Istri Pilihan Kakek

Istri Pilihan Kakek
IPK BAB LII - Harus Bagaimana? -


__ADS_3

Ayud kembali ke rumahnya dengan perasaan kesal yang tak bisa disembunyikan. Anna menghampiri sang putra tunggal, dan duduk di dekatnya. Wajah laki-laki itu memerah, ia melonggarkan dasinya dengan kasar.


"Sayang ada apa?, ada masalah di kantor ya?".


Laki-laki itu mendesah, wajah tampannya tampak tak terbaca.


"Aku benar-benar pusing ma, tak tahu harus berbuat apa. Mengapa semua ini terjadi padaku ma, apa salahku?. Padahal aku sudah berubah, aku sudah berusaha menjadi lebih baik. Tapi, mengapa aku harus mengalami semua ini?".


Anna membelai lembut punggung anaknya, wanita itu menyunggingkan senyum.


"Ada masalah apa, coba ceritakan kepada mama. Mama, akan selalu menjadi pendengar setia untuk mu sayang. Kamu boleh cerita apapun sama mama, ada apa sayang?".


Anna menatap lembut wajah anaknya, matanya menyiratkan rasa sayang yang dalam. Ia kembali menyunggingkan senyum,


"Apakah ini tentang istrimu Ay?".


Laki-laki itu mengangguk, wajahnya tampak begitu sendu. Sesekali, ia menarik nafas dalam-dalam. Seolah-olah sedang mencoba melepaskan rasa sesak, di dadanya.


"Iya ma, baru saja aku menemukan dia di kafe xx bersama Albert".


Laki-laki itu menarik nafas, tatapannya nanar.


"Mereka berpelukan, tepat di depan mataku".


Anna menyeringai dan pura-pura terkejut. Ia mengelus wajah anaknya,


"Itulah, dari awal mama sama papa sudah mengingatkan mu. Wanita itu benar-benar bukan gadis yang baik, dia meninggalkan rumah ini pasti karena laki-laki itu".


Laki-laki itu mendesah lagi, matanya memerah.


"Tapi ma, Ay sangat menyayangi dia. Ay benar-benar tak menyangka, dia memilih pergi dengan laki-laki s*alan itu. Ay rasa ada sesuatu yang sangat salah disini. Ay rasa, ini semua bukan keinginan Rachel ma".


Anna tersenyum,


"Sudahlah sayang, biarkan saja dia. Tak guna kamu mencarinya lagi, dia yang memilih pergi dan meninggalkan mu. Itu pilihan nya sendiri, kamu tak perlu menyesali nya".


Ayud mendesah, ia menatap mamanya. Raut wajah laki-laki itu, benar-benar muram.


"Ma, izinkan Ay mempertahankan rumah tangga Ay dengan cara Ay sendiri. Ay tahu, apa yang terbaik untuk kami berdua. Ay harap, mama sama papa mengerti dengan kondisi Ay saat ini".


Anna tersenyum, ia memegang pundak sang putra.


"Sayang, kamu harus sadar sekarang. Perempuan itu sudah meninggalkan mu, dia lebih memilih bersama laki-laki lain. Biarkan saja dia dengan pilihan nya, mama tak mau melihatmu sedih sayang".

__ADS_1


Laki-laki itu memeluk tubuh ibunya, ia menangis terisak. Hatinya benar-benar tak karuan, tak tahu harus berbuat apa lagi.


...Ayud POV...


Mengapa aku harus mengalami semua ini?. Apa salahku?. Kalau memang semua ini adalah karma yang harus kurasakan akibat kesalahan ku di masa lalu, mengapa sampai harus sepedih ini?.


Aku tak tahu lagi mana nyata mana khayalan ku. Semua benar-benar terlihat sama, semua terlihat menyakitkan. Apakah kali ini aku harus benar-benar melepaskan gadisku itu?.


Aku ingin mempercayainya, sangat ingin. Tapi, kenyataan yang baru saja kulihat hari ini benar-benar membuatku meragukan keyakinan ku padanya.


Di depan mataku, dia jelas-jelas merelakan dirinya dipeluk oleh laki-laki itu. Padahal dulu, laki-laki itu sudah merelakan Rachel menikah denganku.


Lalu, mengapa sekarang mereka melakukan ini padaku?. Sandiwara apa yang sedang mereka mainkan ini?. Ini terlalu menyakitkan bagiku, seseorang tolong beritahu aku ini semua hanya mimpi.


