Istri Tengil Mas Baron

Istri Tengil Mas Baron
Mengambil Inisiatif


__ADS_3

Delila membawa Baron masuk lewat pintu samping, gadis bergaun ungu muda glamor itu terlihat mengendap endap layaknya orang yang hendak masuk tanpa izin ke rumah orang lain. Baron yang ada dibelakangnya berulang kali menghela napas pelan, sebenarnya dia ingin menghentikan Delila dan memilih pulang dari pada cosplay menjadi maling.


"Gue balik aja deh! Lo ngajak gue masuk tapi udah kayak maling gi-,"


"Ssstttt- Mas Baron diem. Bisa diem bentaran enggak, jangan banyak omong ikutin aku aja masuk!"


Delila menempelkan kedua jari telunjuknya di bibir Baron, gadis itu menatap suaminya tajam- sesekali melirik ke arah lain untuk memastikan sesuatu.


"Kita jalan lagi, jangan banyak omong- bisa?!"


Baron reflek mengangguk, entah kenapa dia menjadi penurut malam ini setelah mendengar kalau gadis yang tengah menyeretnya ini akan dijodohkan oleh Papa mertuanya, padahal sudah jelas dirinya tidak pernah sekalipun mengucapkan kata talak saat pria tua itu menyuruh menceraikan istrinya beberapa waktu yang lalu.


Sialan, amarahnya kembali menyala saat mengingatnya. Apa pria tua itu pikir pernikahan dirinya dan Delila adalah sebuah permainan seperti pekerjaan yang tengah Davyn kelola sekarang? Sebuah game hingga pada akhirnya ada salah satu dari mereka yang game over.


"Masuk!"


Baron tersentak saat Delila tiba tiba mendorong tubuhnya, dia yang belum siap hampir tersungkur ketempat tidur. Baron menghirup napasnya dalam, kedua matanya mengedar liat menelisik ke setiap sudut ruangan yang terlihat mewah dan cukup besar, bahkan sepertinya ruangan ini bisa menjadi beberapa ruangan kalau diberi sekat.


"Ngapain lo ngajak gue kesi-,"

__ADS_1


"Kenapa? Ini kan kamar aku terus Mas Baron juga suami aku, jadi apa salahnya bawa suami aku masuk kesini? Gak bakalan dosa juga kan?!"


Dengan santai Delila membuka heels berbalut kristal mahal yang sedari tadi dipakainya, melemparkannya ke sembarang arah- kedua kaki mulusnya berjalan santai menuju balkon dan membuka pembatas nya.


Gadis itu kembali berbalik, kedua matanya menatap pria yang masih mematung di tempat. Sepertinya Baron masih belum berani melakukan apa pun saat ini, atau Baron malah bingung akan melakukan apa.


"Bapak lo pasti bakalan marah kalo tau gue masuk ke rumah ini tanpa izin," ucapan Baron terdengar sangat khawatir. Kali ini pria berkuncir itu mendudukkan dirinya diatas tempat tidur. Raut wajahnya terlihat tidak tenang sama sekali, selain kata dijodohkan terus saja menghantuinya kini dia juga khawatir kalau Davyn semakin tidak menyukainya karena masuk kedalam kediamannya tanpa izin.


Kalau Delila benar dijodohkan lalu bagaimana dengan nasibnya? Baron tidak mau menjadi duda perjaka dan mengakhiri pernikahan ini.


Pria itu kembali men*desah pelan, kedua matanya terpejam hingga tidak menyadari kalau Delila kian mendekat ke arahnya dengan gerakan pelan dan terlihat begitu anggun serta menggoda.


Gadis itu berdiri tepat didepan Baron, tidak berniat mensejajarkan dirinya- Delila memilih untuk tetap berdiri dan menatap pria itu tanpa bersuara. Hingga satu gerakan yang Delila lakukan mampu membuat Baron terkejut setengah mati, pria itu terlentang diatas tempat tidur saat Delila mendorongnya kuat.


Bibir Baron terkatup kembali saat Delila malah merangkak diatas tubuhnya, kedua mata gadis itu menatap tanpa berkedip pada pria yang berusaha bangkit tapi tubuhnya tertahan oleh Delila.


Saat ini Delila sudah berada tepat didepan wajah Baron, jarak keduanya hanya beberapa jengkal saja, bahkan napas berat yang Baron keluarkan bisa Delila rasakan dengan jelas saat ini.


"Del, lo bisa bikin kita dalam masal-,"

__ADS_1


"Dalam masalah apa? Memangnya kita bakalan kena hukum kalo di pergokin sama orang, enggak kan? Kita kan udah nikah, lagian kalo cuma kayak gini udah gak aneh kan?"


Jari jemari lentik Delila menyelusuri wajah Baron dengan sensual, saat ini gadis itu sudah mengang*kangi tubuh suaminya, bersikap seperti seorang gadis nakal yang sedang menggoda om om.


Perlahan jari jemari itu turun menuju area leher dan rahang Baron. Bahkan dengan pelan sudah menuju jakun Baron yang terlihat naik turun.


"Del, turun dari sana! Lo bisa kena masalah besar kalau sampai ada orang yang tiba tiba masuk terus mergokin kita kayak gini!" Baron mulai frustasi. Pria itu berusaha bangkit tapi gerakannya kembali tertahan saat Delila malah memeluknya dan menyandarkan kepala di ceruk lehernya.


"Kenapa, Mas Baron takut kalo ada orang tau? Kenapa harus takut sih? Kan kita udah nikah. Lagian kita juga gak ngapa ngapain, cuma kayak gini doang." gumamnya pelan.


Baron tidak berkutik, pria itu terdiam mendengar ucapan Delila. Dan Baron kian membatu kalau gadis itu kembali bersuara sembari mengangkat wajahnya dan menatapnya lekat.


"Lagian Mas Baron gak pernah punya inisiatif buat jadiin aku istri beneran, jadi dari pada capek nunggu biar aku yang jadiin Mas Baron suami beneran."


Kedua mata Baron membeli aku kalau jari jemari Delila kian turun menuju area dadanya, dan perlahan membuka satu persatu kancing kemeja yang dipakainya.


Jakun Baron naik turun dan kali ini bukan hanya khawatir, tapi sangat sangat khawatir dibuatnya. Jangan bilang kalau gadis yang ada diatas tubuhnya ini akan menodainya malam ini?


"Del, gue masih perjaka!"

__ADS_1



SI DEMPLON NYURI START DULUAN🙈🙈🤣🤣🤣


__ADS_2