Istri Rahasia Bintang

Istri Rahasia Bintang
SAH?


__ADS_3

Bukankah seorang lelaki diperbolehkan memiliki dua istri?


Jadi, jika hari ini Bintang memutuskan untuk menikahi Vaia, Bintang yakin kalau ini bukanlah suatu kesalahan.


Bintang sudah mencintai Vaia jauh sebelum ia bertemu Syiela, lalu menikahi wanita itu. Dan Bintang juga sudah berjanji untuk menikahi Vaia, sebelum ia mengalami kecelakaan, lalu kehilangan semua memori dalam hidupnya.


Jadi, ini pasti bukan sebuah kesalahan! Ini juga bukan sebuah kekeliruan.


Bintang hanya ingin menepati janjinya pada Vaia. Tapi Bintang juga tidak mau menyakiti hati Syiela dengan mengatakan kalau ia sudah memiliki wanita lain sebelum Syiela. Karena bagaimanapun, saat ini status Syiela juga adalah istri sah Bintang!


"Bintang ingin menikahi Vaia malam ini, Ayah!" Ucap Bintang yang akhirnya mengutarakan niatnya pada Ayah Arga.


"Kenapa mendadak?" Tanya Ayah Arga seraya menatap serius pada wajah pemuda di hadapannya tersebut.


"Bukan mendadak." Bintang menghela nafas sejenak, lalu membalas tatapan ayah Arga.


"Tapi Bintang memang sudah berjanji pada Vaia dan seharusnya Bintang melakukan hal ini sejak beberapa bulan yang lalu." Bintang menggenggam erat tangan Vaia yang sejak tadi memang duduk di sampingnya.


"Dan Bintang todak mau membuat Vaia menunggu lagi, Ayah!" Ucap Bintang seraya menatap penuh kesungguhan pada Ayah Arga dan Bunda Vale.


"Jadi, tolong izinkan Bintang menikahi Vaia malam ini," lanjut Bintang lagi masih dengan tatapan penuh kesungguhan.


Ayah Arga tak langsung menjawab, dan pria paruh baya itu terlihat saling bertukar pandang dengan Bunda Vale seolah sedang menimbang sebelum mengambil keputusan.


"Vaia," Ayah Arga menatap pada Vaia seolah meminta persetujuan pada sang putri


"Vaia dan Bintang sidah saling mencintai sejak dulu, Ayah! Jadi pernikahan ini adalah keputusan yang tepat," ucap Vaia seraya menatap penuh kesungguhan pada Ayah Arga.


Ayah Arga menarik nafas panjang, sebelum akhirnya mengangguk setuju.


"Baiklah! Papa akan mengaturnya malam ini!"


Vaia dan Bintang langsung bangkit dari duduknya bersamaan, lalu memeluk Bunda Vale dan Ayah Arga.


"Semoga acara nanti malam berjalan lancar, ya!" Ucap Bunda Vale seraya menangkup wajah sang putri.


"Iya, Bunda!"


****


"Malam ini, kalian sudah sah sebagai suami istri. Dan Ayah juga sudah mengabarkan berita bahagia ini pada semua keluarga besar Raine dan Halley."


"Jadi lusa, Opa Theo berencana mengadakan acara syukuran pernikahan kalian berdua di Rainer's Resto. Besok sore kita akan sama-sama berangkat ke kota N."


Bintang masuk ke dalam kamar Vaia,lalu menutup pintu dan menguncinya sekalian. Pria itu menatap sejenak pada Vaia yang baru saja keluar dari kamar mandi dan kini sudah mengenakan kimono tidur.


Tidak tahu dibagian dalamnya!


Apa Vaia masih mengenakan baju tidur lagi, atau istri Bintang itu sudah full naked tanpa mengenakan apa-apa lagi.


"Kau mau mandi?" Tanya Vaia seraya menunjuk ke arah pintu kamar mandi.


"Aku sudah mandi sebelum acara tadi," ucap Bintang mengingatkan Vaia yang langsung sedikit salah tingkah.


"Iya juga, ya!"


