
Seperti biasa, Rachel menunggu bus untuk berangkat ke tempat kerjanya. Gadis itu sesekali melirik arloji, yang melingkar manis di tangan kirinya.
Sementara itu, disisi jalan Natan sengaja menghentikan mobilnya. Ia menghampiri gadis itu, dan duduk di sebelahnya. Laki-laki itu pura-pura kaget,
"Wah, kakak ipar. Tak sangka, kita bertemu lagi disini. Benar-benar kebetulan yang sangat membahagiakan ya?. Ah, kota Seoul ini benar-benar kecil".
Rachel melirik laki-laki itu sekilas, lalu bangkit dari kursinya. Ia bergabung bersama beberapa wanita paruh baya yang juga menunggu bus. Rasanya, benar-benar tak nyaman berdekatan dengan orang sok akrab seperti laki-laki itu.
Natan kembali menghampiri gadis itu. Kali ini, ia menepuk pelan pundak sang gadis. Rachel yang mendapat perlakuan tak menyenangkan itu, kaget dan refleks menatap Natan tajam.
"Mau apa lagi kau kesini?, bukankah kita tak memiliki urusan apa-apa. Satu lagi, tolong kondisikan tangan mu itu. Ini tempat umum, benar-benar tak sopan".
Laki-laki muda itu menyunggingkan senyum, lalu berdiri tepat di depan Rachel.
"Memangnya, kalau bukan di tempat umum apa aku boleh menyentuh mu?. Kau diam-diam ternyata nakal juga ya, kakak ipar".
Rachel kaget mendengar perkataan laki-laki di depannya itu. Tanpa sadar, ia melayangkan tamparan keras ke wajah laki-laki muda itu.
Plakk!!
Bunyi tamparan itu sangat kuat, membuat perhatian semua orang yang ada disitu tertuju pada laki-laki muda itu. Natan memegang pipinya yang tampak merah.
"Jangan terlalu kasar begini kakak ipar. Semua orang tahu, kau masuk di keluarga Kim dengan menjual dirimu bukan?. Sok jual mahal, padahal tak lebih dari p*lacur".
Plakk!!
Tamparan itu kembali terdengar. Rachel menatap dengan gusar laki-laki di depannya itu,
"Mulutmu benar-benar kurang ajar ya?. Ku kira kau laki-laki berpendidikan, ternyata laki-laki r*ndahan ya?. Carene benar-benar salah, telah memilih laki-laki seperti mu menjadi suami".
Sesaat kemudian, bus yang di tunggu sudah datang. Rachel bergegas meninggalkan laki-laki itu. Namun sebelum pergi, ia menoleh laki-laki itu dan menatapnya tajam.
"Lain kali, jangan pernah menyapaku lagi. Kalau tidak, aku akan berteriak dan mengatakan kau pencuri. Harusnya kau tahu, semua orang sangat merasa tak nyaman dengan perilaku sok akrab, sok dekat seperti yang kau tunjukkan sekarang".
Ia berhenti sejenak, lalu kembali melanjutkan kata-katanya.
"Aku tak main-main dengan ucapan ku. Jangan lakukan lagi hal ini, atau aku benar-benar akan meneriaki mu pencuri".
Natan menatap bus yang membawa gadis itu sampai menghilang dari pandangannya. Ia mengelus pelan pipi malangnya yang dua kali terkena tamparan.
...Natan POV...
Benar-benar s*alan, berani sekali perempuan m*rahan itu. Dia pikir siapa dia, sok jual mahal di depan seorang penakluk wanita seperti ku.
Mungkin dia tak tahu, sedang berhadapan dengan siapa sekarang. Lihat saja nanti, dia akan menyesali perbuatannya hari ini.
Aku akan membuat rencana, dia tak akan bisa lolos dengan mudah lagi kali ini. Akan ku hancurkan, bukan hanya Carene tapi keluarga besar Darwin sampai ke akar-akarnya.
...Natan POV End...
Laki-laki muda itu kelihatan menelpon seseorang dan tak lama kemudian ia tersenyum. Lalu mengendarai mobilnya menuju kantor.
Di tempat lain...
Albert memanggil Rachel ke ruangannya. Gadis itu menyerahkan file yang dibutuhkan sang majikan. Albert meletakkan file itu ke mejanya, dan mengalihkan pandangannya pada gadis di depannya itu.
"Ada apa Ra, wajahmu pucat sekali".
Laki-laki itu bangkit dari kursinya, ia mendekati gadis itu dan menepuk pelan pundaknya.
