Istri Rahasia Bintang

Istri Rahasia Bintang
KEJUTAN


__ADS_3

Malam menjelang.


Bintang baru saja selesai makan malam seraya berbincang bersama Papa Frans. Pria itu memilih untuk segera masuk ke kamarnya dan menghubungi Vaia atau mungkin Syiela.


Bintang akan menghubungi kedua istrinya itu saja agar adil!


Namun baru saja Bintang membuka pintu kamar, pria itu melihat Elang yang menuruni tangga dengan tergesa.


"Elang! Mau kemana?" Tanya Bintang pada sang saudara angkat.


"Ada keperluan sebentqr di luar," jawab Elang yang sepertinya benar-benar sedang tergesa-gesa.


"Aneh!" Gumam Bintang seraya mengendikkan kedua bahunya.


"Bintang melanjutkan langkahnya untuk masuk ke kamar, lalu pria itu menyamankan posisinya sebelum mulai menelepon Syiela terlebih dahulu.


Tersambung tapi tak diangkat!


Mungkin Syiela sedang sibuk. Baiklah, Bintang akan lanjut menelepon Vaia. Jam masih menunjukkan pukul tujuh malam. Jadi Vaia juga pasti belum tidur.


Sejak siang Bintang belum menghubungi Vaia!


"Halo, Bang!"


Bukan suara Syiela yang terdengar di ujung telepon, melainkan suara Ezra.


"Ezra! Vaia mana?" Tanya Bintang to the point.


"Kak Vaia sudah tidur, Bang! Tadi pulang dari bandara Kak Vaia mengeluh mual dan pusing-"


"Mungkin jetlag?" Sergah Bintang menerka-nerka.


"Bisa jadi, Bang!"


"Ada pesan untuk Kak Vaia? Nanti biar Ezra sampaikan kalau Kak Vaia bangun."


"Tidak usah, Ezra! Vaia pasti akan menelepon balik jika dua bangun dan tahu aku menghubunginya," jawab Bintang penuh percaya diri.


"Baiklah, Bang! Selamat malam?"


"Malam!" Pungkas Bintang bersamaan dengan telepon yang sudah terputus. Bintang menyimpan ponselnya, lalu pergi ke kamar mandi sebentar untuk buang air.


Selang lima menit, Bintang sudah keluar dari toilet, dan ponselnya yang berada di atas nakas berdering.


Vaia menelepon!


Apa wanita itu sudah bangun dari tidurnya?

__ADS_1


"Halo, Sayang!" Sambut Bintang cepat, seraya duduk di sofa yang ada di kamar.


"Kau tadi menelepon?"


Suara Vaia terdengar lirih dan sepertinya wanita itu benar-benar sakit seperti kata Ezra tadi.


"Ya! Aku hanya ingin memastikan kalau kau sudah tiba di kota Z dengan selamat." Ujar Bintang mengatakan alasannya menelepon Vaia.


"Ya, aku sudah tiba dengan selamat dan sudah dijemput Ezra tadi. Hanya saja, aku sedikit jetlag-" Kalimat Vaia terputus dan saat Bintang mendengarkan lebih seksama, terdengar suara Vaia yang sepertinya sedang muntah-muntah.


"Hoek!"


"Sayang, kau baik-baik saja?" Tanya Bintang yang entah didengar oleh Vaia atau tidak.


"Sayang!" Panggil Bintang lagi.


"Maaf! Sepertinya aku masih jetlag,Sayang!" Panggilan Bintang akhirnya dijawab oleh Vaia.


"Istirahat dan minum obat, oke!" Bintang baru saja menyelesaikan nasihatnya pada Vaia saat pintu kamar Bintang tiba-tiba sudah menjeblak terbuka.


"Surprize!" Seru Syiela yang langsung membuat Bintang buru-buru mematikan teleponnya pada Vaia. Bintang benar-benar tak menyangka jika Syiela akhirnya pulang malam ini!


"Kau sudah pulang, Sayang?" Bintang meletakkan ponselnya serampangan, seraya menyambut Syiela yang tiba-tiba sudah menerjang Bintang dan naik ke pangkuannya.


