Istri Tengil Mas Baron

Istri Tengil Mas Baron
Larangan Adalah Perintah


__ADS_3

Kepulangan Baron ke kampung halamannya menjadi buah bibir warga. Tidak sedikit dari mereka ingin melihat pria yang sudah bertahun tahun mengadu nasib di kota itu, terlebih saat mendengar kalau Baron juga membawa seorang gadis cantik yang belum mereka ketahui siapa dia.


Dan pagi ini, saat Baron tengah membersihkan rumah bagian luar- beberapa orang terlihat mendekat ke arahnya, ada juga yang hanya melewati tanpa berniat untuk menyapa- tapi kedua matanya terus saja terarah pada Baron dan Delila.


"Wah kami enggak nyangka kalau kamu mau balik lagi ke kampung ini, Bar. Bawa cewek cantik lagi, siapa tuh?!"


Tanpa salam dan permisi, tiga orang pria yang terlihat seusia Baron langsung saja melontarkan pertanyaan. Mereka terlihat menelisik rumah yang di tempati tetangganya itu, juga gadis yang di bawa olehnya.


Bahkan tatapan menyelidik yang mereka perlihatkan pada sang gadis, membuat gadis itu terlihat risih dan mendekat ke arah Baron. Delila menyembunyikan dirinya di balik punggung lebar milik suaminya, satu tangannya terulur mencengkeram ujung kaos yang di pakai Baron.


"Mereka siapa-,"


"Gue mau ziarah ke makam, makanya pulang. Dan cewek ini bini gue, jadi kalian gak usah mikir yang enggak enggak!" sela Baron cepat.


Bisikan Delila terputus, gadis itu melipat bibirnya dalam. Hatinya tiba tiba bermekaran kala mendengar Baron mengenalkannya sebagai istri, bukan adik kecilnya lagi.


Sudut bibir Delila terangkat, bahu serta dagunya naik- bahkan gadis itu tidak segan untuk memeluk lengan Baron yang menganggur. Kedua mata bulat yang tadinya terlihat tidak nyaman, terkesan risih melihat ketiga pria itu- kini terlihat lebih berani terlebih Baron ada di dekatnya sekarang.


"Kita kira tuh cewek cuma bawaan kamu aja dari kota." cetus salah satu dari mereka.

__ADS_1


Bahkan ketiganya terlihat main mata satu sama lain seakan tengah berkomunikasi, senyuman tipis mereka bertiga terlihat- terlebih saat melihat wajah ayu milik Delila.


Selain cantik, bentuk tubuh gadis yang beberapa hari lagi akan berusia 19 tahun itu tidak lepas dari pandangan ketiganya. Delila yang memiliki tubuh kecil, semok, bohay, emplok cendol, depan belakang oke, membuat pikiran kotor mereka datang secara tiba tiba. Apa lagi mereka sering mendengar kalau gadis kota itu liar, tidak peduli sang gadis sudah menikah atau belum.


"Kalo kalian gak ada urusan lagi mending pergi aja deh, kerjaan gue masih banyak!"


Baron tidak mau menanggapi lagi, pria itu segera menarik tubuh Delila dan membawa istrinya masuk kedalam rumah. Bukannya Baron tidak tahu atau tidak peka dengan tatapan ketiga pria yang nota bene tetangga di kampungnya itu, tatapan penasaran dan ingin banyak tahu- terlebih pada Delila. Bahkan menurutnya tatapan itu terkesan mesum dan memindai, rasa tidak suka seketika muncul dari dalam hatinya.


Baron tadi bahkan berusaha menahan emosinya agar tidak melemparkan gunting rumput ke arah mata ketiganya, saat memandangi Delila penuh minat.


"Lo diem didalam rumah, jangan keluar!"


Baron mendudukkan Delila di kursi jati yang ada diruang tamu. Pria itu memegangi kedua bahu istrinya, matanya menatap serius dan dalam seakan tengah memberikan peringatan tegas.


"Dosa lo gak nurut sama suami, jangan bebal ngapa! Kalo suami lo bilang jangan ya jangan, turutin. Udah diem di rumah, masak, lipetin baju, tidur, apa kek yang penting JANGAN KE LU AR!" Baron menekab kata JANGAN KELUAR diakhir kalimatnya.


Terdengar cukup serius, tapi entah mengapa bagi Delila itu terkesan sweet dan memiliki banyak konotasi akan kecemburuan.


Delila suka ini!

__ADS_1


"Kenapa?" tanyanya lagi.


Gadis itu mulai memancing Baron, bahkan sekarang tanpa ragu dia mendekat pada pria itu dan membalas tatapannya tak kalah tajam dan terkesan nakal.


Sudut bibir Delila berkedut kala melihat Baron menghirup napas dalam lalu menghembuskannya perlahan. Dia itu memalingkan wajahnya ke arah lain, decakan kecil keluar dari bibirnya membuat senyuman tipis Delila mengembang.


"Nurut aja gak usah banyak tanya! Udah, gue mau beresin di depan dulu. Inget, jangan keluar, kalo sampe keluar- lihat aja gue bakalan lakuin sesuatu sama lo!"


Baron kian memperingati, bahkan pria itu memberikan tunjukan pada mata bulat Delila sebelum dirinya melenggang pergi. Sementara selepas kepergiannya, Delila terlihat kian melebarkan senyumannya- gadis itu memasang wajah seimut mungkin padahal Baron sudah tidak ada lagi disana.


"Emangnya apa yang bakalan dia lakuin kalo gue keluar?" gumamnya.


Otak nakal Delila reflek berfungsi, dia bangkit- kedua matanya terus saja tertuju ke arah pintu rumah. Diluar sana dia dapat melihat Baron tengah mengumpulkan peralatan kebun dan sampah pepohonan, Delila mulai bergerak- dia berjalan menuju pintu belakang rumah yang ada di area dapur.


"Larangan adalah perintah, ayo kita lihat apa yang bakalan di lakuin si barang kopi kalo gue gak nurutin omongannya. Di jewer, di cium, di peluk, atau di-,"


Delila tidak melanjutkan ucapannya, dia sudah sabar melihat apa yang akan di lakukan oleh Baron saat tahu dirinya membangkang.


__ADS_1


**BINI LO BEBAL πŸ€£πŸ€£πŸ™ˆπŸ™ˆπŸ™ˆ


MAAF YA KEMAREN GAK ADA CERITA YANG UP, BABY GEN REWEL SEHARIAN SAMPE MALEM, KOLIK, MASUK ANGIN JUGAπŸ₯² DO'AIN HARI INI ANTENG😘😘😘**


__ADS_2