Istri Pilihan Kakek

Istri Pilihan Kakek
IPK BAB LI - Hinaan Dari Suami -


__ADS_3

Albert duduk dengan gelisah sambil menunggu kedatangan gadis itu. Mereka berjanji akan bertemu di kafe yang selalu mereka datangi dulu.


Sekitar 30 menit kemudian, gadis itu turun dari sebuah taksi dan berjalan menghampiri laki-laki itu. Albert berdiri dan menyongsong gadis itu, dari wajahnya terlihat jelas laki-laki itu sedang khawatir.


Rachel tersenyum, wajahnya terlihat pucat.


"Ra, sini duduk dulu. Ada apa?, Cerita ke aku siapa tahu aku bisa membantu mu sebagai seorang teman".


Gadis itu tetap tersenyum dan duduk di kursi yang telah di sediakan Albert. Seorang pelayan menghampiri mereka dan menawarkan beberapa menu.


"Ra, kamu mau minum atau makan apa?. Pesan saja, biar nanti kita enak ngobrol nya".


Rachel mendesah, senyuman manis selalu menghiasi wajah gadis itu.


"Aku minum teh saja Al, tadi sudah makan dari rumah. Mbak, teh panas satu ya".


Pelayan itu menunduk hormat,


"Baik ibu, ditunggu ya pesanan nya".


Albert menatap wajah gadis itu dalam-dalam, Rachel tersenyum.


"Kenapa Al, melihatku seolah ingin memakan ku saja".


Gadis itu bercanda namun Albert terlihat sangat serius. Ia menggenggam tangan gadis itu.


"Ra, coba jujur padaku. Sebenarnya apa yang telah terjadi padamu, mengapa kamu sampai nekat mencari kerja seperti ini?. Pak Ayud tahu kamu disini?".


Mendapat pertanyaan seperti itu Rachel mendesah, nafas nya terasa sangat berat. Gadis itu menatap Albert,


"Maaf Al, saat ini aku benar-benar tak ingin membicarakan itu dulu. Kepalaku rasanya hampir meledak, semua masalah ini benar-benar membuatku pusing. Izinkan aku bernafas lega sebentar ya, Al".


Gadis itu menyesap minuman yang baru saja di antar kan oleh pelayan.


"Aku benar-benar minta tolong padamu sekarang, berikan aku pekerjaan. Sebagai OB juga tidak masalah, selama pekerjaan itu halal akan aku jalani".


Laki-laki itu menghela nafas lalu menatap wanita di depannya dengan lembut.


"Ra, aku sangat bersedia untuk membantu mu kapan pun kau menginginkan nya. Tapi, apakah menurutmu yang kita lakukan sekarang sudah benar?. Aku takut, suami mu salah paham".


Gadis itu tersenyum kecut,


"Iya Al, aku minta maaf. Aku sadar, apa yang aku lakukan sekarang salah. Aku tak seharusnya mencari mu ketika keluarga ku sedang bermasalah. Maafkan aku ya".


Rachel bangkit berdiri dan hendak meninggalkan laki-laki itu, tapi Albert menahannya. Ia memegang pergelangan tangan gadis itu. Rachel meringis akibat pegangan Albert pada tangan nya.

__ADS_1


"Ah, maaf Ra. Ra, dengarkan dulu penjelasan ku. Aku bukannya tak mau menolong mu, aku sangat ingin melakukannya. Tapi, aku takut terjadi salah paham dari pihak suamimu".


Albert melepaskan pegangannya dari tangan Rachel. Ia mengajak gadis itu duduk,


"Aku sudah menghubungi teman ku, beliau bersedia menerima mu bekerja padanya. Hanya saja, sama sepertiku dia juga takut ini akan bermasalah dengan suami mu. Kamu kan tau bagaimana sifat dia".


Rachel mendesah, wajah cantiknya terlihat pucat. Bekas tamparan itu masih terlihat sangat nyata di pipinya.


"Aku benar-benar minta maaf sudah merepotkan mu Al. Aku minta maaf sudah melibatkan mu dalam masalah ku. Sampaikan terimakasih ku pada teman mu itu ya, dan maaf aku merepotkan kalian".


Albert menatap Rachel, mata laki-laki itu berkaca-kaca.


"Ra, demi Tuhan tak ada sedikitpun aku merasa di repot kan oleh mu. Aku senang ya, senang sekali bisa membantu mu. Tapi, ada baiknya kamu selesaikan dulu masalah mu dengan suamimu itu".


Dua butir airmata bening jatuh di pipi laki-laki tampan itu, ia membiarkan nya.


"Aku benar-benar tulus ingin membantu mu Ra, Tuhan saja yang tahu apa yang aku rasakan. Maafkan aku ya, mungkin tadi kata-kata ku melukai hatimu. Aku benar-benar minta maaf Ra".


