Istri Rahasia Bintang

Istri Rahasia Bintang
CURHAT?


__ADS_3

Syiela mengedarkan pandangannya ke dalam sebuah ballroom hotel , dimana para pebisnis datang dan berkumpul di ruangan ini. Syiela yang malam ini mewakili perusahaan milik keluarganya, sedikit merasa iri pada beberapa tamu undangan yang datang bersama pasangan mereka.


Yeah!


Mungkin hanya Syiela yang datang sendiri malam ini layaknya seorang gadis lajang.


"Seharusnya kau ikut bersamaku sekarang, Bintang!"


"Aku tak mengerti, kenapa kita jadi tidak punya waktu satu sama lain begini. Kau sibuk dengan perusahaan Papamu, dan aku juga sibuk dengan butik dan perusahaan papa!"


Syiela terus bermonolog sendiri masih sambil melihat ke arah para tamu undangan yang sudah mulai berdatangan, hingga ruangan yang tadinya terlihat kosong, kini sudah mulai dipenuhi oleh para manusia berpenampilan glamour.


Syiela akhirnya duduk di salah satu kursi yang berada di depan meja bar panjang yang juga ada di ruangan tersebut. Syiela memesan segelas minuman untuk menghilangkan dahaga di tenggorokannya. Sembari menunggu minumannya siap, Syiela membuka ponsel dan memilih untuk mengirim pesan pada Bintang.


[Sayang, aku merindukanmu] -Syiela-


Sembari menunggu balasan oesan dari Bintang, Syiela mengunggah foto pernikahannya ke story sembari menuliskan caption manis.


Merindukanmu.


Syiela kembali memeriksa pesannya pada Bintang yang belum terkirim. Syiela akhirnya berinisiatif untuk menelepon sang suami, dan benar saja!


Nomor Bintang lagi-lagi tidak aktif!


Kenapa Bintang seperti hobi sekali mematikan ponsel belakangan ini?


Apa Bintang tidak kangen pada Syiela?


"Menyebalkan!" Dengkus Syiela seeaya menyesap minuman yang bari saja disodorkan oleh bartender ke arahnya.


Syiela ganti memeriksa story yang tadi ia unggah, dan ada satu pemirsa disana.


"Elang? Pria itu belum tidur?" Gumam Syiela penasaran.


Syiela akhirnya ganti mengirim pesan saja pada Elang yang selalu mau membalas pesan Syiela dan tak pernah mematikan ponselnya.


[Hai! Belum tidur?] -Syiela-


Pesan terkirim, namun belum dibuka ataupun dibalas. Syiela mengirim pesan lagi.


[Pssssttt! Balas pesanku dan jangan hanya dibaca seperti koran!] -Syiela-


Tak berselang lama, pesan balasan dari Elang akhirnya masuk ke ponsel Syiela.


[Kau juga belum tidur, Nona Muda!] -Elang-


"Ck! Kenapa dia selalu memanggilku nona muda?" Gumam Stmyiela menggerutu sembari jari wanita itu mengetikkan pesan yang berisi omelan untuk Elang.


[Sudah kubilang untuk tak memanggilku Nona Muda! Dasar menyebalkan!] -Syiela-


[Dan asal kau tahu, kalau disini hari masih terang! Jadi aku belum tidur! Aku sedang berada di acara entahlah. Yang jelas aku bosan] -Syiela-


[Perlu aku kirimkan Bintang ke sana agar kau tak bosan?] -Elang-


Pesan Elang sukses membuat Syiela menipiskan bibirnya. Syiela mengedarkan sejenak pandangannya ke sekitar untuk memastikan kalau tak ada yang melihatnya tersenyum sendiri, atau orang-orang akan mengira Syiela sudah sinting.


Konyol!!


[Ya! Apa bisa! Aku merindukannya dan ponselnya malah tak aktif sekarang] -Syiela-


Syiela mqsih menahan senyumnya, saat pesan balasan untuk Elang akhirnya terkirim.


Tak berselang lama, pesan Elang kembali masuk ke ponsel Syiela.


[Padahal tadi sudah telepon lama. Masih rindu ternyata! Kenapa tak menyuruh Bintang menyusulmu saja?] -Elang-


Syiela mengernyit dengan isi pesan Elang. Siapa maksud Elang yang menelepon lama?


