Istri Rahasia Bintang

Istri Rahasia Bintang
VAIA HILANG


__ADS_3

Tengah malam...


Syiela yang masih pura-pura terlelap, merasakan Bintang yang tidur di sebelahnya bangun dan beranjak dari atas ranjang. Syiela memasang pendengaran baik-baik, saat terdengar suara langkah Bintang yang menuju ke pintu hingga akhirnya suami Syiela itu keluar dari kamar hotel.


"Bintang mau kemana?" Gumam Syiela yang langsung bangun setelah Bintang pergi.


Syiela bergegas memakai jaket dan wanita itu berniat untuk membuntuti Bintang. Semoga Syiela tak kehilangan jejak.


Feeling Syiela mengatakan kalau Bintang pasti hendak menemui Vaia entah dimana.


Syiela baru tiba di loby bawah, saat ternyata Bintang sudah tak terlihat. Sebuah taksi sudah meluncur keluar dari hotel dan sepertinya itu adalah taksi yang dinaiki Bintang.


Sial!


Syiela tak mungkin mengejar kalau Bintang pergi naik taksi. Ada banyak taksi yang berlalu lalang!


Syiela akhirnya mengurungkan niatnya, dan mencoba menghubungi nomor Vaia. Hanya ada operator yang menjawab dan menagtakan kalau ponsel Vaia sedang tidak aktif. Pantas saja Bintang langsung gerak cepat untuk menemui Vaia!


Tapi Syiela masih penasaran tentang hubungan Vaia dan Bintang. Apa benar Vaia adalah selingkuhan Bintang? Atau mereka punya hubungan lain?


"Rainer's Resto," gumam Syiela seraya mengetikkan nama restorant milik opanya Vaia di maps ponselnya. Langsung muncul alamat lengkap Rainer's Resto yang ternyata hanya berjarak beberapa blok dari hotel tempat Syiela menginap.


Baiklah, besok sebelum ke airport, Syiela akan mencari informasi tentang hubungan Bintang dan Vaia ke Rainer's Resto.


****


"Berhenti disini, Pak! Terima kasih!" Ucap Bintang pada supir taksi yang mengantarnya ke rumah Opa Theo.


Bintang segera minta izin masuk pada security yang tentu saja mengenali Bintang.


"Siapa itu!" Tegur Om Ben saat Bintang baru saja masuk lewat pintu depan.


Sial!


Om Ben ternyata belum tidur.


Lampu depan langsung menyala dan terlihat Om Ben yang sudah mengenakan piyama.


"Bintang? Sedang apa kau masuk diam-diam ke sini? Mau membuat masalah, hah?" Cecar Om Ben yang sepertinya masih saja menaruh dendam kesumat pada Bintang atas kejadian puluhan tahun silam di Rainer's Resto saat Bintang mengaku sebagai anaknya di depan semua orang.


Ya, itu juga adalah hal gila lain yang pernah Bintang lakukan setelah kematian sang ibu. Saat itu Bintang hanya bingung harus pergi kemana karena diusir dari kontrakan sekltelah sang ibu meninggal. Bintang yang waktu itu tak sengaja menemukan kartu member Rainer's Resto milik Om Ben, akhirnya pergi ke Rainer's Resto dan mengaku sebagai anak Om Ben agar ia punya tempat bernaung dan ada yang memberinya makan.


Itu juga adalah awal pertemuan Bintang dan Vaia!


"Apa Vaia menginap disini, Om?" Tanya Bintang to the point.


"Ya! Dia sudah tidur di lantai atas-"


"Ben, kau marah-marah pada siapa? Ini sudah tengah malam!" Terdengar suara tante Ayunda yang baru keluar dari kamar. Wanita paruh baya itu langsung menghampiri Om Ben dan juga Bintang.


"Bintang! Kapan pulang?" Tanya Tante Ayunda yang tampak terkejut.


"Baru saja, Tante! Ini Bintang mau menemui Vaia," jawab Bintang seraya menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"Mau memberikan surprize untuk Vaia?" Tebak Tante Ayunda semebtara Om Ben hanya mencibir.


"Iya, seperti itu!" Jawab Bintang seraya meringis.


"Jadi, apa Vaia di lantai atas?" Tanya Bintang lagi pada Tante Ayunda.


"Ya, dia di kamarnya dan mungkin sudah beristirahat. Tadi kami ada acara di luar dan saat pulang, sudah tak melihat Vaia," cerita Tante Ayunda.


Bintang mengangguk dan pria itu segera pamit ke atas untuk menemui Vaia.


"Vaia!" Bintang mengetuk pintu kamar Vaia dan mencoba membuka knopnya.


Tak terkunci!


