besar, ia hanya kadang kadang saja datang ke perusahaan jika terjadi hal darurat, ia mewakilkan semua tugasnya pada sekretaris nya, karna ia lebih suka dengan pekerjaan Anya sebagai tentara, daripada seorang pebisnis.


mereka jadi pusat perhatian, karna seorang tentara tampan dan anak SMA berjalan bersama, banyak orang yang berpikir mungkin Kaka adik, ada juga yang berpikiran mereka sedang berpacaran, dan banyak juga yang merasa iri dengan kedekatan mereka.


kini mereka duduk di meja makan sambil menunggu pesanan mereka datang.


" bagaimana sekolah mu hari ini menarik?"


" kau seperti orang tuaku saja, bertanya ini bertanya itu tentang sekolah ku, bikin malas saja"


" kau lupa aku pengganti orang tuamu untuk menjaga mu nyonya Prasetya! kau tanggung jawab ku, jika terjadi apa apa aku akan bagaimana menjelaskan pada orang tuamu nanti?"


" Yaya aku mengerti kenapa kau serius sekali sih tuan arka? mirip seperti orang tua saja"

__ADS_1


" tidak ada orang tua semanis dan setampan aku nyoya Prasetya"


" preet, ah malas meladenimu, bikin aku tambah lapar saja"


" apa kau memakan bekal buatan ku?"


" ya"


" hn"


" trimakasih bekal nya"


" Ya, kau harus membayarnya nanti malam"


" Jangan mulai pembicaraan mesum mu disini, kau tidak tau malu"


" Orang yang tidak tau malu ini suamimu nyoya Prasetya"


" Ah kau sangat menyebalkan, menyesal aku berterima kasih padamu"


Arka hanya tertawa mendengar Clarisa. walaupun Clarisa urakan ia tidak lupa juga untuk berterima kasih pada seseorang orang yang sudah baik pada nya. tidak lama kemudian pesanan mereka datang, Clarisa makan dengan sangat lahap, dalam sekejap saja ia sudah menghabiskan makanan nya.


" bang satu lagi nasi Padang nya"


" uhk uhk"


" kau kenapa arka?"


" nyonya Prasetya kau tidak hanya urakan, tapi banyak makan juga" arka heran nafsu makan Clarisa sangat mengerikan menurutnya.


" kenapa? apa kau lebih suka wanita anggun yang tidak banyak makan, apa kau menyesal sekarang menikahiku? maaf saja aku tidak seperti wanita yang seperti itu"


Clarisa cemberut, tidak mau lagi menatap arka.


" aku suka wanita urakan sepertimu, wanita yang kasar, yang banyak makan, yang tidak pandai memas"


" kau memujiku apa tambah mengejekku, memuji ya memuji saja, tapi jangan mengejeku juga dong"


" hahaha aku bercanda, seperti apapun dirimu, aku tetap menyukaimu, aku bersyukur karna tuhan memberikan jodoh yang tepat sepertimu, jadi jangan merendahkan diri sendiri seperti itu. seperti bukan kau saja".


" hn"


Clarisa berdebar setiap kali, arka mengucapkan kata suka pada nya, tapi ia belum yakin apa arka mencintai nya atau tidak.


tidak lama pelayan membawa sepiring lagi nasi Padang untuk Clarisa, Clarisa makan dengan sangat lahap, arka memperhatikan istri mudanya yang tingkah nya tidak bisa ia mengerti, tapi hal itulah yang membuatnya makin mencintai istrinya.


" boleh tambah satu lagi?" kata Clarisa


" jangan berlebihan nyoya Prasetya, nanti kau sakit perut, sudah ayo kita pulang"


" Kumohon satu lagi saja" jurus pupy eyes di lancarkan Clarisa pada arka, arka tetap menolak, Clarisa merengek hingga arka mengijinkannya, untuk menambah satu piring lagi, setelah makan piring ketiga ia meminta lagi pada arka, untuk piring ke empat arka tidak mengijinkannya.


" baiklah"


Clarisa cemberut, tapi ia menuruti perkataan arka untuk tidak berlebihan.

__ADS_1


 


 


__ADS_2