Istri Rahasia Bintang

Istri Rahasia Bintang
MIMPI


__ADS_3

"Aku anakmu, Pa!" Ucap seorang anak laki-laki pada seorang pria yang mungkin seusia dengan Bintang saat ini. Sekumpulan orang yang tadi sedang tertawa sekaligus bersenda gurau di tempat itu, seketika langsung menatap bicah tadi dengan aneh.


Aneh dan tidak percaya sepertinya!


Suasana sejenak hening.


"Jangan mengarang! Anakku belum lahir dan masih di dalam perut!" Sergah pria yang sejak tadi ditatap oleh bocah laki-laki yang membuat pengakuan barusan. Sepertinya pria itu juga yang bocah itu akui sebagai papanya.


Aneh!


Siapa sebenarnya bocah ini dan orang-orang di sekitarnya?


"Aku memang anakmu, Pa!" Bocah laki-laki tadi tetap keras kepala.


"Mustahil! Aku hanya menjalin hubungan dengan istriku!" Pria tadi menunjuk ke arah wanita di sampingnya yang sepertinya tengah hamil. Perut wanita itu terlihat membulat besar.


"Dan tak pernah main serong dengan wanita manapun!" Sambung pria itu lagi dengan nada tegas.


"Umurmu berapa?" Tanya pria itu selanjutnya pada bocah laki-laki keras kepala tadi.


"Delapan tahun," jawab si bocah lantang.


"Delapan tahun?"


"Yang benar saja! Delapan tahun yang lalu umurku masih empat belas tahun! Mana mungkin aku sudah bisa membuat anak?"


"Tapi aku adalah anakmu, Papa Ben!" Bocah laki-laki tadi tetap pada pendiriannya.


"Kemarilah!" Titah si wanita hamil seraya melambaikan tangannya pada bocah laki-laki keras kepala tadi dan menyuruhnya mendekat.


"Siapa namamu?" Tanya wanita hamil itu lembut setelah bocah tadi mendekat ke arahnya.


"Bintang."


Bintang?


Kenapa nama bocah itu Bintang?


"Aduh!" Pekik seorang gadis kecil yang teejatih karena menabrak bocah laki-laki bernama Bintang tadi.


"Pelan-pelan, Sayang!" Seorang wanita dewasa membantu gadis kecil tadi untuk kembali berdiri.


"Dia siapa, Bund?" Tanya gadis kecil tadi pada wanita yang baru saja menolongnya.


"Dia Bintang! Teman baru kamu! Nanti kenalan, ya!"


"Hai, aku Bintang!" Bocah laki-laki tadi mengulurkan tangannya pada si gadis kecil berkepang dua. Wajahnya begitu cantik dan menggemaskan.


"Aku Va...."


Tok tok tok!

__ADS_1


Suara ketukan di pintu kamar membuyarkan lamuan Bintang tentang mimpi yang semalam hadir di dalam tidurnya. Mimpi yang sama yang sudah menghampiri Bintang selama tiga hari berturut-turut.


Dan anehnya, nama gadis kecil yang mengajak bocah bernama Bintang itu berkenalan masih saja tak bisa Bintang ketahui.


Va!


Hanya itu yang Bintang ingat. Tak pernah ada lanjutan dari Va, seolah itu adalh film bersambung yang tak pernaha ada lanjutannya.


Va siapa sebenarnya?


Dan siapa gadis kecil itu?


Lalu bocah laki-laki bernama Bintang itu, apa itu adalah Bintang saat kecil dan berusia delapan tahun?


Lalu semua orang yang berkumpul di dalam tempat yang mirip restorant itu juga siapa?


Wajah mereka hanya terlihat samar dan Bintang benar-benar tak bisa mengingatnya!


Tok tok tok!


Suara ketukan pintu kembali terdengar dari luar.


"Masuk!" Titah Bintang akhirnya setelah menghela nafas panjang beberapa kali. Sedetik kemudian, pintu kamar di buka dari luar dan muncullah Elang yang langsung menyapa Bintang,


"Hai, apa aku mengganggumu?"


"Sama sekali tidak! Masuklah, Elang!" Jawab Bintang seramah mungkin. Tak lupa, Bintang juga mengulas senyum pada saudara angkatnya tersebut.


Bintang masih belum percaya kalau Elang ternyata hanyalah anak angkat Papa Frans!