"Aku lupa!" Vaia menggaruk tengkuknya sendiri yang tak gatal.


Bintang hanya menipiskan bibirnya melihat Vaia yang salah tingkah.


"Mmmm, kau sudah makan tadi?" Tanya Vaia selanjutnya yang langsung membuat Bintang terkekeh.


"Sudah, setelah acara tadi. Kau juga makan bersamaku, kan?" Jawab Bintang yang kembali membuat Vaia mengangguk sekaligus tersipu.


"Iya, aku ingat!" Gumam Vaia yang kini sudah duduk di tepi ranjang.


Sementara Bintang malah berjalan ke arah jendela kamar untuk merapatkan tirai, sebelum kemudian pria itu menghampiri Vaia dan ikut duduk di tepi ranjang.


"Khawatir ada yang mengintip?" Tebak Vaia seraya terkekeh menyinggung soal Bintang yang merapatkan tirai tadi.


"Ya!"


"Barangkali Ezra atau Gavin sedang usil dan hendak mengintip," jawab Bintang yang ikut terkekeh juga bersama Vaia.


"Gavin dan Ezra sepertinya sudah langsung tidur. Tadi saja mereka menguap sepanjang acara." Vaia menggeleng-gelengkan kepala mengingat tingkah polah kedua adiknya yangvkadang konyol tersebut.

__ADS_1


Tapi meskipun konyol, dua adik Vaia itulah yang menjadi pelipur hati Vaia saat Bintang tiba-tiba menghilang kemarin. Gavin dan Ezra jugalah yang senantiasa berusaha untuk membuat Vaia tetap tertawa disela-sela kesedihannya karena memikirkan Bintang yang tak ada kabar.


Namun sekarang, Vaia sudah bisa bernafas lega, karena Bintang sudah pulang dan bahkan Bintang juga sudah sah menjadi suami Vaia.


"Hey!"


"Kenapa senyum-senyum sendiri?" Tegur Bintang seraya menangkup dagu Vaia yang wajahnya langsung memerah.


"Tidak apa-apa! Aku hanay sedang bahagia," jawab Vaia yang semakin melebarkan senyum di bibirnya.


"Bahagia karena aku sudah kembali? Atau bahagia karena sekarang kita sudah menikah?"


"Dua-duanya!" Jawab Vaia cepat.


"Mau tidur sekarang?" Tanya Bintang selanjutnya yang sudah ganti merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Bintang juga menanggalkan kausnya, lalu melempar benda itu serampangan.


"Kenapa tidak pakai baju?" Tanya Vaia yang masih berada di posisinya semula.


"Aku biasanya memang begini kalau tidur!"


"Kau baru tahu?" Bintang mengerling nakal pada Vaia.


"Ya! Karena sebelum-sebelumnya kita tidak tidur bersama," jawab Vaia seraya tertawa kecil.


"Aku tak keberatan kalau kau juga ingin membuka baju atau melakukan kebiasaanmu sebelum tidur."


"Kau biasanya melakukan apa sebelum tidur?" Tanya Bintang yang sudah merentangkan satu tangannya di atas kasur, lalu memberikan kode pada Vaia agar berbaring di samping Bintang.


"Minum air putih!" Jawab Vaia seraya mengendikkan bahu.


"Lalu?" Tanya Bintang lagi.


"Pergi ke kamar mandi sebentar, dan lalu aku tidur," jawab Vaia seraya bangkit berdiri. Vaia mengitari ranjangnya, lalu naik ke atas dari sisi yang lain. Namun Vaia tak langsung berbaring di samping Bintang, melainkan hanya duduk bersila dan menatap ke arah Bintang yang masih tetap berbaring dengan tubuh yang setengah naked.


"Boleh aku bertanya sesuatu?" Tanya Vaia pada Bintang.


"Ya! Tanya saja!"


"Selama kau hilang ingatan, kau melakukan apa saja?"


"Aku bekerja." Jawab Bintang.


"Lalu?" Tanya Vaia lagi.


"Aku bekerja sambil memikirkan jati diriku yang sebenarnya dan beberapa mimpi yang datang seperti potongan-potongan puzzle." Jelas Bintang yang langsung membuat Vaia mengangguk.


