Istri Tengil Mas Baron

Istri Tengil Mas Baron
Marah?


__ADS_3

Baron menelan makanannya susah payah, dia dipaksa menurut dan menghentikan kegiatannya sejenak oleh gadis yang saat ini tengah tersenyum lebar tanpa dosa kearahnya.


Setelah membuatnya mematung bagaikan seonggok batu, kini gadis itu kian membuatnya makin tidak berkutik. Ciuman singkat dibibir itu benar benar membuatnya tremor, baru pertama kali ini Baron dapat merasakan bibir manis seorang gadis.


Pria itu menelan makanannya perlahan, berusaha mengabaikan tatapan nakal yang dilayangkan oleh Delila. Bahkan Maman dan seorang pria yang tadi melihat keduanya beradu bibir hanya diam memperhatikan.


"Jadi, kamu sama cowok ini-,"


"Kita pacaran, ya kan Sayang?" sela Delila cepat.


Tanpa ragu Delila memeluk lengan Baron, menyandarkan kepalanya di bahu kokoh suaminya. Delila sengaja mengaku kalau dia dan Baron pacaran bukan berstatus sebagai sepasang suami istri, karena mereka berdua menyetujui hal itu sebelumnya.


Keduanya sepakat akan mengenal lebih dekat secara perlahan dan dimulai dari kata pacaran, walaupun kenyataannya sudah menikah secara agama.


"Jadi, waktu itu-,"


"Yup bener banget, kita lagi marahan. Ya maklum lah namanya juga hubungan pasti ada pasang surutnya, ya kan SAYANG!"


Delila menekan kata SAYANG di akhir kalimatnya, bahkan kian merapat dan mengeratkan dekapannya pada Baron. Ekor matanya melirik tajam pada pria yang tengah menelan makanannya susah payah.

__ADS_1


"Bener, kita lagi marahan! Dan lo udah nganterin dia tanpa izin dari gue!" cetus Baron tiba tiba.


Pria itu kembali menikmati bekal makan siang yang Delila bawakan hari ini, tanpa ingin melihat pada pria yang diketahuinya sebagai kakak tingkat Delila. Dan sepertinya pria muda ini salah satu ancaman yang bisa membuat dirinya dan Delila kembali jauh.


Baron bisa melihat ketertarikan dimata pria itu pada Delila, sialan!


"Gue cuma di suruh sama bokapnya, ya kebetulan keluarga gue sama keluarga Delila cukup dekat dan saling kenal, jadi kita sebenarnya berencana buat dijo-,"


"Tapi sayang rencana itu gak bisa terwujud karena Delila adalah milik gue. Lo mau ngomong kalo kalian bakalan di jodohin kan? Gue udah tau, dan cuma mau ngucapin selamat karena rencana itu gagal."


Delila mengigit bibirnya, dia menatap secara bergantian pria yang tengah berdebat di hadapannya. Perlahan dekapannya di lengan Baron mengendur saat melihat pria itu begitu serius kali ini, bahkan Delila perlahan meraih botol air mineral lalu meneguk nya perlahan kala melihat tatapan tajam dan dalam Baron yang di tujukan pada Gading.


Cemburu?


Sudut bibir Delila terangkat, kedua matanya menatap penuh binar pada Baron yang masih dengan ekspresi datarnya.


"Ya, gue juga gak nyangka kalau Delila punya cowok modelan kayak lo gini. Gue kira dia bakalan dapetin cowok yang lebih dari gue, saat nolak waktu itu- tapi ternyata," satu sudut bibir Gading terangkat, pria itu melipat kedua tangannya di dada dan menatap remeh pada Baron.


Netra keduanya saling mengikat, terlihat sekali kalau aura permusuhan yang menguar dari keduanya begitu kuat. Siapa pun yakin kalau dibiarkan keduanya pasti akan lebih dari saling tatap, mungkin saling adu jotos kalau tidak cepat di jauhkan.

__ADS_1


"Mas, udah selesai nih mobilnya, udah sana bayar!"


Suara Maman membuyarkan emosi keduanya, Baron berkedip pelan- sementara Gading mengalihkan pandangannya ke arah lain sembari bersedih pelan.


Tanpa berkata apa pun Gading menjauh, tanpa suara dia mengeluarkan beberapa lembar uang berwarna merah pada Maman yang sudah berlari ke arah meja kasir.


"Kalau kamu berubah pikiran, aku masih ada buat kamu!" cetus Gading sebelum dia masuk kedalam mobil mewahnya.


Ucapan pria itu membuat Delila kian panik, ekor matanya melirik pada Baron. Pria itu masih terdiam, dan menatap tajam pada mobil yang sudah berlalu dari area bengkel.


"Mas Baron, aku-, "


"Nanti pulang ke kontrakan dulu, sekarang mending lo masuk kedalam terus tidur. Gue mau nyelesein kerjaan dikit lagi, sana!"


Baron bangkit, satu tangannya mengusap pucuk kepala Delila sebelum dia kembali mendekat pada mobil yang belum dibetulkan dengan sempurna olehnya tadi.



SABAR YE DEMPLON MAKLUM ANAK PERJAKA🤣🤣🤣🙈🙈🙈

__ADS_1


__ADS_2