
"Del, gue masih perjaka!"
Baron mencoba menghalangi Delila yang makin berani, dia tidak menyangka gadis yang tengah menindih nya ini memiliki keberanian diluar nalarnya. Baron kira Delila akan malu malu dan takut saat berhadapan dengan pria dewasa sepertinya, tapi ternyata-
"Memangnya kenapa kalo Mas Baron masih perjaka? Tapi masa sih Mas Baron masih perjaka, rasanya enggak mung-, "
"Apa maksud lo?! Jadi lo pikir gue cowok yang suka gonta ganti cewek gitu?!"
Delila mengigit bibir bawahnya saat melihat Baron berusaha lepas dari kukungannya, Delila semakin dibuat gemas saat pria itu mendelikan kedua matanya mendengar penuturannya yang menuduh tanpa bukti.
"Kayaknya aku gak pernah ngomong Mas Baron suka gonta ganti cewek, aku kan cuma ngomong, masa sih Mas Baron masih perjaka? Enggak ada tuh nuduh suka main sama cewek. Emang gak perjaka itu gara gara suka main sama cewek ya? Gonta ganti cewek juga bisa gak perjaka, emang Mas Baron diapain sama ceweknya?" Delila terus saja berbicara tanpa berniat untuk turun dari tubuh Baron.
Pertanyaan yang Delila lontarkan terdengar polos, bahkan kedua matanya mengerjap pelan terlihat seperti gadis yang baru menetas dari sebutir telur.
"Del, turun!" titahnya.
Delila dengan manja menggelengkan kepalanya. Dia terlihat tidak mau menjauh dan turun dari atas tubuh Baron, gadis itu malah merunduk dan menidurkan kepalanya di dada telanjang Baron. Kedua tangannya memeluk tubuh pria itu tanpa canggung, kedua matanya terpejam erat, sudut bibirnya terangkat saat mendengar suara detak jantung Baron yang tidak karuan.
__ADS_1
"Bentar aja, aku cuma mau tidur sambil meluk Mas Baron kayak gini- dari dulu," gumamnya.
Baron terdiam, tangannya yang hendak menyingkirkan tubuh demplon istrinya berhenti di udara. Jakun pria itu naik turun saat merasakan hembusan napas hangat Delila menerpa dada polosnya. Gadis itu benar benar membuat kancing kemejanya hampir terlepas semua, hanya menyisakan beberapa didekat pusarnya.
"Kalo aku udah tidur, Mas Baron boleh pulang. Tapi sebelum aku tidur jangan pulang dulu, aku gak tau kesempatan ini bakalan datang lagi apa enggak. Aku mau di peluk sama suami aku sendiri saat tidur, kali ini aja." Delila kembali bergumam. Gadis itu makin mengeratkan pelukannya, dia tidak peduli dengan posisinya saat ini- Delila yakin kalau terlalu lama dirinya seperti ini punggungnya akan sakit, tapi mau bagaimana lagi ini adalah momen langka bukan.
Ya momen langka yang tidak pernah dia dapatkan dari suaminya, bahkan dirinya harus menjadi gadis gatal terlebih dahulu agar dapat memeluk tubuh suaminya.
Apakah hanya dirinya yang seperti ini?
Pria itu turut memejamkan kedua matanya, hembusan napas hangat yang Delila keluarkan kian membuat Baron tidak karuan. Dia pria normal, jadi kalau dongkrak keras yang ada dibawah sana menegang tidak salah juga bukan.
Terlebih Delila makin menduselkan wajahnya, gadis itu mencari kenyamanan dan kehangatan. Gaun pesta yang dipakainya sama sekali tidak membuat Delila risih, demi bisa mendapatkan dekapan langka Baron dia tidak masalah kalau tidur dengan memakai gaun sexy ini.
Berulang kali Baron memejamkan kedua matanya, tapi sepertinya dia tidak bisa. Pergerakan Delila, hembusan napasnya, dan suasana sepi dan sunyi ini membuat otak sekotor oli bekas itu kian membuncah. Baron berulang kali menelan salivanya, bahkan mencoba bergeser agar dongkrak miliknya tidak terlalu tersiksa didalam kolornya.
Sialan! Wangi rambut dan parfum yang menguar dari tubuh Delila semakin membuatnya bergejolak. Baron diam diam menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajah Delila, gadis berpipi chubby itu sudah terlelap bahkan sedikit mendengkur dan terlihat begitu nyaman dengan posisinya saat ini.
__ADS_1
"Kalo kelamaan pinggang lo bisa encok, Del."
Baron berusaha bangkit tanpa merubah posisi tidur Delila, dia berdecak berkali kali saat merasakan kedua tangan gadis itu semakin membelit tubuhnya, bukan hanya tangan tapi juga kaki Delila yang ikut serta menahan pergerakannya.
Sepertinya Delila benar benar tidak menginginkannya pergi malam ini, gadis itu membual- padahal tadi mengatakan dia bisa pergi setelah dirinya terlelap, tapi nyatanya.
"Gue gak tau kalo lo seberani ini. Apa lo juga berani kayak gini sama cowok lain sebelum nikah sama gue?" gumamnya lagi.
Sudut bibir Baron terangkat saat melihat Delila terusik, gadis itu mengguman tidak jelas sembari tertidur.
"Kalo Mas Baron nakal, Papa potong aja lato latonya."
Kedua mata Baron mendelik, dia menatap tidak percaya pada gadis yang masih terlelap diatas tubuhnya sekarang. Bisa bisanya gadis itu mengigau dan mengatakan hal yang berhasil membuat dongkrak nya melemas seketika.
AYO DEL TUNJUKAN EKSISTENSI MUπππ€£π€£π€£ππ
__ADS_1