Istri Rahasia Bintang

Istri Rahasia Bintang
ELANG SIALAN!


__ADS_3

Syiela menatap heran pada Bintang yang baru selesai mandi dan keluar dari kamar mandi tapi sambil membawa ponselnya.


"Kau mandi sambil telepon seseorang?" Tanya Syiela penuh selidik.


"Tidak!" Jawab Bintang tergagap yang buru-buru menyembunyikan ponselnya di balik punggung.


"Lalu itu apa?" Syiela menunjuk geram ke ponsel Bintang.


"Hanya main game!" Ujar Bintang akhirnya beralasan.


Sial!


Sejak kapan juga Syiela memperhatikan Bintang yang baru keluar dari kamar mandi? Padahal biasanya wanita itu juga hanya cuek dan tak peduli!


Syiela tak berkomentar lagi dan hanya geleng-geleng kepala.


"Aku mau mandi," ujar Syiela yang sudah ganti masuk ke kamar mandi, meninggalkan Bintang yang masih terlihat salah tingkah.


****


Vaia masih menggoreskan cat ke kanvas di depannya saat sebuah mobil terlihat berhenti di dekat pom mini yang berada di samping toko. Pom itu juga masih milik Ayah Arga, seperti halnya toko serba ada ini.


Vaia baru saja akan beranjak dari duduknya, saat ternyata Ayah Arga sudah muncul untuk melayani pembeli bahan bakar yang baru datang tadi. Vaia akhirnya kembali duduk dan melanjutkan lukisannya.


Triiing!


Suara bel di pintu toko, membuat Vaia sedikit menoleh, bersamaan dengan seorang pria yang masuk ke toko.


Vaia kembali melanjutkan lukisannya, dan membiarkan pria tadi memilih barang yang hendak ia beli.


Triing!


Bel di atas pintu kembali berbunyi bersamaan dengan Gavin yang masuk ke toko.


"Kak Vaia! Disuruh Bunda pulang dan makan! Tadi kak Vaia belum sarapan, kan?" Ucap Gavin yang langsung membuat Vaia tertawa kecil.


"Bunda sudah bangun memang?" Tanya Vaia yangvterap menggoreskan cat minyak-nya ke atas kanvas dan seolah mengabaikan perintah Gavin tadi.


"Sudah! Cepat pulang dan makan sana! Susa omelet Gavin masih ada!" Jawab Gavin mulai memaksa dan Vaia langsung mencibir.


Makan sisa omeletnya Gavin?


Vaia tidak mau!


"Masih ada pembeli!" Ucap Vaia kemudian sedikit beralasan. Vaia juga mengendikkan dagu ke arah pria yang masih berdiri di depan showcase minuman dan sepertinya belum selesai memilih-milih minuman yang hendak ia beli.


"Tenang! Biar Gavin yang melayani!" Jawab Gavin seraya menepuk dadanya.


"Tumben!" Vaia akhirnya bangkit dari duduk dan segera membereskan peralatan lukisnya.


"Sedang luang, Kak! Nanti sore baru ke pulau lagi jadi tour guide!"


"Kak Vaia tidak honeymoon ke pulau seberang bersama abang Bintang." Tanya Gavin selanjutnya yang suka sekali bolak-balik ke rumah dan ke pulau. Gavin memang bekerja sampingan sebagai tour guide di sela-sela kesibukannya sebagai mahasiswa salah satu universitas di kota ini.


"Kan kemarin sudah honeymoon ke pulau!" Jawab Vaia seraya berjalan ke arah pintu toko, meninggalkan Gavin yang kini sudah duduk di belakang meja kasir.


Vaia keluar dari toko, dan sedikit menyapa Ayah Arga yang masih berbincang dengan pembeli BBM tadi yang sepertinya satu kendaraan juga dengan pria yang membeli minuman di toko barusan.


Entahlah!


Sepertinya mereka memang pendatang karena wajahnya terlihat asing.


Vaia lanjut menyeberang jalan di depan toko, lalu pulang ke rumah untuk mengisi perutnya yang tumben merasa lapar.


****


Bintang masih berkutat dengan laptopnya, saat pintu ruangan pria itu dibuka dari luar. Ada Papa Frans yang masuk ke ruangan Bintang.


"Siang, Pa!" Sapa Bintang pada sang papa.


"Siang!"


"Kau dan Syiela menginap di rumah mertuamu dua malam kemarin?" Tebak Papa Frans.


"Iya, Pa! Syiela sedikit rindu pada kedua orang tuanya," jawab Bintang beralasan. Padahal bukan itu alasan yang sebenarnya. Semuanya gara-gara Elang yang kata salah satu karyawan sedang di luar kota sekarang.


Disaat Bintang mengajak Syiela menginap di rumah Papi Dana, Elang malah berada di luar kota. Tapi saat Bintang dan Syiela di rumah Papa Frans, Elang terlihat sangat betah di rumah!


Sikap Elang semakin mencurigakan saja!