"Lalu? Kau berpacaran dengan rekan kerjamu atau seorang gadis?" Tanya Vaia lagi menerka-nerka.


Bintang sontak terkekeh dengan pertanyaan Vaia yang terakhir. Pria itu lalu bangun dan mencondongkan tubuhnya ke arah Vaia.


"Apa kau sedang cemburu, Istriku?" Tanya Bintang dengan nada menggoda yang sontak membuat Vaia salah tingkah.


"A- aku..."


"Aku hanya bertanya!" Vaia tiba-tiba tergagap dan hendak beringsut mundur saat ternyata, Bund sudah meraih dan menarik tali kimono tidurnya.


"Bintang-" Pekikan Vaia langsung dibungkam oleh bibir Bintang yang kini sudah memagut bibir Vaia dengan lembut namun penuh gairah. Meskipun awalnya terkejut, namun Vaia sidah dengan cepat mengimbangi pagutan demi pagutan yang terus dilancarkan oleh Bintang.


Suasana kamar sejenak menjadi hening karena Vaia dan Bintang sudah larut dalam pagutan panas mereka. Tangan Bintang bahkan sudah menanggalkan kimono tidur Vaia dan kini hanya menyisakan sebuah lingerie warna putih tulang yang kontras dengan kulit eksotis Vaia.


"Aaaaakkkhh!" Vaia menggelinjang saat tangan Bintang tiba-tiba sudah menangkup kedua gundukan kenyal miliknya. Pagutan Vaia dan Bintang seketika langsung terlepas dan nafas dua sejoli itu terasa terengah-engah.


"Kau terlihat seksi memakai lingerie ini," puji Bintang seraya tangannya meraih tali lingerie Vaia. Bintang lalu menurunkannya perlahan dari pundak Vaia, dan lanjut mengecup pundak serta tengkuk istrinya tersebut, hingga membuat Vaia menggeliat dan menggigit bibir bagian bawah.


Tangan Bintang lalu menurunkan tali yang satunya, dan perlahan menurunkan lingerie Vaia ke bawah, bersamaan dengan ciuman Bintang yang kini merambati leher Vaia, lalu semakin turun ke area dada. Bintang lanjut melahap bergantian, kefua gundukan kenyal milok Vaia yang sudah tak tertutup sehelai benangpun.


"Emmmmhhh!" Sebuah lenguhan akhirnya lolos dari bibir Vaia setelah Bintang menggigit kecil ujung dadanya yang berwarna kecoklatan.


Tak sampai disitu, Bintang juga memainkan p*ting Vaia dengan lidahnya hingga membuat Vaia menggelinjang sekaligus melenguh berulang-ulang. Tangan Bintang bahkan sudah menyusup ke pangkal paha Vaia dan mengusap milik Vaia yang mulai terasa basah.


"Bintang! Emmmhhhh!" Vaia menjambak rambut Bintang yang masih terus memainkan lidahnya di kedua ujung dada Vaia yang perlahan mulai terasa mengeras.


Ya, Vaia sudah sangat bergairah sekarang!


Puas bermain-main dengan dada Vaia, Bintang lalu merebahkan dengan lembut tubuh Vaia ke atas tempat tidur, lalu pria itu menarik turun lingerie Vaia yang memang sudah terbuka setengah. Kini tubuh Vaia hanya tinggal terbalut underwear tipis yang warnanya senada dengan lingerie tadi.

__ADS_1


Bintang merentangkan kedua paha Vaia, lalu menekuk lutut istrinya itu dengan perlahan, sebelum kemudian Bintang menciumi milik Vaia yang masih terbalut underwear


"Bintang!" Vaia mengerang, saat wanita itu merasakan jari Bintang yangbsudah menyingkap sedikit underwear-nya, lalulidah Bintang yang kini mulai menjelajahi milik Vaia di bawah sana.


Vaia melengkungkan punggungnya, serta kedua tangan wanita itu merem*s sprei dengan kuat saat lidah Bintang terasq menusuk-nusuk miliknya.


