Istri Pilihan Kakek

Istri Pilihan Kakek
IPK BAB XLIII - Awal Bahagia -


__ADS_3

Laki-laki muda itu mendesah, mengusap wajahnya dengan kasar dan membanting barang-barang yang ada di ruang tamu. Penampilan nya begitu berantakan, namun tak ada satupun yang peduli.


...Ayud POV...


Tuhan, apa ini adalah karma dari semua kesalahan yang telah kulakukan di masa lalu?. Ini rasanya terlalu berat Tuhan, aku benar-benar tak sanggup untuk menjalani nya sendiri.


Masalah di kantor, keluarga ku dan Rachel. Semuanya benar-benar membuat ku pusing. Rasanya, baru kali ini aku di patah kan oleh ekspetasi ku sendiri. Harapan ku yang terlalu ketinggian.


Rachel, gadis itu menjadi alasan terbesar kecewa yang kurasakan saat ini. Ada begitu banyak hal indah, yang ku bayangkan akan ku lalui bersama dia. Tapi semua hanyalah mimpi semata.


Seharusnya, dari awal aku tetap cuek kepada gadis itu. Tak menjadikannya pemeran utama dalam hatiku, karena sekarang ketika dia pergi aku hancur berantakan sendirian.


Aku pikir, perubahan besar yang sedang ku usahakan ini akan memberi hasil yang manis. Tapi ternyata tidak. Aku di tinggalkan oleh orang-orang yang ku sayang. Kakek, Rachel, bahkan keluarga ku.


Keluarga?. Mereka bukan keluarga bagiku. Lebih tepatnya, mereka hanyalah pemburu harta. Tak ada yang lebih penting dalam hidup mereka, selain harta s*alan itu. Ah, rasanya aku sangat benci dgn hidup yang ku jalani sekarang.


...Ayud POV End...


Laki-laki itu terus meratapi nasibnya yang terasa sangat malang. Hari-hari nya terasa penuh kehampaan, tak ada sedikitpun kebaikan di dalamnya. Pelan ia mengambil ponselnya, lalu membuka-buka sosial media.


Mata laki-laki itu terpaku melihat postingan Albert. Laki-laki itu, sedang menunjukkan kemesraan nya bersama Rachel. Ada pula foto-foto ruangan yang sedang di dekor. Mereka terlihat sangat bahagia.


Ayud lagi-lagi tersenyum masam. Ia menertawakan takdir yang seolah sangat mempermainkan dirinya. Tak ada lagi harapan nya untuk merasakan bahagia. Semua orang, saat ini sedang bahagia. Kecuali, dirinya.


Sudah lebih dari seminggu semenjak gadis itu berhenti dari perusahaan nya. Selama itu pula, laki-laki itu terlihat benar-benar berantakan. Sampai akhirnya, ia memutuskan untuk menyudahi kesedihan nya itu.


Seberapa habis-habisan pun Ia bersedih, gadis itu tetap tak akan mengubah keputusannya. Dia harus bersikap profesional, demi kesejahteraan semua karyawannya. Itu adalah permintaan terakhir kakek Liam.


Hari ini, Ayud masuk ke ruangan nya. Penampilan nya terlihat sangat berbeda dari seminggu yang lalu. Laki-laki itu tersenyum kepada semua karyawannya. Manager Huang juga terlihat sangat senang dengan perubahan bosnya.


Laki-laki itu sedang menanda tangani semua berkas-berkas yang menumpuk di mejanya. Manager Huang mendekati nya,


"Tuan, anda sudah benar-benar berubah. Sudah kembali ceria seperti dulu, saya ikut senang melihatnya. Laki-laki muda itu menghentikan pekerjaannya, ia menatap sang manager.


"Ah, Huang apa gunanya aku bersedih berlama-lama seperti ini?. Pada akhirnya, dia tetap akan menikah dengan Albert kan?. Tugasku sekarang hanya memastikan kesejahteraan semua karyawan ku".


Laki-laki muda itu kembali melanjutkan pekerjaannya,


"Besok Rachel akan menikah. Ia mengundang ku untuk datang. Kosongkan jadwal ku untuk besok, aku harus kesana sendirian.


Sang Manager menatap majikannya khawatir,


"Tapi tuan, apa tidak apa-apa kalau anda hanya kesana sendirian?. Apa anda akan baik-baik saja tuan?".


Ayud tersenyum, ia menatap lembut sang Manager.


"Saat ini, yang terpenting bagiku gadis itu bahagia. Sudah terlalu banyak luka yang ku berikan kepadanya. Aku harus benar-benar ikhlas untuk melepaskan dia. Aku yakin, hanya dengan cara ini hatiku akan tenang".


Manager Huang tersenyum, ia ikut bahagia melihat tuan nya itu telah kembali memiliki semangat untuk hidup.


Keesokan harinya, Ayud mengendarai mobilnya sendirian menuju lokasi pesta. Ia membawa buket bunga di tangannya. Sepanjang perjalanan, laki-laki itu terus mendesah. Ia berharap hatinya telah cukup kuat untuk merelakan sang pujaan.


Laki-laki itu melangkah masuk ke dalam gedung megah tempat pesta berlangsung. Ia menoleh kesan kemari, namun tak ada satu orangpun yang kelihatan. Ruangan ini megah, namun tak ada siapa-siapa disana.