Aku meninggalkan mama dan memilih merebahkan diri di atas kasurku. Dulu, di kasur ini aku dan Rachel selalu bercanda tawa. Tapi sekarang, aku sendirian menangis sambil menatap langit-langit kamar.


Semua terasa bagai mimpi, mimpi yang terlalu mengerikan. Airmata mengalir dari pipiku, aku membiarkan nya. Aku benar-benar tak ingin melepaskan istri ku, tapi sikapnya memaksaku untuk melakukan hal-hal yang ku takutkan.


Aku mendesah, rasanya sangat frustasi. Aku menyadari, aku memang salah. Salah karena telah menamparnya, salah karena aku tak bisa mengontrol emosi ku.


Tapi, bukankah ini masih bisa di bicarakan baik-baik?. Mengapa sampai harus pergi dari rumah dan meninggalkan ku?. Mengapa dia melakukan semua ini padaku?.


Berbagai pertanyaan melintas begitu saja di benakku, semua membutuhkan jawaban. Tapi, tak ada satupun jawab yang kudapatkan. Lagi-lagi, aku mendesah frustasi.


Laki-laki itu tertidur dalam rasa sedih yang sangat mendalam. Wajahnya berkeringat, garis-garis lelah terlihat jelas di wajahnya.


Sementara itu..


Anna menghampiri suaminya yang sedang menonton televisi di ruang tamu. Wanita itu menyuguhkan kopi serta beberapa cemilan. Kim menoleh pada sang istri, laki-laki paruh baya itu tersenyum.


"Ada apa ma?, tumben mama baik sekali malam ini?".


Anna pura-pura cemberut, lalu duduk di samping sang suami.


"Ah papa, bukankah mama memang baik?".


Laki-laki paruh baya itu tertawa kecil, lalu menyeruput kopi yang di hidangkan oleh sang istri.


"Sudahlah, ada apa ma?. Apakah ada berita bagus?".


Wanita itu tertawa, ia memutar bola matanya sambil mencomot cemilan yang tadi di bawanya.


"Berita yang sangat bagus papa, mama bahkan yakin papa akan terkejut sangking bagusnya".

__ADS_1


Kim ikut mengambil cemilan di atas meja itu, ia menatap istrinya.


"Oh ya?, berita apa ma?. Sepertinya menarik".


Anna memegang pipi suaminya,


"Sangat menarik papa, sangat sangat menarik. Sebentar lagi, keinginan kita untuk memiliki menantu orang kaya akan terwujud".


Kim mendelik,


"Secepat itu mama?, memangnya apa yang terjadi?. Ada kejadian apa yang papa lewatkan?".


Anna kembali mencomot sepotong cemilan dari atas meja, wanita paruh baya itu menaikan kedua kakinya di atas kursi.


"Rachel ketahuan selingkuh pa, kali ini bukan hanya di telepon. Ayud menyaksikan sendiri, gadis itu dipeluk oleh selingkuhan nya".


Kim menatap televisi di depannya, sesekali matanya melirik istrinya.


"Bagaimana bisa, bukankah gadis itu sangat polos ma?".


Anna nyeletuk,


"Polos apanya?, gadis itu jelas-jelas selingkuh di depan mata anakmu pa. Tapi, baguslah. Dengan begitu, rencana kita berjalan dengan sangat sempurna papa. Kita patut merayakan ini bukan?".


Anna tersenyum, wanita itu berkhayal sedang menghambur-hambur kan uang. Kim menepuk pundak istrinya itu,


"Perjalanan kita masih panjang ma, jangan senang dulu. Kita masih punya tugas yang berat di depan".


Anna mendesah, ia merangkul lengan suaminya dengan manja.


"Iya papa, mana mungkin mama lupa akan hal sepenting itu".


Anna menggelayut manja di lengan sang suami. Kim mengelus kepala istrinya dengan rasa sayang.


Jauh disana..


Rachel menangis sesugukan di dalam kamar kosnya. Wanita itu terlihat sangat kacau, matanya membengkak dan rambutnya di biarkan nya tergerai begitu saja.


❤️❤️❤️❤️


Semangat menjalani ibadah puasanya guys😊😊


Terimakasih juga sudah membaca novel ini 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2