Istri Tengil Mas Baron

Istri Tengil Mas Baron
Kiss You


__ADS_3

"Jadi Kak Ara belum tau kalo Kak Lexi udah tunangan? Tante Yas belum ngasih tau apa gimana?"


Delila terus saja mengoceh sembari memainkan kunci yang tengah dibereskan nya, bahkan sesekali memukulkan benda itu ke lantai. Delila terlihat seperti bocah yang tengah bermain sendiri dan merasa kesepian, sedangkan orang orang disekitarnya malah sibuk sendiri- ya termasuk pria yang baru saja mendapatkan restu dari kedua orang tuanya beberapa waktu yang lalu.


Dan hari ini adalah hari kedua Delila menyambangi tempat kerja sang pria untuk mengantarkan makan siang. Karena tidak ingin Delila mengganggu, sang pria menyuruh gadis itu bermain dengan kunci yang berserakan. Tapi ternyata saking gabutnya Delila menelpon Dahliara yang berada di Dubai untuk menceritakan nasib Kakak Sepupunya Galexia.


"Ya udah, Kak Ara istirahat ya. Kalo mau resepsi jangan lupa kabarin, nanti aku kesana sebelum hari H. Jaga dede bayinya, aku masih gak nyangka kalo Kak Ara ternyata udah nikah tahun lalu hehehe."


Delila kembali berceloteh, dia merasa tidak menyangka Sang Sepupu ternyata sudah menikah tanpa diketahui siapa pun padahal dia juga melakukan hal yang sama dasar tidak tahu diri saja, dan sekarang sang sepupu tengah mengandung itu perbedaannya. Ternyata pria yang dulu pernah menjadi pengawal si Hyena adalah suaminya.


Pria yang juga menyelamatkan Dahliara saat terjatuh di jurang, ah so sweet bukan. Walaupun terlihat mengerikan tapi tindakan gentle itu membuat gadis mana pun meleleh, apa lagi pria itu memiliki tampang yang diibaratkan bak dewa Yunani.


Delila larut dengan pikirannya sendiri, bahkan saat Dahliara memutuskan panggilan telepon mereka gadis itu belum sadar. Ekor matanya melirik pada seorang pria yang tengah sibuk mengotak atik mesin mobil pelanggannya.


Sudut bibir Delila terangkat, dia menatap nakal pada pria yang belum bisa di seutuhnya itu. Tidak buruk, pria yang dia miliki juga terlihat seperti pangeran walaupun berbau oli dan sedikit berantakan, tapi itu tidak masalah- nanti dia akan menggosoknya sampai mengkilat.


"Mas Baron!" panggilnya.

__ADS_1


Senyuman Delila kian melebar, kedua mata gadis itu begitu berbinar melihat pria yang berstatus sebagai suaminya itu terlihat begitu serius. Entah kenapa dimatanya Baron semakin jantan dengan tampilan apa adanya, terkesan lusuh dan acak acakan.


Tapi sepertinya pria itu tidak merespon panggilannya, mungkin saking fokusnya membongkar dalaman mobil.


"Mas, kamu mau makan siang gak?"


Delila kembali bersuara, untung saja di bengkel hanya ada Makan dan Baron- karena dia rekan mereka tengah menjemput mobil pelanggan di tempat yang cukup jauh dari bengkel. Maman yang juga tengah membersihkan karburator hanya menoleh, dia menatap secara bergantian pasangan absrud yang menurutnya tidak normal. Ya karena Delila dan Baron tidak pernah menampilkan kemesraan layaknya pasangan suami istri lainnya.


"Sssttt- Bang!" desis Maman.


Dia berusaha untuk menyadarkan temannya agar tidak terlalu fokus pada benda mati di hadapannya, dan mengabaikan gadis yang saat ini terlihat mulai menunjukan wajah horornya karena panggilannya tidak kunjung direspon.


Maman menelan salivanya susah payah saat melihat Delila bangkit dan berjalan mendekat ke arah Baron. Pria berpakaian montir itu melengoskan wajahnya, dia memilih berpura pura sibuk kembali dan mengabaikan keduanya.


Ingat jangan ikut campur kalau tidak mau terkena sengatan lebah pembunuh yang mematikan, cari aman itu lebih baik.


Di sisi lain Baron tetap tenang, dia belum menyadari kalau Delila sudah mendekat dan tinggal beberapa jengkal lagi sampai. Pria itu masih fokus, kedua tangannya terus saja mengotak atik dal*aman mobil tanpa terganggu sedikit pun, hingga-

__ADS_1


Grep!


Cup!


Tubuh Baron mematung saat merasakan tarikan seseorang, kedua matanya membulat kala merasakan benda kenyal dan manis menempel di bibirnya tanpa izin. Jakunnya naik turun, pegangan tangannya mengendur saat melihat wajah Delila berada dekat bahkan menempel di wajahnya.


Gadis ini menciumnya! Di bibir?


"Makanya kalo di panggil itu nyaut."cetus Delila saat dia menyudahi ciumannya.


Tidak ada pagutan, hanya menempel tapi itu sukses membuat Baron membatu. Bukan hanya Baron saja yang membantu, tapi juga Maman yang menganga lebar melihat adegan dewasa itu, dan seseorsng yang baru saja sampai di area bengkel.


Maman dan orang itu melihatnya dengan jelas bagaimana bibir keduanya beradu.


" Ayo makan, aku udah laper!" dengernya penuh paksaan.


__ADS_1


AYO MAS BARON OLENG OLENG DAH🙈🙈🤣🤣🤣🤣


__ADS_2