Jangan-jangan benar dugaan Bintang kalau Elang sebenarnya memang menyimpan sebuah perasaan pada Vaia!


Bintang sendiri masih lanjut menginap di rumah Papi Dana, karena Papi Dana dan Mami Wenny akhirnya sudah pulang kemarin malam.

__ADS_1


"Elang masih belum kembali dari kota Z, ya?" Tanya Papa Frans selanjutnya pada Bintang yang langsung terkejut.


Elang? Ke kota Z?


Kenapa pria itu tak memberitahu Bintang?


"Elang ke kota Z, Pa?" Tanya Bintang memastikan pada sang papa.


"Ya! Ada sedikit masalah dengan proyek di sana. Jadi Papa meminta Elang untuk pergi," jawab Papa Frans.


"Lalu kenapa Papa tidak menyuruh Bintang saja yang pergi, Pa? Proyek itu sejak awal kan Bintang yang mengawasi! Elang mana tahu-menahu?" Sergah Bintang sedikit emosi.


Seharusnya Bintang bisa pergi ke kota Z dan bertemu Vaia.


Tapi malah Elang yang pergi dan Bintang jadi tak bisa menemui Vaia!


"Syiela baru saja pulang, dan kau malah mau ke kota Z! Apa kau tak rindu pada istrimu?" Papa Frans geleng-geleng kepala.


Bintang sontak salah tingkah dan pria itu langsung garuk-garuk kepala. Bintang merasa kalau sikapnya tadi sedikit berlebihan hingga membuat Papa Frans geleng-geleng kepala.


"Lagipula, Elang sudah langsung menyelesaikan masalah di sana dan seharusnya dia sudah kembali hari ini," ujar Papa Frans lagi seraya tangannya memeriksa beberapa berkas di atas meja Bintang.


"Syukurlah kalau begitu!" Komentar Bintang singkat yang sebenarnya tangannya sudah gatal dan ingin secepatnya menghubungi Elang. Kenapa juga Elang tak pamit pada Bintang, jika ia mau pergi ke kota Z. Bintang bahkan baru tahu Elang pergi ke luar kota kemarin siang, saat Bintang menanyakan keneradaan pria itu pada salah satu karyawannya. Ponsel Elang juga tak bisa dihubungi sejak kemarin.


Aneh!


"Bintang!" Tegur Pala Frans yang langsung membuyarkan lamunan Bintang.


"Iya, Pa!"


"Ayo ke ruang meeting! Kau lupa kalau kita ada meeting?" Ajak Papa Frans yang langsung membuat Bintang melirik arlojinya.


Ya ampun!


Bintang benar-benar lupa!


"Iya, Pa!" Jawab Bintang akhirnya seraya mengekori Papa Frans untuk keluar dari ruangannya dan menuju ke ruang meeting.


****


Hari sudah beranjak sore, saat Bintang kembali dari ruang meeting. Pria itu sudahtak sabar untuk segera menelepon Elang dan mencecar pria itu tentang kepergiannya ke kota Z. Bintang seolah masih tak terima tentang Elang yang pergi tanpa memberitahu Bintang.


Seharusnya Bintang saja yang pergi, jadi Bintang bisa memberi kejutan untuk Vaia.


"Halo, Bintang! Ada apa?" Telepon Bintang langsung diangkat oleh Elang di dering pertama.


"Elang, kata Papa kau sekarang ada di kota Z?" Tanya Bintang to the point.


"Ya! Ada sedikit masalah di proyek, jadi Papa meminta aku yang menanganinya. Tapi sekarang semua masalahnya sudah selesai, jadi kau tenang saja."


Tenang saja kata Elang!


Bagaimana Bintang bisa tenang saja kalau Bintang tak bisa pergi ke kota Z dan menemui Vaia?


"Kenapa kau tak mengatakannya kepadaku? Aku yang kemarin mengurus pembangunan proyek itu dari awal. Jadi jika ada masalah, harusnya aku yang pergi ke sana!" Cecar Bintang akhirnya yang sudah merasa kesal pada Elang.


Apalagi secara teknis, Elang adalah bawahan Bintang di kantor. Jadi seharusnya Elang meminta izin paxa Bintang sebelum pergi ke kota Z! Bukannya malah pergi diam-diam tanpa pamit tanpa memberitahu!


"Bukankah Syiela baru saja pulang dari luar negeri? Dan kalian juga sudah beberapa hari tak bertemu. Jadi jika kau pergi lagi kesini, apa kau tak kasihan pada Syiela yang sudah sangat merindukanmu?"


Kalimat Elang seperti sebuah skakmat sekarang.


Sial!


"Maksudku, aku akan pergi ke sana bersama Syiela sekalian honeymoon." Bintang mendadak jadi salah tingkah dan merasa kalau teleponnya pada Elang ini malah jadi bumerang untuknya. Sikap marah Bintang karena Elang pergi ke kota Z tanpa melapor pada Bintang seakan menunjukkan kalau Bintang punya istri simpanan di kota Z.