"Emmmmmh! Aaaaahhhh!" Lenguhan serta racauan tak putus keluar dari bibir Vaia, hingga akhirnya Vaia mencapai pelepasannya yang pertama karena gerakqn dari lidqh Bintang yang sepertinya sudah sangat ahli.


Nafas Vaia terasa terengah-engah. Wanita itu menatal pada Bintang yang sudah mulai menanggalkan celananya.


Vaia langsung menelan saliva saat melihat milik Bintang yang sudah tegak menantang.


Bintang lalu melepaskan underwear Vaia dan kembali memainkan jarinya di dalam milik Vaia, sebelum kemudian Bintang mengarahkan miliknya ke dalam milik Vaia.


"Sayang," panggil Bintang lembut pada Vaia yang memejamkan kedua matanya.


"Ya!" Jawab Vaia masih tanpa membuka mata.


"Buka matamu," titah Bintang lembut, seraya mengusap wajah Vaia.


Vaia membuka perlahan kedua matanya dan menatap pada wajah Bintang yang kini tersenyum manis.


"Aku ingin kau menatap wajahku, saat aku memasukimu." Bintang mendorong lembit miliknya ke dalam milik Vaia yang terasa begitu sempit.


Ya,


Ini kali kedua Bintang memasuki perawan.


Pria brengsek macam apa kau ini, Bintang!


Vaia menggigit bibir bawahnya saat merasakan milik Bintang yang melesak semakin dalam hingga akhirnya....


"Aaaaaakhhhhh!" Bintang dan Vaia melenguh bersamaan saat milik Bintang akhirnya sudah masuk sepenuhnya ke dalam milik Vaia dan berhasil menjebol selaput keperawanan Vaia.


Bintang memejamkan matanya sejenak, sebelum kemudian pria itu menyeka butir bening yang menggenang di sudut mata Vaia.


"Sakit?" Tanya Bintang lembut dan Vaia hanya mengangguk samar.


"Sedikit," jawab Vaia setelah wanita itu menarik nafas panjang berulang kali.


"Hanya sebentar," Bintang mengecup bibir Vaia, dan Vaia langsung dengan cepat menyambut serta membalasnya.


Bintang mulai bergerak perlahan masih sambil memagut bibir Vaia yang ternyata lebih terasa manis dan menggairahkan ketimbang milik Syiela.


Yeah!


Tak seharusnya Bintang membandingkan kedua istrinya seperti ini!


Bintang dan Vaia mulai bergerak seirama, bersamaan dengan lenguhan keduanya yang mulai terdengar di seantero kamar. Sesekali mereka akan saling melempar senyum, lalu sedikit mengubah posisi juga.


"Vaia!" Bintang menghentikan sejenak gerakannya, lalu pria itu menangkup kedua gundukan Vaia yang kini tergantung bebas. Bintang menyandarkan kepalanya di punggung Vaia dan menciumi punggung eksotis istrinya tersebut.


"Aku hampir sampai," bisik Bintang pada Vaia.


"Aku juga," jawab Vaia seraya menggenggam tangan Bintang yang masih menangkup dadanya.


"Berbalik!" Bintang kembali membaringkan tubuh Vaia, lalu mengulangi gaya missionary seperti di awal tadi. Setelah kembali menyentak masuk, Bintang bergerak dengan lebih cepat dan Vaia yang kini berada di bawah Bintang, juga mulai menggerakkan bokongnya untuk mengimbangi gerakan Bintang.


"Sayang!" Bintang mempercepat gerakannya, hingga akhirnya tubuh pria itu mengejang di atas Vaia betsamaan dengan semburan cairan hangat yang langsung memenuhi rahim Vaia.


Bintang yang nafasnya masih terengah-engah langsung menyandarkan kepalany di dada Vaia yang langsung mendekapnya bak seorang bayi.


"I love you!" Ucap Bintang seraya memainkan bibir Vaia dengan telunjuknya.


"I love you too, Bintang!"


.


.


.


Terima kasih yang sudah mampir.


Jangan lupa like biar othornya bahagia.

__ADS_1


__ADS_2