
"Kau sudah pulang, Sayang?" Tanya Syiela pada Bintang di seberang telepon.
"Ya, aku baru keluar dari kantor. Kau bagaimana?"
"Aku juga baru saja bertemu klien terakhir. Kita pulang bareng, ya!" Jawab Syiela seraya memoleskan lipstik ke bibirnya.
"Baiklah, aku akan menjemputmu."
"Aku tunggu! Bye!" Pungkas Syiela seraya menutup telepon. Syiela baru saja akan menyimpan ponselnya, saat ada beberapa pesan yang masuk dari Elang.
[Hai, Bintang! Ini tiket liburanmu bersama Syiela ke kota Z] -Elang-
[Resort dan paket wisata juga sudah aku pesankan sesuai perintahmu. Happy honeymoon] -Elang-
Syiela langsung bersiul saat wanita itu membuka tiket yang dikirimkan oleh Elang .
Dasar Elang!
Masih muda tapi sudah pikun!
[Apa kau salah mengirim tiket ke ponselku? Dasar pikun] -Syiela-
[Tapi aku juga mau mengucapkan terima kasih padamu yang sudah salah kirim, karena sekarang aku jadi tahu kejutan yang disiapkan Bintang untukku!] -Syiela-
[Liburan!!]-Syiela-
Syiela tersenyum senang saat mengetik pesan yang terakhir pada Elang.
Wanita itu langsung mengemasi barangnya, dan keluar dari butik dengan hati riang.
Liburan ke kota Z!
Bersama Bintang!
Oh, ini akan menjadi second honeymoon yang romantis dan berkesan!
Syiela akhirnya akan bisa menjelajahi pulau-pulau di kepulauan dekat kota Z!
****
Bintang kembali memeriksa ponselnya saat ada pesan masuk.
Bukan dari Elang!
Sial!
Sebenarnya Elang jadi menesankan tiket untuk Bintang tidak?
Bintang ingin membatalkannya sesegera mungkin sebelum Syiela tahu, karena Bintang tak akan berlibur bersama Syiela ke kota Z!
Gavin yang merupakan adik Vaia adalah tour guide di kepulauan dekat kota Z. Kalau Bintang menbawa Syiela kesana, lalu ia bertemu Gavin atau Ezra atau malah Vaia, bisa kacau semuanya!
__ADS_1
[Sayang, kau sudah dimana?] -Syiela-
Ck!
Bintang berdecak setelah pria itu membaca pesan dari Syiela. Pesan Elang masih belum masuk dan Syiela sudah mendesak minta dijemput!
Baiklah, Bintang sedikit bingung sekarang!
Bintang akhirnya lanjut mengemudikan mobilnya ke arah butik Syiela. Semoga Elang akan secepatnya mengirimkan tiket yang tadi ia janjikan pada Bintang.
Setelah menempuh perjalanan selama dua puluh menit, Bintang akhirnya tiba di butik Syiela.
"Hai, Sayang!" Sapa Syiela yang langsung menghampiri Bintang ke dalam mobil masih dengan wajah riang. Bintang sampai heran dengan sikap Syiela tersebut.
Ada apa dengan istri Bintang ini?
"Kau terlihat bahagia," ujar Bintang yang sudah kembali melajukan mobilnya dan meninggalkan butik Syiela.
"Tentu saja!"
"Surprizemu luar biasa!" Syiela tiba-tiba sudah merangkul dan mendekap Bintang dan wanita itu terlihat senang sekali. Berbeda dengan Bintang yang terlihat bingung.
"Syiela aku sedang mengemudi!" Sergah Bintang cepat mengingatkan Syiela yang masih memeluknya dengab lebay.
"Maaf, aku terlalu senang, Sayang!" Ucap Syiela lagi yang sudah melepaskan pelukannya pada Bintang.
Sementara Bintang masih bertanya-tanya tentang surprize yang dimaksud oleh Syiela.
Surprize apa sebenarnya?
Atau jangan-jangan, Elang sudah memberitahu Syiela perihal honeymoon ke kota Z?
Jika iya, Bintang akan langsung memaki saudara angkatnya itu habis-habisan.
Sudah dibilang kalau Bintang yang akan memberitahu Syiela! Lalu kenapa Elang malah lancang memberitahu Syiela tanpa seizin Bintang?
"Kau tahu darimana tentang surprize itu, Sayang?" Tanya Bintang akhirnya pada Syiela yang kedua matanya masih berbinar dan menyiratkan kebahagiaan.
