
arka sekarang lagi mengejar pembunuh itu , ia sudah yakin yang membunuh orang yang di sekolah Clarisa adalah orang itu, arka mengejar cepat pembunuh itu.
arka meninggalkan kawan kelompok nya, karna kalau ia menunggu kawan kawan nya ia akan kehilangan jejak pembunuh itu, kini arka sampai di tepi jembatan, sekarang pembunuh itu terpojok.
"menyerahlah sekarang" kata arka tegas pada pembunuh berdarah dingin itu, sambil menodongkan pistolnya.
" hahahaha, jangan terlalu bangga sialan, lihat sekarang siapa yang terpojok disini" kata pembunuh itu tertawa menggelegar.
arka terkejut betapa bodoh nya ia mengejar pembunuh ini sampai ke tepi jembatan ini, ternyata ia sudah di jebak oleh pembunuh ini, banyak orang membawa senjata dan menodongkan senjata padanya.
" kau dengar, aku sudah memperingatimu, untuk segera meninggalkan clarisa, KAU TIDAK MENGINDAHKAN KATA KATA KU"
kata pembunuh itu marah pada arka, ia meninju wajah arka keras hingga arka mengeluarkan darah dari mulutnya.
" aku sudah lama sekali ingin membunuh mu, tapi kali ini akan tercapai, karna kau sudah menodai wanita ku" kata pembunuh itu dingin.
" siapa kau, kenapa kau meneror Clarisa, juga menyuruh ku untuk menceraikan nya?"
tanya arka.
__ADS_1
arka tidak tau siapa pembunuh itu, ia bahkan memakai topeng untuk menyamarkan identitas nya.
" tidak ada gunanya kau mengetahui ku karna sebentar lagi, kau juga akan mati"
lagi lagi pembunuh itu meninju,dan memukul arka dengan keras arka tidak bisa melawan karna situasinya tidak mendukung, salah sedikit saja ia bisa mati.
" kalau aku uhk mati disini juga, clarisa tidak akan mau uhk, orang seperti mu menjadi teman hidupnya, dan menggantikan AKU LELAKI YANG DICINTAINYA" kata arka susah payah, karna rasa sakit mulai menjalar di seluruh tubuh nya, ia menekankan disana bahwa clarisa hanya mencintai nya.
" DIAM KAU SUDAH MAU MATI TAPI BANYAK OMONG,KAU SEBAIKNYA MATI MENYUSUL MERTUA MU"
pembunuh itu sangat marah karna perkataan arka sangat, tepat menyidirnya, ia memukul arka lagi dan lagi.
kata pembunuh itu dingin, memberikan perintah pada anak buahnya.
arka terkejut karna ia mendengar orang tua Clarisa sudah meninggal ia tidak tau bagaimana nanti keadaan Clarisa, kalau tidak ada orang tuanya dan dirinya,
ia memberontak dan melepaskan dirinya dari Kungkungan ke dua lelaki yang memeganginya sedari tadi.ia meloncat kan dirinya ke jembatan itu, tapi sebelum sampai di sungai ia terkena tembakan di bagian, dada kirinya.
pandanganya merabun, dan ia melihat bayangan clarisa yang menangis untuk nya, ia merasakan sakit luar biasa di bagian dada nya, ia bahkan meneteskan air mata nya, karna ia sadar mungkin ia tidak bisa lagi bertemu dengan Clarisa lagi, selamanya.
__ADS_1
" berbahagialah, Clarisa "
arka jatuh ke sungai itu, dan tidak terlihat lagi, pembunuh itu hanya menatap, arka yang menjatuhkan dirinya dari jembatan itu dingin, ia yakin pasti arka akan mati, karna ia yang menembak arka sendiri.
" sayang ku clarisa, aku sudah membunuh semua yang menyakitimu, dan yang menyayangimu, dan kau akan segera menjadi milikku seorang, dan kau sekarang hanya mempunyai AKU disisimu".
disisi lain,
Clarisa mendengar kabar orang tuanya meninggal, dari kantor polisi, iia tidak percaya tapi ia melajukan kendaraanya cepat menuju rumah sakit, karna orang tuanya sudah dibawa ke rumah sakit, untuk di otopsi, kata polisi itu.
setelah sampai di rumah sakit, ia berlari cepat untuk melihat orang tuanya, dan ia seketika, lemas dan terduduk melihat orang tuanya sudah tidak bernyawa.
ia menangis keras, hingga mengundang perhatian orang orang yang berada di rumah sakit itu, ia tidak tau lagi mau mengadu pada siapa lagi, bahkan nomor arka tidak pernah aktif.
ia memeluk ke dua orang tuanya, erat, ia tidak percaya ini, kemarin orang tuanya, masih ada bahkan ia bercanda, tapi sekarang?.
" ibu hikkkks bangun, ayah hiks ibuuuuu, Clarisa sendiri ibu, hiks bangunnnn, banguuuun, aku janji jadi anak baik sekarang asal ibu mau bangun, ayyyyaaaaah hiks hiks. ayyyyaaaaah"
clarisa memanggil manggil orang tuanya, dan mengguncang guncangkan tubuh orang tuanya keras.
__ADS_1
" ini bohong hiks ini bohong hiks aku pasti mimpi hiksss ayahhhh ibuuuuu bangun hiks hiks sudah clarisa takut, jangan tinggalkan hiks Clarisa sendiri ayahhhh hiks hiks"