"Vaia!" Panggil Bintang pelang seraya membuka sedikit pintu kamar Vaia lalu menyelinap masuk. Bintang kembali menutup dan mengunci pintu kamar Vaia berharap tak ada yang akan mendengar jika nanti Vaia berteriak-teriak kepadanya.


Bintang menyalakan lampu dan langsung terlihat kondisi kamar yang berantakan tanpa Vaia di dalamnya.


Apa?


"Vaia!" Panggil Bintang yang langsung memeriksa kamar mandi, namun kosong juga dan tak ada tanda-tanda keberadaan Vaia.

__ADS_1


Apa Bintang salah kamar?


Tapi ada peralatan lukis di kamar ini, jadi itu artinya ini memang kamar Vaia.


Lalu Vaia kemana?


"Vaia!" Bintang memeriksa setiap sudut kamar hingga jendela. Dan Vaia tak ada dimana-mana.


Segera Bintang turun lagi ke bawah untuk memberitahu Om Ben dan Tante Ayunda kalau Vaia tak ada di kamarnya.


"Tante Ayunda!" Panggil Bintang pada Tante Ayunda yang baru saja akan masuk ke kamarnya.


"Ada apa, Bintang?" Tante Ayunda dengan cepat berbalik.


"Apa Vaia sedang keluar? Dia tak ada di kamar!" Lapor Bintang yang langsung membuat Om Ben menbelalak dan pria paruh baya itu bergegas naik ke atas untuk memeriksa sang keponakan.


"Vaia!" Panggil Om Ben yang sukses membangunkan seisi rumah.


"Vaia, kau dimana?"


"Ada apa ini, kenapa ribut-ribut?" Tanya Opa Theo yang tergopoh-gopoh keluar dari kamar diikuti oleh Oma Airin.


Sava dan Bastian juga ikut terbangun untuk mencari tahu apa yang sudah terjadi.


"Vaia menghilang dan tak ada di kamarnya!" Ujar Om Ben memberitahu semua orang.


"Bintang, kapan kau datang?" Tanya Oma Airin yang melihat keberadaan Bintang di antara keluarga Rainer.


"Baru saja, Oma! Tadinya Bintang mau memberikan kejutan pada Vaia, tapi ternyata Vaia tak di kamar," jelas Bintang berdusta pada semua anggota keluarga Rainer.


"Tadi Bastian mengantar Kak Vaia ke acara pernikahan salah satu kliennya. Tapi Kak Vaia tidak menelepon Bastian lagi untuk menjemput. Dan saat Bastian pulang, kata Opa Kak Vaia sudah pulang sendiri dan langsung masuk ke kamar." Lapor Bastian seraya menatap bergantian pada semua anggota keluarga Rainer.


"Vaia memang sudah pulang tadi sekitar jam sembilan. Tapi dia langsung masuk ke kamar dan tak menjawab saat Opa mengetuknya," ujar Opa Theo yang langsung dibenarkan oleh Oma Airin.


"Vaia juga terlihat sedih dan sama sekali tak menjawab saat Oma memanggilnya tadi," timpal Oma Airin melengkapi cerita Opa Theo.


"Lalu Vaia kemana sekarang?" Tanya Tante Ayunda entah pada siapa, yang jelas wajah wanita paruh baya itu sudah terlihat panik sekarang.


"Ben, kamu cek CCTV di dekat gerbang!" Perintah Opa Theo akhirnya pada Om Ben yang bergegas pergi le ruang CCTV.


Bintang dan Bastian segera mengekori Om Ben untuk mencari tahu.


"Vaia keluar dari gerbang jam setengah sebelas malam. Sesaat setelah mobil kita tiba tadi, Ay!" Ujar Om Ben seraya menatap pada sang istri.


"Lalu Vaia kemana?" Tanya Opa Theo pada Ben.


"Vaia pergi naik taksi, Pa!" Jawab Ben yang langsung membuat Opa Theo menyugar kasar rambutnya.


"Ponselnya juga tak aktif," lapor Sava yang rupanya langsung menghubungi nomor Vaia setelah sang sepupu tak diketahui keberadaannya.


"Kenapa Vaia mendadak pergi tanpa pamit?" Tanya Oma Airin tak mengerti.


"Apa perlu lapor polisi, Pa?" Tanya Om Ben meminta pendapat Opa Theo.


"Belum ada dua puluh empat jam jadi belum akan dinyatakan sebagai orang hilang. Mungkin sebaiknya kita cari ke terminal atau ke bandara kota," ujar Opa Theo yang langsung membuat semua orang bergerak untuk mencari keberadaan Vaia. Ada yang pergi ke bandara kota dan ada juga yang ke terminal bus.


"Mustahil Kak Vaia naik taksi sampai ke kota Z, kan?" Tanya Bastian pada semua orang yang hanya dijawab dengan decakan kompak dari seluruh anggota keluarga Rainer.


