
"Butuh bantuan?" Tanya Syiela saat Bintang hendak membawa lukisan yang tadi ia beli ke lantai atas.
"Tidak usah! Aku tak mau kau merusaknya!" Jawab Bintang yang langsung membuat Syiela berdecak.
"Yang benar saja! Hanya lukisan seperti itu! Aku bisa memesankan sepuluh lukisan sejenis itu untukmu!" Sergah Syiela bersungut.
"Baiklah! Pesankan kalau begitu sebagai hadiah pernikahan kita nanti!"
"Aku tunggu!" Seru Bintang yang sudah menghilang ke lantai atas.
"Kenapa jadi kau yang minta hadiah pernikahan padaku? Bukankah seharusnya kau yang memberikannya kepadaku?" Gerutu Syiela yang mungkin sudah tak didengar oleh Bintang. Tapi siapa peduli? Syiela hanya butuh menggerutu.
"Hai, Elang!" Sapa Syiela pada Elang yang baru pulang.
"Kau pulang dari kantor malam sekali?" Tanya Syiela seraya meninju pundak Elang.
"Banyak pekerjaan karena tuan direktur sedang cuti untuk mempersiapkan pernikahannya," jawab Elang yang seperti biasa selalu saja beralasan.
"Kau sendiri, sudah menyiapkan pasangan yang akan kau ajak ke pesta pernikahan kami nanti?" Tanya Syiela seraya menaik turunkan alisnya ke arah Elang.
"Soal itu...."
"Pasti sudah ada!" Syiela kembali meninju pundak Elang.
"Syiela!" Panggil Bintang dari lantai atas.
"Lihat! Calon suamimu sudah memanggil! Cepat kau hampiri!" Titah Elang seolah sedang mengusir Syiela.
"Aku masih menunggu kau datang bersama pasanganmu di malam istimewaku bersama Bintang nanti, Elang!" Syiela menuding pada Elang sebelum gadis itu berlari menaiki tangga untuk menghampiri Bintang yang tqk berhenti memanggilnya.
Dasar!
"Kau sedang apa? Kenapa lama sekali?" Protes Bintang saat Syiela akhirnya tiba di lantai dua. Padahal Bintang juga sudah tahu jawabannya kalau Syiela tadi tengah mengobrol bersama Elang. Tapi Bintang memilih untuk pura-pura cuek agar rasa cemburunya tidak dijadikan ledekan oleh Syiela.
"Aku hanya mengobrol bersama Elang! Dia baru pulang kerja karena katanya banyak pekerjaan di kantor," terang Syiela seraya mengedarkan pandangannya ke beberapa ruangan di lantai dua.
"Itu dulu kamar Elang!" Celetuk Syiela tiba-tiba seraya menunjuk ke pintu kamar yang memang adalah kamar Elang.
"Sampai sekarang masih jadi kamar Elang," tukas Bintang memberitahu Syiela.
"Benarkah? Aku dulu pernah menggedornya beberapa kali saat Elang mengurung diri di kamar terus," cerita Syiela seraya tertawa renyah.
__ADS_1
"Kau pernah masuk ke dalam kamar Elang juga?" Tanya Bintang penasaran. Sepertinya Bintang tak sadar kalau ekspresi wajahnya sedang menunjukkan raut kecemburuan sekarang.
"Pernah beberapa kali," jawab Syiela sedikit lebay. Syiela sepertinya langsung bisa menangkap kecemburuan di wajah Bintang.
"Tapi katamu tadi di mall, kau belum pernah masuk ke kamar pria? Kau bohong berarti!" Sergah Bintang menatapntak senang pada Syiela.
"Hei, Bung! Aku takengatakan kalau aku belum pernah masuk ke kamar pria!"
"Aku tadi mengatakan kau aku belum pernah masuk ke kamarmu!"
"Kamarmu!" Syiela menuding ke dada Bintang.
"Kamarmu saja! Sudah paham?" Tanya Syiela yang masih menuding pada Bintang
"Sekarang mau melihat kamarku, Nyonya Bintang Mahardika?" Bintang tiba-tiba sudah menarik pinggang Syiela dan memangkas jarak di antara dirinya dan Syiela.
