Istri Tengil Mas Baron

Istri Tengil Mas Baron
Senjata Makan Tuan


__ADS_3

Sore harinya Baron kembali ke kontrakannya, pria itu berjalan gontai setelah keluar dari mobil. Kedua matanya menelisik sekitar kontrakannya, suasana sepi tidak seperti biasanya. Baron menghela napas pelan, dia membuka pintu tanpa kesulitan walaupun masih tertutup rapat.


Tanpa berkata apa pun dia masuk kedalam rumahnya, menghempaskan dirinya di kursi dengan mata terpejam. Baron memijat pelipisnya yang sedikit berdenyut, tubuhnya bersandar mencari kenyamanan walaupun tidak senyaman saat dirinya merebahkan diri di tempat tidur.


"Mas Sam- Mas Baron udah pulang?"


Suara seorang gadis berhasil menghentikan gerakan tangan Baron, bahkan kedua matanya perlahan terbuka guna memastikan pemiliknya.


"Aku gak tau kalo Mas Baron mau pulang cepet, jadi gak masak. Aku kira Mas Baron mau pulang malem kayak biasa-,"


"Gue mau mandi dulu! kalo lo laper pesen aja ke Mbok Cici. Nih hubungin aja dia biar dianterin makanannya!"


Baron memotong ucapan Delila, pria itu bangkit dan menyerahkan ponsel miliknya pada istrinya. Baron berlalu meninggalkan Delila yang belum tahu harus berbuat apa sekarang, gadis itu menatap ponsel yang ada di tangannya.


"Dari pada beli mending aku masak, lagian nasinya masih ada tinggal buat sayur aja. Kata Mama jangan buang makanan nanti Tuhan marah." Delila bergumam pelan, dia berbalik menuju dapur dan tidak lupa membawa ponsel milik suaminya.


Sementara didalam kamar, Baron terlihat sibuk mencari handuk yang akan dipakainya. Tapi gerakan tubuhnya terhenti saat melihat sesuatu tertumpuk diatas tempat tidur, dia mendekat perlahan- kedua matanya menatap lekat pada benda yang semakin jelas di kedua matanya.


Undangan dan beberapa foto.

__ADS_1


Baron meraih benda itu, kedua matanya menatap dingin, bahkan sadar atau tidak dia meremasnya dengan kencang. Dadanya naik turun, pria itu segera keluar dari kamar sembari membawa benda yang dia temukan diatas tempat tidurnya.


Kedua kaki kokohnya berjalan cepat menuju depan, tapi Baron kembali mengurungkan niatnya saat tidak mendapati siapa pun, lalu berbalik menuju dapur.


Raut wajahnya masih gelap, kedua matanya menatap lekat punggung seorang gadis yang tengah sibuk mengeluarkan bahan makanan dari dalam kulkas.


"Ngapain lo ngeluarin barang barang gue?!"


Delila tersentak, hampir saja dia terantuk pintu kulkas saat mendengar suara Baron sudah berada di belakangnya. Gadis itu menoleh, raut wajahnya masih terlihat tenang dan biasa saja.


"Apa?" tanyanya dengan ekspresi polos.


"Kenapa lo berani ngeluarin barang barang-,"


"Oh itu, ya maaf Mas. Tadi aku niatnya beresin baju kamu, tapi pas aku bongkar rak celana da*lam kamu malah nemuin foto sama undangan." sela Delila.


Gadis itu terlihat tidak terganggu dengan raut wajah Baron saat ini, dia malah memilih menyibukkan diri kembali membuat lauk untuk mereka berdua.


"Kapan gue izinin lo buat bongkar lemari?!" desis Baron.

__ADS_1


Pria itu mendekat pada Delila, menatap gadis yang ada dihadapannya dengan tidak suka. Baron tipe orang yang tidak suka ranah pribadi dan sesuatu yang dia miliki di ketahui orang lain, terlebih oleh orang asing.


Orang asing?


Apa tidak salah? Delila kan istrinya, kenapa orang asing?


"Gak ada, itu inisiatif sendiri. Aku bukan tipe orang yang suka melihat yang namanya berantakan, jadi jangan salahin aku kalo barang barang Mas Baron dibongkar. Lagian itu lemari kenapa bisa berantakan banget sih?! baju cuma beberapa biji, tapi gak bisa ngerapihin. Harusnya sebagai montir Mas Baron kudu bisa bongkar terus rapihin lagi, bukan di biarin gitu aja!"


Bibir Baron mengatup rapat, padahal kekesalannya tadi sudah berada di ubun ubun, tapi setelah mendengar kultum sore menjelang magrib yang Delila kumandangkan, semua itu lenyap seketika berganti dengan ringisan.


'Kenapa jadi gue yang kena omel?' sungutnya dalam hati, tapi sayang bibirnya tidak dapat mengutarakan itu dan dia pun tidak tahu kenapa.


"EH MAU KEMANA? AKU BELOM SELESAI YA NGOMELNYA. AWAS AJA KALO BESOK TUH LEMARI BERANTAKAN LAGI, BAJU MAS BARON AKU TAROK DI KARDUS!" lengkingan suara Delila kembali membuat kedua telinga Baron pengang.


Pria itu berjalan menjauh, dia tidak melanjutkan interogasinya pada Delila. Bukannya tersalurkan rasa kesalnya, dia malah kena omel balik.


Sial! kenapa Baron merasa jadi suami sungguhan setelah diomeli oleh Delila?


__ADS_1


EKSPRESI BARON WAKTU DENGER DELILA NGOMEL😂😂


__ADS_2