Istri Tengil Mas Baron

Istri Tengil Mas Baron
Bicara Empat Mata


__ADS_3

Delila tergesa gesa menuruni anak tangga,, hari ini dia terlambat bangun padahal ada kelas pagi yang harus diikutinya. Terlebih dosen galak dan sangar dan botak yang mengajar, kalau sampai terlambat beberapa menit saja sudah di pastikan dirinya akan mendapat nilai E.


"Pagi Ma Pa!" sapanya dengan napas terengah.


Delila segera meneguk susu yang sudah di siapkan oleh Mamanya, gadis berambut panjang itu menipiskan bibir saat melihat Davyn menatap lekat ke arahnya.


"Nanti malam kamu ikut Mama sama Papa!"


Kunyahan Delila memelan, matanya mengarah kepada kedua orang tuanya yang juga masih menyelesaikan sarapannya.


"Kemana?" tanyanya penasaran.


"Ikut aja, kita udah lama kan enggak pergi bertiga. Sekarang habisin sarapan kamu, Papa tunggu kamu di mobil oke!"


Davyn bangkit, dia memberikan kecupan singkat di bibir Kirana dan berlalu pergi meninggalkan kedua wanitanya. Sedangkan Delila hanya tersenyum kecut melihat ketidakmaluan yang ditujukan oleh Papanya.


Ya walaupun kedua orang tuanya bebas saja melakukan apa pun, tapi tidak di depan kedua matanya juga. Hargailah jomblo sepertinya, ralat bukan jomblo tapi calon janda perawan yang belum pernah di kecup seperti itu.


Delila mengigit roti isinya dengan dramatis, entah kenapa otaknya malah membawakan Baron yang tengah memberikan kecupan singkat di bibirnya itu.


"Jangan ngelamun, Papa udah nungguin tuh!" tegur Kirana kalau melihat putri semata wayangnya itu terdiam sembari menatap lurus ke arah depan.


Delila tersentak, dia meringis sendiri saat menyadari kalau otaknya mulai tidak beres. Bisa bisanya dia membayangkan pria kamu yang bahkan tidak pernah menghubunginya untuk sekedar meluruskan hubungan mereka yang tergantung ini.

__ADS_1


🦋


🦋


🦋


"Kalo ada apa apa kabarin, Papa!"


Delila mengangguk, memberikan kedua ibu jarinya pada Davyn. Pria beranak satu itu tersenyum dan memberikan kecupan di pucuk kepala putrinya sebelum Delila keluar dari dalam mobil.


Setelah memastikan Delila masuk kedalam area kampus, Davyn kembali melakukan mobilnya. Hari ini dia cukup sibuk karena harus mengontrol desain animasi yang akan di jadikan permainan game baru di perusahaannya.


Delila kian masuk kedalam kampus, senyum di wajahnya perlahan menghilang berganti dengan raut datar. Tapi belum sempat dia berjalan lebih jauh, seseorang menarik lengannya hingga membuat tubuh Delila tidak seimbang.


Delila yang belum siap dan tidak bisa berkata apa pun karena shock hanya menurut, saat tangan besar itu membawanya keluar dari area kampus dan menuju mobil usang yang tidak asing di matanya.


"Aku harus kuliah!"


Kesadaran Delila datang dengan cepat, gadis itu menyentak tangan yang menariknya hingga terlepas. Dan tanpa berkata apa pun dia berbalik hendak menghindar, tapi sayang dia kembali berbalik saat pinggangnya di rengkuh dan dibawa paksa menuju mobil.


"MAS BARON AKU GAK MAU IKUT!" peliknya saat pria berwajah dingin itu membawanya dengan paksa, atau lebih tepatnya menculik dirinya.


"INI PENCULIKAN. AKU BISA LAPORIN MAS BARON KE POL-,"

__ADS_1


"Laporin aja kalo itu bisa bikin mulut cerewet ini diem. Jadi diem atau gue cium lo sampe pingsan!" ancam nya.


Tubuh Delila reflek kaku ditempat, kedua bola matanya mendelik menatap dan memindai pergerakan pria yang tengah berjalan memutari mobil.


Tanpa ada kata lagi pria itu segera menghidupkan mobil uangnya dan bergegas meninggalkan kampus Delila.


"Ngapain Mas Baron nyulik aku?"


Rasa jengkel masih menyelimuti hati Delila, saat ini dia ingin sekali melemparkan kunci pas yang tidak jauh darinya ke arah wajah pria yang saat ini masih membisu bak patung lilin. Tapi saat dipikir lagi rasanya tidak tega, mungkin memukulnya sedikit tidak akan berakibat fatal.


"Gue gak pernah nyulik siapa pun!" sahutnya.


Delila berdecak, gadis itu lebih memilih memalingkan wajahnya ke arah lain. Walaupun mata murahannya ingin sekali melirik, tapi dia berusaha tahan harga pada pria kamu, menyebalkan, ngeselin, bikin emosi dan membuatnya galau berhari hari. Padahal dirinya sendiri yang mengambil keputusan ini, tapi kenapa dirinya juga yang susah move on.


"Gue mau ngomong empat mata sama lo." cetus nya lagi.


Delila menoleh, netra keduanya bertemu- cukup lama saling mengikat sebelum Baron kembali fokus kearah jalanan.


"Tentang hubungan kita. Jadi, gue harap lo nurut kali ini." lanjutnya dengan serius.



MANA BISA MAS SAMSON LUPAIN NENG DEMPLON KAN🤣🤣🤣🙈🙈🙈

__ADS_1


__ADS_2