"Ya!" Jawab Syiela seraya menatap ke dalam netra Bintang.
"Bukankah beberapa hari lagi itu juga akan jadi kamarku?" Lanjut Syiela lagi yang langsung membuat Bintang terkekeh.
"Ayo!" Bintang merangkul pinggang Syiela, lalu mengajak gadis itu masuk ke kamarnya yang sejak tadi pintunya memang sudah terbuka.
"Jangan ditutup pintunya! Aku tak mau kau kebablasan!" Pesan Syiela saat Bintang hendak menutup pintu kamarnya.
"Iya, juga!" Syiela tertawa renyah.
"Mau mencobanya dulu?" Bintang mengerling nakal pada Syiela.
"Ck! Tahan diri dulu, Bung!" Syiela memukul dada Bintang mesum.
Bintang hanya tergelak lalu pria itu menghampiri lukisannya yang tadi Bintang sandarkan di tembok.
"Pemandangan sunsetnya luar biasa!" Puji Bintang yang sudah kembali meresapi makna dari tulisan di depannya.
"Jadi, kau akan memasangnya atau hanya akan memandanginya begitu?"
"Tanganmu tidak pegal, memang?" Cerocos Syiela pada Bintang yang langsung terkekeh. Bintang akhirnya bersiap memasang lukisan tadi di atas tempat tidurnya.
"Not bad lah!" Gumam Syiela memberikan komentar setelah lukisan terpasang.
"Bilang saja bagus apa susahnya?" Bintang mengacak rambut Syiela, sebelun kemudian pria itu berlari dan menjauh dari Syiela yang selalu marah kalau rambutnya diacak.
__ADS_1
"Bintang!" Geram Syiela yang hanya membuat Bintang tergelak tanpa dosa.
****
"Taraaa! Bagaimana?" Tanya Syiela meminta pendapat Bintang. Saat ini, Syiela dan Bintang tengah berada di dalam sebuah butik ternama untuk melakukan fitting baju pengantin.
"Cantik!" Puji Bintang setelah memindai penampilan Syiela dari ujung kaki hingga ujung kepala.
"Tapi apa kau yakin kalau kau akan memakai gaun lebar itu? Bagaimana kau akan duduk nanti?" Tanya Bintang yang sepertinya masih merasa ragu pada gaun pilihan Syiela.
"Tinggal duduk saja!" Syiela mendaratkan bokongnya ke atas sofa di samping Bintang.
"Ini kan bukan baju besi yang tidak bisa dipakai duduk," ujar Syiela lagi memberikan penjelasan pada Bintang.
"Iya, iya! Padahal seingatku dulu,kau ingin memakai gaun pengantin selutut saat menikah nanti," ujar Bintang seraya terkekeh.
"Gaun pengantin selutut? Impian konyol siapa itu, Bintang?" Cecar Syiela memicing curiga pada Bintang.
"Impianmu! Bukan, ya?" Jawab Bintang ragu.
"Bukan!" Sergah Syiela cepat.
"Ngelantur kamu!" Syiela geleng-geleng kepala, lalu gadis itu mengambil ponselnya dan hendak menghubungi Elang. Namun sayang sekali karena ponsel Elang malah tak aktif sekarang!
"Sedang menelepon siapa?" Tanya Bintang penasaran.
"Elang! Dia katanya mau melihat gaun pengantinku. Tapi nomornya malah tak aktif!" Syiela mendes*h kecewa.
"Kenapa menunjukkan pada Elang sekarang? Bukankah seharusnya nanti saja saat hari H agar gaunnya jadi kejutan," pendapat Bintang yang langsung membuat Syiela mengangguk.
"Benar juga, ya?" Syiela masih mengangguk-angguk. Gadis itu lalu menyimpan ponselnya dan tak jadi menelepon Elang.
"Ayo belajar berdansa untuk memastikan kalau besok kau tak kaku lagi!" Ajak Syiela selanjutnya seraya menggenggam kedua tangan Bintang dan pasangan calon pengantin tersebut melakukan dansa sederhana di dalam butik.
.
.
.
Terima kasih yang sudah mampir.
__ADS_1
Jangan lupa like biar othornya bahagia.