Istri Tengil Mas Baron

Istri Tengil Mas Baron
Pulang Kampung 2


__ADS_3

Perjalanan pulang kampung menuju kediaman kakek dan neneknya sudah berjalan beberapa jam yang lalu. Jarak dan waktu yang di tempuh cukup jauh, Baron sudah terlihat lelah dan mencoba memejamkan kedua matanya walaupun tidak bisa.


Sementara disisinya ada Delila yang tengah sibuk mengotak atik ponsel, gadis itu beberapa kali berdecak kala tidak mendapatkan sinyal internet. Perjalanan menuju kampung halaman suaminya menjadi sedikit membosankan untuknya, karena dia tidak bisa membagikan keindahan alam yang memanjakan mata pada teman media sosialnya.


Delila melirik pada Baron yang sudah terlelap, dirinya merasa kesepian sekarang. Mobil travel yang pria itu pesan tidak mampu membuat Delila mengantuk atau hanya sekedar memejamkan kedua matanya. Mungkin karena terlalu panas dan sempit, padahal dirinya sudah menawarkan mobil miliknya pada Baron untuk mereka bawa pulang kampung, tapi pria itu menolaknya- dengan alasan tidak ingin membuat mereka berdua mencolok di mata para warga.


Bahkan keduanya tidak memberitahukan niat yang sebenarnya pada Davyn dan Kirana saat berpamitan. Baron dan Delila hanya mengatakan ingin berziarah ke makam kedua orang tua pria itu serta nenek dan kakeknya.


Padahal tujuan mereka bukan hanya sekedar berziarah kubur, melainkan mencari tahu apa yang pernah terjadi di kehidupan Baron saat dulu. Siapa Bima, siapa ketiga orang asing yang mengaku masih memiliki kekerabatan dengan mendiang sangat Ayah? Serta apa tujuan mereka sekarang?


Setelah cukup lama menempuh perjalanan yang melelahkan, akhirnya Baron dan Delila sampai di perbatasan kampung. Pria berjaket jeans itu terbangun, kedua matanya mengerjap pelan- Baron mengedarkan pandangannya guna memastikan sesuatu. Bertahun tahun sudah dia meninggalkan tempat masa kecilnya, cukup banyak perubahan disana sini.


Walaupun mereka sampai saat sudah hampir malam, tapi Baron masih dapat melihat bagaimana suasana kampung halamannya saat ini. Pria itu menghela napas pelan, ekor matanya bergulir melirik pada gadis yang ternyata tengah terlelap sembari menyandarkan kepalanya di kaca mobil.

__ADS_1


Posisinya terlihat tidak nyaman, dia yakin saat bangun nanti gadis itu akan merasa sakit di area tulang lehernya, seperti salah bantal. Dengan perlahan Baron menarik bahu sang gadis, memposisikan kepala di bahunya- membiarkan gadisnya kembali terlelap tanpa harus merasakan kesakitan saat terbangun nanti. Hingga beberapa belas menit kemudian mobil travel yang mereka tumpangi berhenti disalah satu rumah yang cukup besar, namun gelap dan sedikit kotor.


Beruntung Baron selalu membayar orang untuk menjaga serta merapihkan rumah penuh kenangan itu selama dirinya berada di kota. Dan kini setelah sekian lama pergi, dia akhirnya kembali- kembali untuk mencari jati diri yang tersembunyi atau mungkin di sembunyikan selama ini.


"Del! Kita udah sampe," Baron menepuk salah satu pipi istrinya. Dia berusaha membuat gadis itu terbangun dan tidak terkejut agar gadis itu merasa nyaman.


Tapi beberapa kali di bangunkan sangat gadis tidak kunjung membuka matanya, bahkan Delila kian menyamankan tidurnya dengan memeluk lengan Baron dan mendekap erat tanpa ingin melepaskannya.


"Gendong aja Mas, biar saya yang nurunin tasnya!" sang sopir memberi usulan, dan mau tidak mau Baron menyetujuinya karena ingin segera keluar dari dalam mobil dan mengistirahatkan tubuhnya.


Dengan susah payah Baron membuka kunci dengan satu tangannya, mencoba berulang kali dan akhirnya berhasil terbuka. Debu tipis menyambut kedatangan keduanya, Baron melangkah perlahan membawa Delila menuju kursi kayu jati panjang yang ada di ruang tamu.


Dia menidurkan istrinya disana lalu kembali keluar untuk mengambil tas serta koper miliknya serta Delila. Malam ini Baron ingin segera merebahkan dirinya lalu tidur, agar besok pagi bisa segera membongkar beberapa barang di lemari milik Nenek dan Kakeknya.

__ADS_1


Semoga saja tidak ada barang yang hilang terutama sesuatu yang dia butuhkan untuk membuktikan siapa Bima dan ketiga orang asing itu.


Sementara di tempat lain..


Seseorang terlihat tergesa masuk kedalam sebuah rumah mewah, tubuhnya sedikit terbungkuk kala melihat sang tuan rumah yang sudah menunggunya sejak tadi.


"Dia tidak ada di sana, Tuan. Sepertinya dia-,"


"Aku tahu, dia tidak akan percaya begitu saja padaku. Biarkan saja, aku yakin saat dia mengetahui semuanya, tidak lama dia sendiri yang akan mencariku!"


Orang berpakaian khas sopir itu mengangguk lalu berpamitan setelah selesai dengan urusannya. Sementara sang tuan terlihat kembali menyesap cerutunya dan memandang lurus ke arah luar dimana anak serta cucunya berada.


"Hilang satu, datang satu lagi, merepotkan!" desisnya pelan.

__ADS_1



NENG DEMPLON PUNYA MAS BARON๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


__ADS_2