__ADS_1


Ayud menatap ruangan kosong itu dengan tatapan bingung. Ia menghubungi Manager nya.


"Huang, coba cek kembali kartu undangan di atas meja ku. Apa benar lokasinya di gedung xx?".


Beberapa saat kemudian, terdengar suara Manager Huang dari seberang sana.


"Iya tuan, memang di situlah lokasinya. Ada apa tuan?. Apa terjadi sesuatu?".


Ayud menggeleng cepat,


"Tidak ada, aku hanya ingin memastikan. Lanjutkan kembali pekerjaan mu".


Manager Huang mengangguk,


"Baik tuan".


Laki-laki muda itu menutup telepon genggamnya. Ia mengedarkan pandangannya ke segala arah. Tetap tak ada siapapun disana.


Beberapa saat kemudian, Rachel muncul dengan gaun pengantin nya yang sangat cantik. Tubuh kurusnya terlihat begitu serasi dengan gaun yang di pakainya. Wanita itu tersenyum kepada Ayud.


"Terimakasih sudah datang Ay".


Ayud berjalan mendekati nya,


"Pernikahan apa ini?. Mana Albert?. Mana semua orang?".


Wanita itu tertawa kecil, ia berjalan pelan menghampiri Ayud.


"Tidak ada Ay".


"Apa maksudmu tidak ada?. Kalian sedang melakukan apa sebenarnya?".


Rachel berhenti tepat di depannya. Wanita itu mendongak dan menatap mata lawan bicara nya.


"Kamu b*doh Ay. Ternyata, sampai akhir pun kamu tetap tak peka ya. Segitu susahnya membuat mu mengerti".


Ayud mendesah, ia benar-benar tak mengerti maksud wanita di depannya ini.


"Apa maksudmu?. Mana pengantin laki-laki mu?. Bukankah kalian akan menikah hari ini?".


Rachel melingkar kan tangannya di bahu Ayud. Wanita itu tersenyum,


"Dari awal, aku dan Albert tak memiliki hubungan apa-apa. Semua ini aku lakukan hanya untuk mengetahui bagaimana perasaan mu padaku. Aku sudah memutuskan. Kalau hari ini kamu tidak datang, aku akan menyerah".


Rachel menatap mata lawan bicara nya dalam-dalam, ia tersenyum. Manis sekali.


"Terimakasih Ay, kamu sudah datang hari ini. Aku tahu, meskipun kamu bilang sudah merelakan ku. Hatimu itu tetap masih tak bisa melepaskan ku kan?. Aku juga sama, aku juga menyayangimu Ay".


Laki-laki itu mulai menangis, di lupakan nya semua rasa gengsi yang selama ini begitu di pertahankan nya. Ia memeluk tubuh Rachel erat.


"Tapi aku lihat di sosial media Albert, kalian sangat bahagia. Begitu intim, sampai aku merasa sesak berkali-kali".


Gadis itu tertawa kecil,

__ADS_1


"Status inst*gram milik Albert hanya dia khusus kan untuk mu Al. Tak ada yang bisa melihat nya, selain kamu".


Laki-laki itu melepaskan pelukan mereka, ia memegang pipi gadis itu.


"Kalian jahat Ra, benar-benar jahat. Aku sampai sesak begini, begitu frustasi. Aku pikir, aku telah benar-benar kehilangan mu".


Rachel menyeka air mata laki-laki di depannya itu dengan lembut,


"Aku memang pernah berpikir ingin pergi sejauh-jauhnya dari mu Ay, tapi takdir seolah mempertemukan kita lagi dan lagi. Aku tak pernah mengenal laki-laki dalam hidupku, selain papa Darwin".


Gadis itu berhenti sejenak, ia menelan saliva nya.


"Aku belum pernah jatuh cinta Ay, cuma kamu satu-satunya orang yang berhasil membuat aku merasakan nya".


Ayud memeluk gadis itu, ia merasa bahagia sekali.


"Jadi sekarang, nyonya Jonathan maukah kau menikah dengan ku?".


Rachel mendelik,


"Nyonya Jonathan?",


Ayud mencubit hidung gadis itu lembut,


"Iya, mulai sekarang kamu hanya boleh menjadi nyonya Jonathan".


Gadis itu tertawa, ia berpikir sebentar.


"Bagaimana ya?. Aku belum menjawab iya, dan aku masih perlu memikirkan nya".


Ayud memeluk kembali tubuh gadis itu,


"Aku tak mengenal kata tidak sayang. Menikah lah dengan ku secara sukarela atau aku akan memaksamu. Jadi bagaimana?".


Rachel menatap laki-laki itu penuh cinta,


"Iya",


Ayud terkekeh,


"Iya?".


Gadis itu membalas pelukan nya,


"Iya, sangat iya".


Keduanya saling berpelukan, melepaskan kerinduan dan cinta yang membara. Dari kejauhan, Albert menatap kedua pasangan itu dengan tersenyum kecil. Ia merasa bersyukur, akhirnya gadis itu menemukan kebahagiaan nya.


❤️❤️❤️❤️


Akhir yang bahagia ya guys🤭


Semoga saja😘😘😘

__ADS_1


Terimakasih sudah membaca novel ini ya, kalian semua luar biasa🙏🙏🙏


__ADS_2