Istri Rahasia Bintang

Istri Rahasia Bintang
KEBOHONGAN DEMI KEBOHONGAN


__ADS_3

"Bintang! Kau sedang menelepon seseorang?" Lontaran pertanyaan dari Vaia langsung membuat Bintang kaget dan buru-buru memutus sambungan video call-nya bersama Syiela. Beruntung Syiela sudah terlelap tadi setelah Bintang sedikit bersenandung.


"A-ku."


"Aku sedang nonton film!" Jawab Bintang yang akhirnya menemukan alasan tepat. Tangan Bintang refleks men-tap aplikasi untuk nonton Film di ponselnya agar Vaia percaya.


"Nonton film apa?" Tanya Vaia penasaran.


Bintang akhirnya melepaskan earphone, lalu menghampiri Vaia.


"Kau tanya apa tadi?"


"Kau nonton film apa?'" Vaia mengulangi pertanyaannya.


"Film komedi," jawab Bintang seraya mengendikkan kedua bahunya.


"Lalu kenapa nontonnya di pojokan begitu dan tidak di sini saja?" Tanya Vaia seraya menepuk ruang kosong di sebelahnya.


"Aku suka kebablasan saat tertawa, dan aku tak mau mengganggu kau yang sudah terlelap," jawab Bintang beralasan.


Vaia hanya tersenyum mendengar alasan Bintang, lalu wanita itu kembali berbaring.


"Kenapa jauh-jauh?" Tanya Bintang yang juga sudah ikut berbaring, lalu menarik tubuh Vaia dan membawanya ke dalam dekapan.


"Kau tadi belum tidur?" Tanya Vaia seraya memainkan jemarinya di dada Bintang.


"Aku tak bisa tidur sejak tadi," jawab Bintang yang langsung membuat Vaia mengernyit.


"Kenapa memang? Kau lapar?" Cecar Vaia sedikit khawatir.


"Tidak! Aku masih kenyang."


"Hanya saja, aku memang tidak mengantuk sejak tadi-"


"Aku punya satu jurus untuk membiatmu mengantuk!" Celetuk Vaia yang tiba-tiba sudah setengah bangun. Wanita itu menggerakkan telapak tangannya di wajah Bintang berulang-ulang.


"Kau sedang apa, Sayang?" Tanya Bintang seraya terkekeh.


"Menbuatmu mengantuk!"


"Fuh! Fuh!" Vaia meniup kedua kelopak mata Bintang saat kemudian Bintang kembali membuka matanya.


"Aku masih belum mengantuk!" Bintang menatap serius pada Vaia.


"Aku rasa kau harus mencari cara lain-" lanjut Bintang seraya menggelitiki Vaia.


"Bintang!" Jerit Vaia yang sontak langsung meronta kegelian.


"Bintang, sudah!" Pekik Vaia yang masih mennggeliat dan sesekali tertawa karena kegelian.


"Bintang!"


"Apa?" Bintang tiba-tiba sudah kembali menindih Vaia.


"Geli!" Rengut Vaia seraya mengusap-usap dada Bintang.


"Kalau begini?" Tanya Bintang yang tangannya sudah memainkan ujung dada Vaia hingga membuat istrinya itu menggelinjang.


"Ck! Bintang!"

__ADS_1


"Apa? Mau ganti posisi?" Tawar Bintang seraya mengerling nakal pada Vaia. Bintang lalu berguling dan ganting tidur telentang di samping Vaia.


"Tadi kan udah beberapa ronde," ujar Vaia beralasan saat Bintang memberikan kode agar Vaia melakukan posisi woman on top.


"Tidak baik menolak ajakan suami." Bintang mengusap lembut wajah Vaia.


"Ck!" Vaia kembali berdecak sebelum kemudian wanita itu mendekat pada Bintang dan tanpa aba-aba, Binysidah langsung menarik Vaia ke atasnya.


"Satu ronde saja!" Pinta Vaia.


"Emmm, kita lihat saja nanti!"


****


"Kau sedang dimana? Bisa video call?" Tanya Syiela pada Bintang di seberang telepon.


Kemarin Bintang sulit dihubungi selama hampir empat hari karena kata Bintang, ia sedang berada di pulau yang tidak ada sinyal untuk menemani para investor yang meninjau proyek sekaligus berlibur. Bintang juga mengirimkan pemandangan dari pulau yang ia kunjungi pada Syiela, hingga membuat Syiela ingin menyusul Bintang ke sana saja. Tapi lagi-lagi tumpukan pekerjaan harus membuat Syiela mengurungkan niatnya.


Lagipula, egois sekali jika Syiela kembali mengambil cuti untuk honeymoon padahal bulan lalu ia sudah honeymoon bersama Bintang di atas kapal pesiar hampir dua minggu, lalu masih ditambah sepekan berlibur di luar negeri.


Jadi sekarang saatnya Syiela fokus pada pekerjaannya dulu.


Mungkin bulan depan atau bulan depannya lagi Syiela akan merencanakan honeymoon bersama Bintang lagi.