****


Syiela yang baru bangun dari tidurnya, melirik ke arloji yang ia letakkan di atas nakas. Hari sudah pagi, dan Bintang masih belum pulang!


Apa pria itu menginap di tempat Vaia?


Jadi, apa sebenarnya hubungan Bintang dan Vaia?


Syiela akhirnya bangun dan ganti memeriksa ponselnya. Tidak ada pesan juga dari Bintang!


Menyebalkan!


Syiela akhirnya memutuskan untuk mandi saja, sebelum ia pergi ke Rainer's Resto untuk mencari tahu perihal hubungan Vaia dan Bintang.


****


Pukul tujuh pagi!

__ADS_1


Rainer's Resto masih terlihat tutup. Tentu saja!


Jam buka restorant itu adalah jam sepuluh pagi. Mustahil Syiela menunggu sampai Jam sepuluh karena Syiela haeus segera pergi ke airport, lalu pulang ke kota S.


Syiela baru saja akan menelepon Bintang saat ternyata Bintang malah sudah meneleponnya.


"Halo!" Sambut Syiela malas.


"Sayang, kau sudah bangun?"


"Ya! Kau kemana?" Tanya Syiela to the point. Syiela mau melihat seberapa besar kejujuran Bintang.


"Aku ada keperluan mendadak bersama klien tadi pagi-pagi. Dan mungkin aku tak bisa ikut penerbangan jam sembilan. Kau tak keberatan untuk pulang sendiri, kan?"


Syiela langsung memaki dalam hati atas kebohongan Bintang. Tadi malam Syiela menunggu pria itu hingga jam dua dinihari dan hingga Syiela ketiduran. Tapi Bintang masih tak kunjungi pulang ke hotel. Lalu sekarang dia bilang ada urusan pagi-pagi tadi?


Dasar penipu!


Kenapa tidak jujur saja misalnya dia selingkuh bersama Vaia?


"Syiela!"


"Aku harus check in ke maskapai sekarang! Bye!" Pungkas Syiela tak berbasa-basi lagi pada Bintang. Syiela benar-benar kesal dan marah pada suaminya itu!


Syiela masih memantau Rainer's Resto, saat sebuah mobil berhenti di depan Rainer's Resto lalu dua muda mudi turun dari dalam mobil dan masuk ke dalam restorant yang masih tutup.


Apa itu bagian dari keluarga besar Vaia?


Barangkali Syiela bisa sedikit mengorek info tentang Vaia dari mereka. Atau info tentang hubungan terlarang Bintang dan Vaia kalau perlu!


Syiela segera menghampiri mobil muda-mudi yang masih terparkir di Rainer's Resto. Dan benar saja, tak berselang lama, keduanya sudah keluar dari dalam Resto.


"Hai!" Sapa Syiela cepat pada muda-mudi tadi.


"Iya, Kak, ada yang bisa dibantu?" tanya si pemuda ramah.


"Apa kalian pemilik restoran ini?" Tanya Syiela to the point.


"Bukan, restorant ini milik Opa kami," jawab si pemuda cepat.


"Lalu apa kalian kenal dengan seseorang bernama Bintang," Syiela baru saja akan menunjukkan foto Bintang pada muda-mudi tersebut, saat tiba-tiba ponsel si gadis sudah berdering.


Si gadis langsung mengangkat telepon dan berbicara sebentar.


"Bastian, Kak Vaia sudah ditemukan!" Lapor Si gadis kemudian pada pemuda yang ia panggil Bastian tersebut.


"Dimana?"


"Sekarang di rumah sakit, tadi katanya ada yang menemukannya pingsan di bandara kota."


Samar-samar Syiela masih bisa mendengar obrolan muda-mudi tadi sebelum keduanya masuk ke dalam mobil.


Rumah sakit?


"Dek!" Syiela memanggil dan mengejar pemuda tadi yang sudah hendak pergi.


"Eh, iya! Tadi mau tanya apa, Kak? Cepat kami sedang buru-buru!" Cecar Bastian pada Syiela.


"Kau kenal pria ini? Katanya dia bekerja di Rainer's Resto," tanya Syiela cepat seraya menunjukkan foto Bintang pada Bastian dan gadis di sampingnya.


"Ini Abang Bintang! Dia suami Kak Vaia, sepupu kami dan dia tidak bekerja di Rainer's Resto."


Duaaaarrr!!


Jawaban Bastian bagaikan petir yang menyambar hati Syiela di siang bolong.


Vaia....


Istri Bintang?


.


.


.

__ADS_1


Terima kasih yang sudah mampir.


Jangan lupa like biar othornya bahagia.


__ADS_2