Tapi Bintang memang punya istri bernama Vaia di kota Z!


"Kalau seperti itu, masalah di proyek tak akan selesai karena kau sibuk bulan madu."


Bintang kembali tertohok dengan kalimat sindiran yang dilayangkan oleh Elang.


Sial sekali!


Elang seakan sudah tahu tentang rahasia Bintang di kota Z!


Apa jangan-jangan Elang memang sudah tahu?


"Tentu saja aku akan menyelesaikan masalah proyek terlebih dahulu sebelum berbulan madu!" Tukas Bintang mengungkapkan sebuah alasan masuk akal.


"Begitu, ya!"


"Kalau begitu, kau bisa honeymoon bersama Syiela besok atau lusa! Aku akan memesankan tiket untuk kalian berdua-"

__ADS_1


"Apa?" Kalimat to the point Elang malah membuat Bintang kalang kabut sekarang.


Sial!


Apa maunya Elang sebenarnya?


Atau jangan-jangan benar dugaan Bintang kalau Elang sudah tahu semua rahasia Bintang di kota Z!


"Tiket honeymoon! Bukankah Syiela sangat ingin pergi ke sini, Bintang! Dan seingatku, kau pernah menjanjikan pada Syiela untuk mengajak istrimu itu berlibur di kepulauan dekat sini!"


"Jadi sekarang aku akan membelikan tiket untuk kalian berdua."


"Pekerjaanku disini sedang banyak-banyaknya, Elang! Aku tak mau meninggalkan tanggung jawabku!" Sergah Bintang yang langsung beralasan.


Pergi ke kota Z bersama Syiela sama saja bunuh diri!


Bagaimana kalau nanti Vaia, atau keluarga Vaia tak sengaja bertemu Bintang yang bermesraan bersama Syiela?


Bisa hancur semua rahasia yang Bintang simpan rapat selama ini!


Dan soal omongan Bintang pada Elang yang mengatakan kalau Bintang akan mengajak Syiela ke kota Z tadi hanyalah basa-basi dan bualan semata.


Sial sekali karena Elang malah menganggapnya setius!


"Oh, jangan khawatir soal itu, Bintang! Masalah disini sudah beres, dan aku akan pulang besok pagi untuk mengambil alih tanggung jawabmu di perusahaan-"


"Aku benar-benar tak mau merepotkanmu, Elang!" Sergah Bintang cepat menolak tawaran Elang untuk ke kota Z bersama Syiela.


"Sama sekali tak merepotkan! Aku akan melakukannya dengan senang hati sementara kau berlibur bersama Syiela disini!"


"Tapi-" Bintang sudah kehabisan alasan sekarang karena Elang yang sepertinya memaksa sekali agar Bintang dan Syiela berlibur ke kota Z!


Seharusnya Bintang tadi tidak usah menelepon Elang! Dasar bodoh!


"Tiketmu sudah aku pesan. Kau dan Syiela bisa berangkat besok sore."


Kalimat Elang benar-benar membuat Bintang ingin mengumpat sekarang!


"Tapi Syiela-" Kalimat Bintang kembali disela oleh Elang.


"Syiela sudah sampai, kan?"


Cih!


Dia yang menjemput Syiela di bandara kemarin, dia juga yang bertanya! Dasar!


"Iya, dia sedang istirahat sekarang. Katanya sedikit jetlag. Jadi konyol sekali jika besok dia harus kembali naik pesawat ke kota Z!" Bintang akhirnya bisa kembali beralasan.


"Jetlag-nya akan langsung hilang saat dia tahu kalau kau akan mengajaknya honeymoon."


Terdengar kekehan dari Elang sok tahu!


Pria itu memang selalu sok tahu mengenai Syiela!


"Nanti aku akan bicara pada Syiela-"


"Tidak usah!" Sela Bintang dengan nada bicara yang sudah naik tujuh oktaf.


Bintang tak akan mengatakan rencana konyol Elang ini pada Syiela! Bintang akan langsung membuang tiket yang diberikan Elang!


"Aku sendiri yang akan memberitahu Syiela nanti!" Ujar Bintang lagi dengan nada tegas pada Elang. Tapi tentu saja Bintang tak akan memberitahu Syiela!


Yang benar saja! Bintang tidak mau bunuh diri!


"Baiklah! Tiketnya akan aku kirim ke ponselmu!"


"Sial! Elang sialan!" Maki Bintang dalam hati yang mendadak merasa kesal setengah mati pada Elang.


"Ya, aku tunggu!" Pungkas Bintang akhirnya meskipun dalam hati ia sangat ingin mengumpat pada Elang.


Telepon akhirnya terputus dan Bintang langsung menyugar kasar rambutnya.


Elang sialan!!


.


.


.


Terima kasih yang sudah mampir.


Jangan lupa like biar othornya bahagia.

__ADS_1


__ADS_2