"Kalau kamu kurang sehat, ambil cuti saja. Jangan memaksa dirimu untuk bekerja terlalu keras, kamu juga membutuhkan istirahat Ra".
Gadis itu berusaha tersenyum,
"Terimakasih Al, aku baik-baik saja. Mungkin efek kurang tidur saja. Aku permisi dulu, masih ada pekerjaan yang harus ku selesaikan".
Albert mengangguk. Gadis itu benar-benar tak mengizinkannya, untuk memasuki kehidupan nya lebih dari sekedar majikan dan karyawan. Seperti biasa..
Albert mendesah dan kembali melanjutkan pekerjaannya.
Keesokan harinya,
Rachel sengaja berangkat agak lambat menuju halte bus. Ia tak ingin laki-laki itu kembali mengganggunya. Dan benar saja, laki-laki itu tak kelihatan sampai bus yang ditunggu nya datang.
__ADS_1
Rachel menghela nafas lega, ia bersenandung kecil sambil membuka permen yang tadi dibelinya dari warung. Tak dipedulikannya rasa sesak, akibat berdempetan dengan penumpang lain.
Hari ini, gadis itu benar-benar merasa senang. Seolah semua yang terjadi, benar-benar dalam kendalinya.
Sore harinya..
Gadis itu melangkah memasuki Apartemen nya. Saat itulah ia melihat, laki-laki yang sangat menyebalkan itu berdiri di salah satu sisi jalan masuk ke tempat tinggalnya. Laki-laki asing itu, tampak bersedekap dada sambil tersenyum.
Rachel mendesah, ia merasa sangat tak nyaman. Laki-laki itu menghalangi jalan masuk dengan melebarkan kedua tangannya. Rachel jengah, ia menatap muak pada laki-laki itu.
"Permisi, saya mau lewat".
Natan tersenyum nakal, laki-laki itu memainkan lidahnya.
"Iya silahkan lewat".
Rachel merasa kesal, ia meninggikan suaranya.
"Awas, minggir. Jalan ini kan bukan punyamu, mengapa kau bertindak seolah ini milikmu. Lagipula, ada urusan apa kau di sini?. Kau membuntuti ku ya, dasar laki-laki kurang kerjaan".
Natan tertawa kecil, ia menatap lembut wanita itu.
"Karena aku masih ingin menatap wajah cantikmu sayang. Ah, demi Tuhan kau benar-benar cantik sekali".
Rachel memejamkan matanya sejenak, ia berusaha meredam emosinya.
"Selagi aku masih bicara baik-baik, tolong minggir".
Natan nyengir, ia menatap wanita itu dengan tatapan sayu.
"Kalau aku tidak mau?".
Rachel benar-benar emosi, ia ingin menampar laki-laki itu. Namun, Natan menangkap tangan wanita itu dan memeluk nya. Rachel berteriak kesal.
Bersamaan dengan itu, pak satpam yang bertugas menjaga gedung tersebut berlari dan menghampiri mereka. Natan tersenyum ramah, sambil menatap lembut pak satpam yang kelihatan ngos-ngosan itu.
"Maaf pak, ini hanya pertengkaran sepasang kekasih. Anda tak perlu cemas, lagipula saya akan segera pergi setelah ini".
Ia melirik Rachel yang kelihatan sedang marah besar,
Ia membungkuk hormat kepada satpam yang sedang melihat nya,
"Saya permisi dulu pak, titip pacar saya si tukang ngambek ini ya".
Laki-laki tua itu tersenyum melihat tingkah laku sepasang kekasih, yang menurutnya sangat romantis itu. Rachel mendesah, ia merasa sangat kesal.
"Tapi pak, laki-laki ini..",
Belum sempat gadis itu menyelesaikan kata-katanya, Natan menciumnya sekilas lalu segera pergi. Wajah gadis itu merah padam, dia berteriak gusar sambil mengepalkan kedua tangannya.
Pak satpam yang melihat hal itu, tertawa kecil.
"Ah, indahnya masa muda. Saya dulu juga sering begini dengan pacar saya. Dimana-mana, wanita memang tukang ngambek ya mbak. Hah, jadi ingat masa lalu".
Ia menatap Rachel sambil tersenyum,
"Lain kali, jangan berteriak begitu ya mbak. Saya pikir, ada maling. Eh, taunya hanya sepasang kekasih yang sedang bertengkar. Ah, saya permisi dulu mbak, semoga hari mbak nya menyenangkan".