"Sinyalnya kurang mendukung. Syiela."


"Begitu, ya? Aku sudah rindu sekali padamu padahal." Rengut Syiela seraya memainkan hiasan di atas meja kerjanya. Syiela juga membenarkan letak foto pernikahannya bersama Bintang yang sedikit miring di atas meja.


"Nanti malam saja bagaimana?"


"Aku ada acara nanti malam," ujar Syiela beralasan.


Tapi Syiela memang harus makan malam bersama salah satu kliennya nanti malam.


"Setelah acara?"


"Yakin kau belum tidur? Kau selalu tidur cepat belakangan ini!" Syiela kembali merengut.


"Iya, maaf! Disini udaranya dingin saat malam, membuatku cepat mengantuk."


"Alasan!" Decak Syiela cepat.


"Kalau kedinginan berarti kau butuh kehangatan-"


"Syiela aku tutup dulu teleponnya karena ada tamu penting."


Syiela belum menyelesaikan rayuannya pada Bintang saat suaminyqbotu sudah dengan ceoat menyela.


"Baiklah. Nanti malam aku akan meneleponmu lagi!" Pungkas Syiela seraya mengakhiri telepon dari Bintang.


Syiela membuang nafas sengan kasar, saat ponselnya kembali berdering.


Papi menelepon!


"Halo, Papi!" Sambut Syiela cepat.


"Kau bisa ke kantor papi sekarang, Syiela?"


"Ya! Syiela ke sana sekarang!" Jawab Syiela cepat seraya meraih tasnya.

__ADS_1


"Papi tunggu!"


Telepon terputus. Syiela keluar dari ruang kerjanya di dalam butik, lalu berpamitan pada asistennya sebelum pergi dari butik.


****


"Sudah yang menelepon?" Tanya Vaia yang baru seleseai berenang di kolam di rumah Opa Theo.


Hari ini adalah hari terakhir Vaia dan Bintang berada di kota N, setelah kemarin acara syukuran oernikahan keduanya digelar dengan cukup meriah. Hanya keluarga, sahabat, serta anak-anak panti asuhan yang diundang. Namun acara tetap meriah dan berkesan.


Sore ini rencananya Bintang dan Vaia sudah akan kembali ke kota Z, menyusul Gavin, Ayah Arga, dan Bunda Vale yang sudah berangkat duluan pagi-pagi tadi, karena mereka naik mobil dan tidak mau naik pesawat.


"Iya, sudah! Bos menyuruhku mulai bekerja lagi besok." Jawab Bintang berdusta.


Ya, Vaia tahunya Bintang menjadi supir dari bosnya di proyek hotel di dekat danau. Vaia tidak tahu kalau sebenarnya, bosnya itu ya Bintang sendiri


"Lalu kau akan seterusnya disini atau bagaimana?" Tanya Vaia lagi yang sudah duduk di tepi kolam bersama Bintang.


"Nanti saat bos kembali ke kota S, qku jiga harus ikut kembali ke sana, Sayang!" Bintang meraih tangan Vaia dan menggenggamnya.


"Aku boleh ikut ke sana?" Tanya Vaia berharap.


"Itulah masalahnya! Aku tinggal di mess karyawan selama ini dan kau tahu sendiri kalau di mess itu tak boleh membawa istri atau keluarga," ujar Bintang beralasan.


"Ya!"


"Berarti kita nanti akan LDR lagi?" Tanya Vaia dengan wajah sendu.


"Aku akan pulang sebulan sekali!" Janji Bintang seraya meraih dagu Vaia.


"Aku juga akan menyiapkan rumah dulu di kota S agar nanti aku bisa secepatnya membawamu ke sana, tapi kau tetap bisa melakukan pekerjaanmu sebagai pelukis dan crafter." Ujar Bintang lagi seraya menyelipkan rambut Vaia ke belakang telinga.


"Tapi aku baru ingat kalau pekan depan ada acara workshop di kota S!" Ucap Vaia tiba-tiba yang langsung membiat Bintang sedikit kaget.


"Workshop?"


"Ya! Di sebuah hotel!" Vaia menyebutkan nama hotel yang akan menjadi lokaso workshopnya.


"Kau tahu?"


"Iya, aku tahu hotel itu!" Jawab Bintang cepat.


"Workshop-mu berapa hari?" Tanya Bintang lagi.


"Dua hari. Apa kira-kira bosmu sudah kembali ke kota S di tanggal itu?" Tanya Vaia lagi.


"Aku belum pernah ke kota S soalnya. Dan sebenarnya Ayah juga melarang kemarin karena Gavin dan Ezra tak bisa menemaniku," ujar Vaia lagi yang sepertinya sangat ingin datang ke workshop tersebut.


"Nanti aku tanyakan lagi,"jawab Bintang seraya mengusap kepala Vaia.


Bintang lalu meraup Vaia ke dalam pelukan sebelum kemudian pasangan suami istri itu lanjut berenang.


.


.


.


Terima kasih yang sudah mampir.

__ADS_1


Jangan lupa like biar othornya bahagia.


__ADS_2