Syiela lalu tanpa basa-basi langsung melepaskan kancing blouse-nya sendiri dan meraup bibir Bintang yang masih terlihat kaget dengan kejutan yang diberikan oleh Syiela.


Bintang perlahan mulai bisa mengimbangi pergerakan Syiela yang agresif, dan tangan pria itu sudah aktif menyusup ke bawah bra Syiela, lalu memainkan dada Syiela yang semakin montok berisi hingga membuat Syiela menggelinjang. Bintang lanjut menyibak bra yang dikenakan Syiela, sebelum kemudian peia itu menghisap kedua bukit kembar Syiela secara bergantian.


"Emmmmhhh!" Lenguh Syiela seraya menjambak rambut Bintang yang tetap asyik meny*su padanya, bergantian kiri dan kanan.


****


Tuut tuut!


Telepon Bintang tiba-tiba terputus, sebelum Vaia sempat menjawab nasehat Bintang. Vaia hebdak menelepon ulang suaminya tersebut, namun perutnya malah kembali terasa mual dan seperti diaduk-aduk.


"Hoek!" Vaia cepat-cepat berlari ke kamar mandi untuk menguras isi perutnya.


Masih tak ada yang keluar!


Vaia menyalakan kran dan segera mencuci wajahnya. Baru saja Vaia akan keluar, perutnya sudah terasa seperti diaduk-aduk lagi.


Namun sekali lagi, Vaia tak memuntahkan apapun dari dalam perutnya. Vaia juga bingung sebenarnya ia sedang masuk angin atau ini hanya pengaruh dari jetlag.


"Vaia!" panggil Bunda Vale yang sudah menyusul Vaia ke dalam toilet.


"Masih mual-mual?" Tanya Bunda Vale seraya mengusap lembut punggung Vaia, lalu memijit tengkuk putri sambungnya itu juga.

__ADS_1


"Iya, Bund! Sepertinya Vaia masuk angin,", jawab Vaia menerka-nerka sendiri.


"Atau mungkin kau sedang hamil," tukas Bunda Vale tiba-tiba seraya menyodorkan sebuah testpack pada Vaia.


"Hamil?" Guman Vaia merasa bingung.


"Tapi Vaia baru sebulan menikah dengan Bintang, Bund!" Ujar Vaia lagi menatap ragu pada Bunda Vale.


"Kau sudah dapat tamu bulanan selama sebulan ini?" Tanya Bunda Vale menyelidik yang langsung membuat Vaia menggeleng.


"Datang bulan terakhir Vaia, adalah seminggu sebelum menikah dengan Bintang...." Vaia tampak berpikir.


"Tak ada salahnya dites, Vaia! Mungkin mrmang sudah ada kabar baik," ujar Bunda Vaia yang langsung membuat Vaia mengangguk. Vaia masuk ke toilet lagi untuk melakukan test pada air seninya.


Akan menjadi sebuah keajaiban, jika hasilnya benar-benar dua garis. Vaia akan memberikan kejutan pada Bintang nanti....


Vaia mengamati testpack yang ujungnya sudah tercelup ke dalam air seni Vaia. Satu garis merah sudah terlihat jelas. Lalu satu garis lagi....


"Hah!" Vaia menutup mulutnya sendiri dan merasa tak percaya dengan hasil yang kini ia dapatkan.


Dua garis merah yang artinya Vaia sedang hamil!


Vaia hamil anaknya Bintang!


"Bunda!" Seru Vaia yang langsung membuka pintu kamar mandi dengan cepat.


"Bagai-"


"Vaia hamil!" Vaia sudah langsung menunjukkan testpack dua garus di tangannya pada Bunda Vale.


"Selamat, Sayang!" Ucap Bunda Vale yang langsung memeluk Vaia dengan erat.


Kabar mengenai kehamilan Vaia langsung menyebar ke semua anggota keluarga Diba. Tentu saja semuanya menyambut dengan sukacita kehamilan pertama Vaia ini.


Namun Vaia juga meminta pada semua keluarganya untuk merahasiakan dulu kehamilan ini dari Bintang.


Vaia ingin memberikan kejutan untuk suaminya tersebut, saat nanti mereka berjumpa!


.


.


.


Terima kasih yang sudah mampir.


Jangan lupa like biar othornya bahagia.

__ADS_1


__ADS_2