Istri Tengil Mas Baron

Istri Tengil Mas Baron
Pulang Kampung


__ADS_3

Baron termenung menatap sebuah potret lawas yang ada di tangannya. Selepas kepergian ketiga orang asing yang belum dia kenal dan katanya sangat mengenal dirinya serta kedua orang tuanya, pria itu sama sekali tidak melakukan kegiatan apa pun. Bahkan saat Delila memberinya makan siang pun Baron seakan tidak berselera, terlebih setelah melihat potret lawas yang di berikan oleh pria paruh baya yang mengaku sebagai adik mendiang Ayahnya itu.


Selama hidup hampir 27 tahun ini, Baron baru tahu kalau dirinya masih memiliki seorang paman. Padahal selama ini dirinya mengira sudah sebatang kara, karena setelah kepergian kakek serta neneknya dia tidak lagi memiliki tumpuan hidup.


"Mas, kamu-,"


"Ternyata gue pernah punya sodara, Del. Tapi kenapa nenek sama kakek gak pernah ngasih tau gue?" Baron menyela cepat. Pria itu berbalik, kedua matanya menatap wajah gadis yang sudah beberapa bulan ini menjadi istrinya.


Walaupun pernikahan agama yang mereka jalani belum terekspos keluar, kecuali pihak keluarga besar Prayoga dan Samudera dan Albarack, tapi Baron sudah mulai menerima semua takdir hidup yang di berikan Tuhan padanya. Dia akan menjalaninya dengan ikhlas, lagian Delila cukup cantik- tidak tidak bukan cukup tapi tumpah tumpah cantiknya. Bahkan lebih dari cantik, tapi banyak bonusnya- demplon, sexy, semok, berisi depan belakang, dan itu pasti sangat-


Baron mengusap wajahnya kasar kala otaknya mulai tidak beres, niat hati ingin mencurahkan isinya pada Delila- dirinya malah kesambet setan mesum.


"Dia mirip banget sama gue, padahal kita gak kembar." ungkapnya lagi, kedua matanya kembali menatap potret di tangannya. Jujur saat pria paruh baya itu mengatakan dirinya memiliki saudara laki laki yang ternyata sudah menikah dan memiliki seorang anak. Tapi sayang dia sudah tiada karena sakit, satu tahun yang lalu. Dan kini ternyata anak istrinya malam menganggap dirinya sebagai pria yang sudah tiada itu.


Baron menghela napas kasar, dia kembali meraup wajah serta kepalanya. Rasanya sekarang otaknya ingin pecah karena memikirkan hal ini, Baron kembali memejamkan kedua matanya- tapi hanya sekejap, setelah ada sesuatu yang kembali menghantam pikirannya.

__ADS_1


Kenapa saudaranya itu bisa menikah dengan putri dari pamannya? Bukankah mereka bersaudara, walaupun saudara sepupu dan dibolehkan oleh agama? Tapi kenapa bisa, apakah mereka di jodohkan atau-


"Mas!" panggilan Delila sontak membuat Baron kembali ke dunia nyata. Pria itu terlihat bangkit, dia kembali memasukan potret usang di tangannya kedalam kantung celana.


Baron memejamkan kedua matanya sejenak sebelum menatap gadis yang sedari tadi menatap khawatir padanya.


"Gue antar lo pulang sekarang! Beresin semua barang barang lo, gue harus pergi buat mastiin sesuatu setelah ngantar lo pul-,"


"Aku ikut! Pokoknya aku ikut!" Delila menyela cepat, bahkan dia tidak mengizinkan Baron membalasnya dan menolak keinginannya.


"Tempatnya jauh Del, di pelosok. Kampung nenek sama kakek, gue gak yakin kalo lo bisa tah-,"


"Aku gak mau tau, pokoknya aku ikut! Mau di pelosok kek, ujung berung, ujung kutub, ujung dunia, aku gak peduli pokoknya aku i-,"


"Oke!" putus Baron dan itu berhasil membuat senyuman Delila terbit. Gadis itu berjingkrak senang dan segera masuk kedalam bengkel untuk mengambil tas serta ponselnya.

__ADS_1


Sepertinya perjalanan jauh yang akan mereka lewati hari ini begitu membahagiakan untuk Delila, gadis itu terlihat sangat antusias- bahkan tidak peduli Baron akan membawanya kemana nanti yang penting dirinya selalu bersama pria itu.


Ini kesempatan langka, anggap saja ini perjalanan liburan atau bulan madu mereka setelah beberapa bulan menikah. Walaupun nanti tidak akan ada adegan malam pertama mereka yang sudah terlewat sekian purnama.


Sementara Baron, pria itu terlihat gelisah. Dia harus segera memastikan sesuatu, demi bisa mengetahui apa yang terjadi di masa lalu. Kenapa dirinya tidak ingat kalau memiliki saudara padahal setahun yang dulu saat ibu dan ayahnya meninggal dirinya sudah berusia 2 tahun, apa balita berusia 2 tahun tidak bisa mengingat masa lalunya? Lalu kenapa nenek serta kakeknya tidak pernah memberitahukan ini kepadanya saat dulu masih hidup?


Apa ada sesuatu yang mereka sembunyikan kepadanya selama ini? Bahkan penyebab kecelakaan yang dialami oleh kedua orang tuanya saja dirinya tidak pernah tahu dan terungkap hingga sekarang.


Baron berharap semoga saat dirinya sampai di kediaman nenek serta kakeknya nanti, dia bisa menemukan sesuatu yang bisa membuatnya tahu apa yang terjadi selama ini di usianya yang hampir menginjak 27 tahun ini.


Rahasia apa yang tidak dirinya ketahui?



MAS BARON PULKAM DULU MUMPUNG TIKET BELOM MAHAL DAN KEHABISAN🙈🙈🤣🤣🤣

__ADS_1


__ADS_2