Rachel kesal, ia mengambil ponselnya dan menghubungi Carene. Gadis itu menahan nafas, ia merasa sangat gusar.
"Halo, ada apa menghubungi ku?".
Suara Carene diseberang sana terdengar tak bersahabat. Rachel menghela nafas, ia tak begitu heran mendapat perlakuan seperti itu dari seorang Carene.
"Ane, tolong jaga suami kesayangan mu itu baik-baik ya. Kalau perlu, kau kasi rantai yang kuat supaya dia tak berkeliaran seenaknya".
Carene terdengar kesal, gadis itu membentak Rachel.
"Apa maksudmu hah?, apa maksudmu mengatakan suamiku seperti itu?. Kau iri karena aku mendapat suami seorang Dokter?. Dan kau, hanya mendapat suami b*kas mainan ku?. Kasihan sekali".
Gadis itu menggeleng kepalanya pelan. Ia tahu, saat ini adik angkatnya itu sedang berusaha memancing amarahnya.
"Ane, aku peringatkan kamu ya. Ini sudah yang kedua kalinya dalam minggu ini, suamimu mendatangiku. Aku tak tahu, apa tujuannya melakukan semua ini. Apa kau kurang memberikan laki-laki itu kasih sayang?".
__ADS_1
Carene mencengkeram HP yang sedang dipegangnya itu dengan kuat. Seolah, ia sedang melampiaskan rasa kesalnya pada benda tak bersalah itu.
"Hey perempuan m*rahan, jaga kata-katamu ya. Mana mungkin suamiku yang seorang Dokter, tertarik dengan wanita sepertimu. Cih, benar-benar menjijikkan. Buang jauh-jauh pikiran tak berguna mu itu".
Rachel mendesah, sulit sekali berbicara dengan wanita cerewet yang satu ini. Sifat kekanak-kanakan nya semakin bertambah parah saja, benar-benar mengesalkan.
"Terserah apapun penilaian mu, tapi tolong pastikan suami kesayangan mu itu tak melakukan hal ini lagi".
Gadis itu segera menutup telepon nya dan memasukkan benda tersebut dengan kasar ke dalam tasnya. Ia masuk ke dalam Apartemen nya dan merebahkan diri di sofa ruang tamu. Harinya yang indah, rusak begitu saja.
Sementara itu...
Natan menghampiri wartawan yang tadi mengambil foto dan video mereka diam-diam. Ia menatap wartawan itu,
"Bagaimana, sudah kau dapatkan apa yang aku mau?".
Wartawan berkacamata itu mengangguk,
"Sudah pak, semuanya ada di dalam sini".
Ia menyerahkan kamera miliknya pada laki-laki muda itu. Natan memeriksa foto-foto dan video yang ada di sana. Laki-laki muda itu tersenyum,
"Baiklah, kirim ini semua ke HP ku. Jangan buat berita apapun, sebelum ada perintah dariku".
Wartawan tersebut mengangguk. Natan memberikan amplop berisi uang padanya, lalu menyuruh laki-laki berkacamata itu pergi.
❤️❤️❤️❤️
Have a nice day guys😊😊😊
Terimakasih untuk semua pembaca setia Author
Terimakasih juga untuk semua kritik dan sarannya 🙏🙏
Author akan berusaha memperbaiki karya ini ke depannya 😊😊
Untuk menjawab pertanyaan :
Mengapa karakter ceweknya terlalu ditindas?
Seperti sinopsis yang Author buat di awal, ini tentang perjuangan Rachel ya guys.. Tapi, nanti akan ada happy ending.. semoga saja 😊😊
Apakah karakter utama selalu lemah, b*doh, dll?
Ke depannya, mungkin Author ingin membuat karakter yang kuat seperti keinginan kalian ya guys. Untuk saat ini, memang karakter utama kita seperti ini guys. Harap maklum 🙏🙏
Masalahnya terlalu rumit, kapan bahagianya?
Bahagia butuh proses ya guys, kalau bahagia di dapat secara instan takutnya cepat hilang juga hehe
Mana lanjutannya, update yang banyak donk!!
Hmm, Author hanya bisa update satu hari satu episode ya guys. Karena kesibukan mengejar duniawi, juga kesibukan-kesibukan lainnya.
__ADS_1
Akhir kata, terimakasih untuk semua pembaca setia yang sudi meluangkan waktunya untuk membaca karya ini. Sukses selalu dan tetap semangat menjalani ibadah puasanya guys😊😊
Salam sayang dari Author 😘😘