"Elang salah mengirimkan pesan ke ponselku," Cerita Syiela seraya tergelak.
"Pria itu sepertinya terlalu banyak memikirkan pekerjaan, hingga ia bisa salah mengirimkan salinan tiket yang seharusnya ia kirim ke ponselmu," ujar Syiela lagi yang masih tergelak.
"Tapi sisi baiknya, aku jadi tahu tentang surprize yang akan kau berikan kepadaku!" Syiela kembali bersorak senang.
"Kita berangkat besok pagi, Sayang! Aku akan langsung berkemas setelah kita tiba di rumah!" Cerocos Syiela panjang lebar yang sepertinya begitu bersemangat.
"Oh, ya! Kita pulang ke rumah Papa saja karena baju renangku ada di sana semua," ujar Syiela lagi yang hanya ditanggapi Bintang dengan anggukan.
Bintang masih memikirkan sebuah cara agar liburannya bersama Syiela ke kota Z bisa batal. Tapi Bintang harus membuat tindakan apa?
Tak mungkin Bintang merobek atau membakar tiketnya, karena itu adalah e-ticket! Lalu Bintang harus melakukan apa? Kenapa mendadak otak Bintang menjadi buntu?
__ADS_1
"Sayang! Rumahnya terlewat!" Syiela menepuk lengan Bintang karena pria itu tak berbelok ke rumah papa Frans, dana malah terus melaju melewati rumah Papa Frans.
Bintang buru-buru menekan pedal rem, saat ia sadar kalau rumah papa Frans memang sudah terlewat.
"Kamu melamun?" Tuding Syiela menatap tak senang pada Bintang.
"Tidak!" Sanggah Bintang cepat.
"Lalu bagaimana ceritanya rumah papa bisa kelewat? Tatapan matamu saja tadi terlihat kosong!" Cecar Syiela yang tak berhenti mengomeli Bintang.
Bintang tak berkomentar apa-apa dan pria itu sudah selesai putar balik. Segera Bintang menuju ke rumah Papa Frans dan kali ini tanpa melamun agar rak kebablasan lagi!
****
Bintang mendongakkan kepalanya dibawah shower yang mengguyur wajah dan kepala Bintang. Pria itu masih memikirkan tentang alasan untuk membatalkan liburannya ke kota Z bersama Syiela.
Puas mengguyur wajahnya dengan air dari shower, Bintang lanjut mengambil sabun. Namun Bintang nyaris terpeleset saat qda tetesan sabun cair di lantai, dan Bintang tak sengaja menginjaknya.
Masih bagus Bintang berhasil menjaga keseimbangan hingga ia tak jatuh terjerembab.
Tapi ngomong-ngomong soal terpeleset, Bintang tiba-tiba punya sebuah ide konyol yang mungkin akan bisa membuatnya batal pergi ke kota Z.
"Astaga, ini konyol!" Gumam Bintang pada dirinya sendiri.
Namun setelah Bintang menimbang-nimbang, sepertinya ini satu-satunya cara.
"Baiklah, sedikit saja," gumam Bintang lagi seraya menuangkan sabun ke lantai kamar mandi.
Bintang lalu bersiap untuk menginjak sabun tadi dan hanya dalam hitungan detik, suara debuman tang lumayan keras langsung terdengar dari kamar mandi.
"Aaaarrrgggh!" Jerit Bintang keras, bersamaan dengan tubuhnya yang sudah terbanting ke lantai dengan kaki kana menekuk.
Syiela tergopoh-gopoh membuka pintu kamar mandi dan wanita itu langsung kaget melihat Bintang yang sudah jatuh gara-gara terpeleset di kamar mandi.
Bagaimana bisa?
"Bintang!'
"Syiela, cepat cari bantuan!" Ucap Bintang seraya meringis menahan sakit di kakinya
Tapi kaki Bintang memang benar-benar sakit sekarang dan Bintang hanya berharap semoga kakinya tak benar-benar patah!
Syiela keluar dari kamar dengan cepat untuk memanggil para maid. Dan tak berselang lama, Bintang sudah berhasil dipapah keluar dari kamar mandi oleh Syiela dan beberapa maid.
Dan karena Syiela yang khawatir serta takut kalau-kalau kaki Bintang patah, akhirnya memutuskan untuk membawa Bintang ke rumah sakit saja agar bisa dilakukan pemeriksaan lengkap.
.
.
.
__ADS_1
Terima kasih yang sudah mampir.
Jangan lupa like biar othornya bahagia.