"Emmm, sebenarnya Papa menyuruhku untuk memanggilmu karena ada tamu penting di bawah yang ingin berjumpa denganmu," ucap Elang yang langsung mengungkapkan tujuannya datang ke kamar Bintang.


Entahlah, Elang masih terlihat canggung saat berbicara dengan Bintang. Pria itu seakan segan pada Bintang, padahal Bintang sudah bersikap biasa saja pada Elang dan sama sekali tak pernah mengungkit tentang status Elang.


"Tamu penting siapa?" Tanya Bintang seraya mengernyit. Bintang merasa tak ada janji dengan seseorang.


"Sahabat baik Papa. Uncle Dana Goentara."


"Kau ingat, kan?" Jawab Elang yang langsung membuat Bintang ingat pada pria paruh baya yang memang dekat dengan Papa Frans di acara yang digelar oleh Papa Frans beberapa hari yang lalu.


"Oh," gumam Bintang seraya membulatkan bibirnya.


"Baiklah, aku akan ganti baju dulu, lalu turun sebentar lagi," tukas Bintang akhirnya yang langsung membuat Elang mengangguk.


"Aku akan turun duluan," pamit Elang seraya kembali berjalan ke arah pintu kamar Bintang.


Bintang memindai penampilan Elang dari belakang dan baru sadar kalau Elang juga sudah berpakaian rapi seperti mau pergi.


"Kau mau pergi, Elang?" Tanya Bintang akhirnya pada Elang yang sydah hampir keluar.


"Ya!"

__ADS_1


"Aku ada janji dengan klien," jawab Elang yang langsung membuat Bintang mengangguk.


"Papa mengatakan kalau Uncle Dana punya seorang putri yang akan-" Bintang berucap dengan ragu saat akhir Elang memohon kalimatnya


"Dijodohkan denganmu!"


"Kau kenal gadis itu?" Tanya Bintang lagi pada Elang. Bintang mendadak metasa cemas atau mungkin grogi.


Entahlah!


"Sangat! Kami satu SMA dan satu kampus juga saat kuliah. Dan satu fakultas juga," tutur Elang menjawab pertanyaan Bintang.


Benar-benar di luar dugaan!


"Syiela gadis yang baik, periang, dan pandai bergaul," sambung Elang lagi yang sepertinya antusias sekali bercerita tentang putra Uncle Dana pada Bintang. Ternyata nama gadis itu adalah Syiela!


Tapi tunggu!


Jika Elang dan Syiela sangat dekat, jangan-jangan mereka berdua pacaran-


"Kau berpacaran dengan Syiela?" Tanya Bintang akhirnya memastikan sekaligus mengungkapkan ganjalan dalam hatinya. Bintang benar-benar tidak mau menjadi pria perusak hubungan orang. Jika Elang dan Syiela benar berpacaran, makan Bintang akan menolak perjodohan yang direncanakan oleh Papa Frans dan Uncle Dana ini!


"Tentu saja tidak, Bintang!" Jawan Elang yang malah tertawa kecil menanggapi pertanyaan serius Bintang.


"Kami hanya bersahabat sejak dulu," lanjut Elang lagi dengan rautvwajah yang begitu meyakinkan.


Baiklah, Bintang percaya!


Elang dan Syiela mungkin memang hanya menjalin hubungan sebatas sahabat!


"Apa aku bisa bertanya apa saja mengenai Syiela padamu?" Tanya Bintang lagi pada Elang. Kemarin Papa Frans menyarankan pada Bintang untuk bertanya semua hal tentang Syiela pada Bintang.


"Ya!" Jawab Elang seraya mengangguk.


"Aku pergi dulu dan cepatlah ganti baju," pamit Elang akhirnya menyudahi obrolannya bersama Bintang.


Bintang baru ingat kalau ia tadi belum jadi ganti baju.


"Ya! Tolong tutup pintunya," pesan Bintang pada Elang yang langsung mengangguk. Bintang bergegas memilih satu kemeja dari dalam almari, lalu mengganti kausnya dengan kemeja tersebut. Tak lupa, Bintang juga menyisir rambut dan mematut penampilannya sekali lagi sebelum keluar dari kamar.


Baiklah, Bintang siap untuk bertemu Syiela sekarang!


.


.


.


Terima kasih yang sudah mampir.


Jangan lupa like biar othornya bahagia.

__ADS_1


__ADS_2