Istri Muda Tentara Tampan

Istri Muda Tentara Tampan
(12)


__ADS_3

 


kini mereka kembali ke rutinitas masing masing, arka mengantar Clarisa menuju ke sekolah, karna hari libur ijin Clarisa sudah Habis.


 " cincin mu mana?"


tanya arka ia tidak melihat cincin pernikahan mereka di jari manis Clarisa.


 


" oh aku memakaikan nya pada kalung ku" kata clarisa, sambil menunjukan cincin yang sudah bergabung dengan kalung di lehernya pada arka


" knapa?"


" aku tidak mau jadi bahan gosipan, dan malas di tanya tanya"


"hn"


arka mengerti Clarisa masih tidak mau memberitahu kan pernikahan mereka ke publik, ia paham karna Clarisa masih terlalu muda untuk itu.


Clarisa keluar dari mobil untuk masuk ke sekolah nya,


 " tunggu" kata arka.


" apalagi" kata Clarisa malas


" kau lupa sesuatu"


" apa"


" sini mendekat" Clarisa bingung, ia tidak merasa melupakan sesuatu, walau begitu ia memasukan kepala nya masuk ke dalam mobil untuk melihat arka.


 " cup" arka mencium Clarisa di bibirnya. arka melepaskan ciumanya dan mendorong Clarisa pelan lalu menutup pintu mobilnya dengan cepat.


" haha kau lupa memciumku nyoya Prasetya"

__ADS_1


" arka kau mesum kembali kesini kau"


Clarisa ingin menonjok arka, tapi sayang arka menancap kan gas mobil nya dengan cepat menuju jalan raya, itu membuat Clarisa tidak bisa membalas perbuatan arka.


Clarisa masuk ke sekolah itu, dan jadi bahan gosip semua siswa, ada yg mengatakan dia aneh, urakan, penyogok kepala sekolah supaya dapat peringkat.


Clarisa bahkan mendengar apa yg mereka bicarakan, tapi ia tidak peduli toh sudah biasa ia mendengar hal itu.


kini ia memasuki ruangan kelas, kelas yang ramai tiba tiba hening, karna kedatangan Clarisa. tapi tidak lama kemudian kelas itu berisik lagi.


Clarisa duduk paling pojok di belakang dekat dengan kaca, ia bahkan tidak mempunyai teman sebangku, ia tidak akrab dengan satu siswa pun di sekolah ini, karna terlalu munafik menurutnya.


toh apa pedulinya, mereka berteman hanya karna status nya yang keluarga kaya, ia juga berpikir untuk apa berteman kalau bukan dari hati lebih bagus tidak usah pikirnya.


 tidak lama kemudian guru nya datang dengan seorang anak baru, Clarisa tidak terlalu memperhatikan, karna ia sibuk di dunia nya sendiri sambil melihat keluar jendela.


ia terkejut karna ada orang yang tiba tiba menggeser bangku disebelahnya.


" em anu aku boleh duduk disini?" tanya siswi perempuan itu takut takut pada Clarisa.


apa dia belum mendengar gosip tentang ku, makanya dia mau duduk di sebelahku batin Clarisa bertanya.


" em per perkenalkan nama ku maira"


" hn namaku Clarisa" Clarisa tidak terlalu peduli, ia berpikir pasti anak ini sama dengan yang lainya pikir nya. guru menjelaskan di depan tapi Clarisa tertidur, yang lain sudah biasa melihat pemandangan ini.


tapi tidak dengan maira, ia mau membangunkan Clarisa tapi takut, ia berpikir itu bukan urusannya, lagi pula ia baru kenal dengan Clarisa tidak sopan rasanya mengganggu orang yang baru dikenalnya, maka nya di urungkanya niatnya.


tidak lama kemudian guru melihat Clarisa tertidur. Clarisa yang tertidur pulas ,maira yang jantungan melihat guru mereka saat melihat Clarisa yang tertidur pulas tidak peduli dengan ke adaan.


guru itu mengabaikan Clarisa , ia berbalik mengajar lagi seolah tidak melihat Clarisa yang tertidur. maira bernapas lega karna guru itu tidak memarahi Clarisa.