Gadis itu bangkit dan ingin pergi meninggalkan Albert. Ia merasa telah cukup membebani laki-laki itu dengan masalah nya yang tak pernah selesai. Albert menghampiri dan memeluk tubuh gadis itu dari belakang.


"Ra, demi Tuhan aku benar-benar sayang padamu. Aku tak ingin melihat mu menderita, maafkan aku Ra".


Gadis itu kaget dan berusaha melepaskan diri dari pelukan Albert. Dan bersamaan dengan itu, Ayud muncul bersama manager Huang. Laki-laki itu melayangkan tinjunya ke wajah Albert.


"Kurang ajar. Berani sekali kau memeluk wanita yang sudah bersuami, benar-benar b*adab".


"Jadi, ini alasanmu meninggalkan rumah ya?. Ini alasan mu meninggalkan ku?. Aku pikir kau berbeda, ternyata kau benar-benar wanita m*rahan".


Ayud mengepalkan tangannya, emosinya benar-benar terasa ingin meledak.


"Aku bersusah payah mengangkat derajat mu supaya menjadi wanita terhormat, tapi ini balasan mu. Kau selingkuh dengan laki-laki r*ndahan seperti ini?. Dimana harga dirimu?".


Rachel bangkit, ia menyeka air matanya. Badan gadis itu menggigil,


"Terimakasih kau sudah susah payah mengangkat derajat ku. Terimakasih telah menjadikan gadis miskin ini orang terhormat".


Gadis itu menelan saliva nya,


"Tapi maaf, seperti katamu si buruk rupa tak mungkin bersanding dengan si tampan. Aku selamanya adalah si buruk rupa, tak mungkin bisa menjadi pasangan sempurna bagimu".


Airmata nya mulai berjatuhan, ia menyekanya dengan kasar.


"Terimakasih untuk 5 bulan pernikahan kita. Tolong halalkan semua makan dan minum ku di rumah mu. Aku tak akan bisa membayarnya dengan uang, aku cuma gadis miskin yang tak punya apa-apa".


Ayud menatap wanita itu, ia mencoba mendekatinya

__ADS_1


"Mengapa kamu selingkuh dengan Albert Ra, mengapa kau melemparkan dirimu ke dalam pelukannya?. Aku telah berkorban banyak untukmu, dan ini balasan mu?".


Albert menutup hidungnya yang berdarah, ia menghampiri Ayud.


"Maaf pak, ini benar-benar tak seperti yang anda pikirkan. Saya dan Rachel..".


Belum sempat Albert menyelesaikan kata-katanya, Ayud menarik dengan kasar kerah baju laki-laki itu.


"Kau jelas-jelas memeluk istriku, dan kau masih berdalih ini tak seperti yang kupikirkan. Konyol sekali kau".


Ayud menatap tajam kepada Rachel,


"Dan kau Rachel, aku tak menyangka semua yang dikatakan mama benar adanya. Kau bukanlah gadis baik-baik, kau bukanlah orang yang setia".


Laki-laki itu mengusap wajahnya dengan kasar, kedua matanya memerah.


"Seharusnya, sejak awal pernikahan kita tak pernah terjadi. Ternyata, selama ini aku menikahi wanita tak berm*ral seperti mu".


Albert gusar, ia menampar dengan keras pipi laki-laki itu. Ayud terkesiap, namun Albert mengepalkan tangannya.


"Anda ini berpendidikan, tapi cara anda bicara seperti orang b*doh. Harusnya, anda dengar dulu apa yang terjadi. Bukan mengambil kesimpulan sepihak begini".


Albert menatap Rachel,


"Tanya Istrimu, sudah berapa kali aku menyatakan perasaan ku padanya?. Dia bahkan menolak terang-terangan pernyataan cintaku. Dia memilih mu, laki-laki br*ngsek".


Albert menelan saliva nya,


"Kalau aku tahu dari awal sifat mu begini, aku tak akan melepaskan gadis ini untuk menikah dengan mu. Pernahkah sekali saja dalam hidup mu, kau coba mempercayai gadis ini?".


Rachel menarik tangan Albert untuk segera pergi meninggalkan tempat itu.


"Kami yang miskin dan hina ini permisi dulu, maaf untuk semuanya".


Ayud gusar, ia berlari dan memegang tangan gadis itu agar tak meninggalkan nya. Namun, gadis itu tetap bersikukuh dengan pendiriannya.


Ayud mendesah frustasi, airmata nya jatuh begitu saja. Ia melirik sang manager,


"Kita pulang sekarang Huang, tak ada lagi yang bisa di lihat di sini".


Sang manager mengangguk dan mereka pun meninggalkan tempat itu. Masing-masing, dengan perasaan yang tak menentu.


❤️❤️❤️❤️


Selamat menunaikan ibadah puasa 😊😊😊

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak ya sobat terkasih 🙏🙏🙏


__ADS_2