[Telepon siapa maksudmu?]-Syiela-


[Kau dan Bintang! Bukankah tadi kalian baru saja saling mengobrol di telepon?] -Elang-


[Siang tadi di kantor? Entahlah aku masih merasa rindu] -Syiela-


[Tadi setelah makan malam, Bintang tidak meneleponmu lagi memang?] -Elang-

__ADS_1


Syiela kembali mengernyit saat membaca pesan dari Elang. Setelah makan malam? Baru saja? Perasaan terakhir kali Syiela bicara di telepon dengan Bintang adalah siang tadi di kantor Mahardika's Company!


Apa Elang sedang melantur?


[Setelah makan malam di tempatmu? Disini masih siang menjelang sore! Hahaha!] -Syiela-


[Ya! Bintang tadi mengobrol cukup lama dengan seseorang di telepon! Aku pikir dia sedang mengobrol denganmu] -Elang-


Tunggu!


Bagaimana Elang bisa tahu kalau Bintang mengobrol lama di telepon dengan seseorang? Bukankah Bintang masih di kota Z?


[Bagaimana kau bisa tahu Bintang kalau bicara lama dengan seseorang di telepon? Kau jadi menyusul Bintang ke kota Z memangnya?] -Syiela-


[Bintang sudah pulang sore tadi. Dia tak memberitahumu memang?] -Elang-


Syiela sontak membelalak saat mekbaca pesan dari Elang.


Bintang sudah pulang?


Lalu kenapa pria itu tak mengabari Syiela dan tadi siang malah menatakan kalau dia pulang lusa. Tahu begitu, Syiela berangkatnya sedikit molor saja agar ia bisa bertemu Bintang dulu barang semalam dan menghabiskan waktu bersama.


"Menyebalkan!" Gumam Syiela kesal seraya kembali mengetik pesan untuk Elang.


[Lalu kenapa dia mengatakan padaku kalau dia baru akan pulang lusa?]-Syiela-


[Bintang salah membaca tanggal di tiketnya saat memberitahumu. Itu yang dikatakannya tadi padaku. Dia belum meneleponmu memang?] -Elang-


[Belum sama sekali! Aku juga masih ada di acara yang tak kunjung selesai ini] -Syiela-


[Lalu kenapa tak mengirim pesan saja pada Bintang?] -Elang-


[Ponselnya tidak aktif. Mungkin dia juga sudah tidur. Bintang tidak sepertimu yang suka begadang] -Syiela-


[Padahal biasanya aku juga sudah tidur jam segini. Dan asal kau tahu kalau aku sangat jarang begadang] - Elang-


[Kecuali insomnia saja] -Elang-


[Alasan!] -Syiela-


[Aku serius!] -Elang-


[Ck! Aku akan tidur saja! Besok aku ada meeting pagi-pagi] -Elang-


[Hei! Jangan banyak alasan! Kau siapa memangnya? Bukankah katamu Bintang sudah pulang? Jadi biar Bintang yang meeting besok dan kau temani aku ngobrol dulu sampai acara bodoh ini selesai!] -Syiela-


[Astaga! Aku tidak mau! Aku akan tidur sekarang! Ini pesan terakhir. Aku tak akan membalas pesanmu lagi setelah ini! Aku akan tidur.] -Elang-


[Jangan coba-coba, Elang Bharata!] -Syiela-


Syiela dengan cepat menekan tombol panggilan video. Persetan dengan Syiela yang masih di acara sekarang!


[Angkat panggilan videoku! Aku punya banyak kandidat gadis yang mungkin bisa kau pilih satu menjadi kekasihmu] -Syiela-


[Maaf, tapi aku tak suka produk asing! Aku lebih suka gadis lokal]-Elang-


[Ck! Angkat saja video call ku kalau begitu!] - Syiela-


[Bukankah kau masih di acara?] -Elang-


Syiela mendengus dan wanita itu segera menenggak minumannya hingga tandas Syiela lalu keluar dari ballroom hotel, tempat pertemuan digelar dan naik menuju ke lantai paling atas. Wanita itu kembali mengirim pesan pada Elang.