Clarisa terbangun karna sudah waktu nya istirahat, kini ia tidak melihat teman sebangkunya di sebelah, ia berpikir mungkin sudah pergi duluan untuk ke kantin pikirnya.


 

__ADS_1


ia berjalan membawa bekal nya menuju atap sekolah nya. itu adalah bekal yang di siapkan arka, untuk nya, sebenarnya ia tidak Mau membawa bekal yang dibuat arka, membuat tas nya berat saja.tapi arka bersikeras, dan mulai lah perdebatan panjang mereka tadi pagi. dan tentu saja arka yang menang, dengan bekal yang ada ditangannya sekarang.


atap ini adalah tempat favorit nya, untuk istirahat karna ia tidak akan mendengar gosip yang disebarkan siswa siswi itu tentang dirinya, dan juga ia butuh ketenangan.


 ia membuka bekal nya, dan terkejut bentuk bekal yang dibuat arka seperti bentuk hati, ia tertawa dalam hati arka kadang seperti ibu ibu yang mengurusnya seperti anak sendiri,


" untung saja aku tidak menjadi kecap bangau, ( Malika kedelai hitam dari bangau saya besarkan sepenuh hati, seperti anak sendiri),untung saja tidak hahhaha, kalau tidak wajah ku nanti sangat hitam persis seperti kecap bangau" kata Clarisa menirukan iklan yang pernah di tontonya sambil tertawa sendiri.


 


ia memakan bekal yang dibuatkan arka untuk nya, tentu saja bekal nya sangat enak, Clarisa sampai sekarang masih iri dengan masakan Arka.lain kali aku akan membuat bekal untuk arka pikirnya.


ia turun ke bawah untuk pergi ke toilet, semua yang melihat nya pasti berbisik bisik di belakang nya, Clarisa kadang berfikir apa dia mempunyai masalah dengan orang itu, membuat nya emosi saja rasanya ia ingin menjambak rambut yang menggosipkan ya.


 ia berbalik dan menatap tajam, orang yang menggosipkan nya, membuat mereka menciut takut karna tatapan Clarisa yang seram menurut mereka.


ia masuk ke kamar mandi dan melihat anak baru itu seperti sedang di bully oleh beberapa anak perempuan. saat melihat clarisa mereka membubarkan diri, karna takut kena amuk clarisa yang juara karate.


Maira memperbaiki rambut nya yang kusut yang baru dijambak oleh anak anak perempuan tadi, ia malu berjumpa dengan Clarisa dengan ke adaanya yang seperti ini.


 " apa kau baik-baik saja?" tanya Clarisa.


clarisa heran kenapa dia bertanya, selama ini ia tidak peduli Dengan orang lain tapi entah kenapa dengan anak ini berbeda pikirnya.


" ti tidak apa apa" maira Tidak mau jujur pada Clarisa, tapi Clarisa mengerti apa yang sudah terjadi disini karna ia sering melihat pembullyan yang terjadi di sekolah ini, dan itu karna dirinya.


siapa yang berteman dengan nya pasti akan menjadi sasaran bully yan mereka, yang tidak menyukai Clarisa, melampiaskan kekesalannya pada siapa saja yang dekat dengannya , karna mereka tidak berani melawan Clarisa langsung.


 " lebih baik kau, tidak dekat dekat denganku, kalau tidak hal ini akan terulang lagi"


kata Clarisa pada maira dingin, ia bukan bermaksud tidak mau berteman Dengan orang lain, ini yang akan terjadi.


Clarisa pergi meninggalkan maira, di toilet itu, ia kasihan sebenarnya melihat maira seperti itu, tapi ia tidak punya pilihan lain, sebelum itu menjadi semakin buruk pikirnya.


 

__ADS_1


__ADS_2