[Aku sudah kabur ke rooftop! Pemandangan hotel ini bagus sekali ternyata. Sayang Bintang tak ikut aku kesini.] -Syiela-


[Kau tinggal menelepon Bintang dan menyuruhnya menyusul kesana,lalu kalian bisa honeymoon jilid dua] -Elang-


[Yap! Tapi pesanku baru akan dibaca Bintang besok. Lalu dia akan menyusul kapan? Dia menyusul aku sudah pulang!] -Syiela-


[Kau tinggal memperpanjang kunjungmu!] -Elang-


[Kau pikir aku pengangguran? Aku punya banyak jadwal bertemu klien] -Syiela-


[Benar-benar nona muda yang sibuk!] -Elang-


[Yeah! Mau menggantikan posisiku? Aku dengar kau banyak menganggur sekarang setelah Bintang naik jadi direktur] -Syiela-

__ADS_1


[Maaf, aku tak tertarik! Aku sudah menikmati pekerjaanku yang sekarang!] -Elang-


"Dasar menyebalkan!" Gumam Syiela setelah membaca pesan Elang yang terakhir. Syiela kembali mencoba untuk menekepon Elang. Namun hanya diabaikan.


[Angkat teleponku sekarang!] -Syiela-


[Ini sudah lewat tengah malam, Syiela! Aku tak enak pada Bintang!] -Elang-


Selalu saja memakai alasan itu!


Toh Bintang juga bukan pencemburu!


Kenapa Elang seperti menghindari Syiela belakangan ini?


[Bintang tak akan tahu! Lagipula, dulu kita juga sering mengobrol di telepon atau video call lewat tengah malam. Baru akhir-akhir ini saja kau sering menghindariku dan jarang membalas pesanku. Kecuali pesan penting!] -Syiela-


[Ada hati yang harus dijaga, Syiela! Kau istri Bintang sekarang dan aku harus menjaga jarak darimu] -Elang-


Syiela diam sejenak membaca pesan bijak Elang. Namun jari wanita itu tetap lanjut mengetik, karena Syiela sedang butuh teman mengobrol sekarang!


Seharusnya Syiela ngobrol atau video call bersama Bintang. Tapi sudahlah! Suami Syiela itu sikapnya benar-benar sulit dimengerti belakangan ini!


Bilang pulang lusa, tiba-tiba pulang hari ini!


Ponsel kerap dinonaktifkan!


Dan sering menolak saat Syiela mengajak video call.


Ada apa sebenarnya dengan Bintang?


[Siapa yang menyuruh memang? Kita bahkan sudah bersahabat sebelum aku berpacaran dan menikah dengan Bintang. Toh Bintang juga bukan pria pencemburu! Jadi kau tak usah beralasan seperti itu!] -Syiela-


[Tetap saja! Bintang itu cemburu melihat kedekatan kita, meskipun kau selalu bilang kalau kita hanya sahabat dan tak lebih] -Elang-


[Sok tahu!]-Syiela-


[Lagipula, Bintang pasti berkata terus terang padaku jika ia tak suka aku dekat-dekat denganmu!] -Syiela-


[Ck! Pekalah sedikit pada suamimu, Syiela! Jangan egois!] -Elang-


[Siapa yang egois? Kau saja yang terlalu lebay memikirkan perasaan orang lain, sampai-sampai kau lupa pada perasaanmu yang seharusnya kau berikan pada seorang gadis itu!] -Syiela-


[Maksudnya?] -Elang-


[Carilah pacar atau kekasih atau istri, Elang Bharata!] -Syiela-


[Aku harus mencari dimana? Apanbisa dibeli di toko atau di pasar?] -Elang-


[Ck! Jawabanmu selalu menyebalkan jika masalah pacar! Sebenarnya kajnitu pria normal atau bukan?] -Syiela-


[Sialan! Tentu saja aku pria normal!] -Elang-


[Carilah pacar kalau begitu! Lalu jadikan istri dan hamili istrimu! Maka aku akan percaya kalau kau pria normal] -Syiela-


[Tidak semudah itu! Mencari gadis untuk dijadikan pacar itu rumit] -Elang-


[Sama sekali tidak! Nyatanya, aku dan Bintang kemarin tidak rumit. Kami bertemu, jatuh cinta, lalu menikah dan sekarang kami bahagia!] - Syiela-


Tak ada pesan balasan lagi dari Elang. Padahal pesan Syiela barusan sudah dibaca oleh Elang.


[Elang! Jangan bilang kau sudah tidur] -Syiela-


Masih tak ada pesan balasan!


[Elang!] -Syiela-


Tetap tak ada pesan balasan, hingga Syiela mencoba menelepon sahabatnya itu, tetap juga tak diangkat.


Dasar Elang menyebalkan!!


.


.


.

__ADS_1


Terima kasih yang sudah mampir.


Jangan lupa like biar othornya bahagia.


__ADS_2