ISTRI TENGIL TUAN AGAM (Musuh jadi Menantu)

ISTRI TENGIL TUAN AGAM (Musuh jadi Menantu)
Bab 2


__ADS_3

ISTRI TENGIL TUAN AGAM


Bab 2


Setelah penolakan cintanya oleh Marsha, Agam kini menjadi seorang yang pendiam ia jarang sekali bicara apalagi tersenyum. Agam menjadi seperti seorang yang terlihat mempunyai beban yang sangat berat dalam hidupnya. Semua orang tidak ada yang tahu jika ia sedang patah hati.


Perasaannya kepada Marsha hanya ia pendam sendiri. Tadinya Agam berencana ingin memberikan kejutan kepada Alan dan juga Keysa tentang siapa calon istrinya. Namun siapa sangka, jika semua rencanya hancur begitu saja karena penolakan Marsha.


Perubahan sikapnya itu menimbulkan pertanyaan besar dalam keluargaya .Alan maupun Keysa terutama dari adik kesayangannya yaitu Alana yang kini berusia 19 tahun dan baru akan menginjak menjadi seorang mahasiswi di sebuah universitas terbaik di kota itu.


"Mom.... " Panggil si cantik Alana


"Ada apa sayang " Jawab Keysa, mereka berempat sedang berkumpul di ruang makan untuk sarapan.


"Nanti Alyra akan menginap di sini, kami akan mengerjakan tugas sama-sama" Ucap Alana


"Oh... menginap saja bukankah rumah kita ini adalah rumah kedua anak teh celup itu" Ucap Keysa sambil tertawa


"Ada-ada saja.... " Ucap Alan


"Kakak, kenapa kau diam saja? "Tanya Alana


"Kepala Kakak sedang pusing Al...."Jawab Agam


"Kau sakit? "Tanya Keysa, namun agama menggelengkan kepalanya


"Tidak, aku baik-baik saja Mom....Baiklah aku berangkat duluan ya, Al hari ini kau berangkat dengan Daddy karena Kakak ada urusan sebentar" ucap Agam ,Keysa yang merasa kakaknya sedang tidak baik-baik saja pun hanya mengangguk mengerti. Karena ia tidak mau mengganggu kakaknya yang terlihat seperti sedang ada masalah .


"Apakah kau melihat ada perbedaan dari Agam?" Tanya Keysa


"Aku melihatnya dan aku sangat tahu jika sebenarnya Agam sedang memendam sebuah masalah yang tidak ingin kita ketahui "jawab Alan.


*


*


*


Saat di kantor sikap Agam sekarang tidak sehangat dulu kepada Marsha ia terlihat menjaga jarak dengan Marsha dan ia juga tidak mau terlalu dekat denganya. Agam juga membatasi ruang geraknya dengan mantan gadis yang ia suka itu.

__ADS_1


Dan kini Agam benar-benar memperlakukannya sebagai pegawai saja di matanya. Tidak ada lagi perlakuan spesial dan tatapan hangat Agam untuknya kali ini. Sebenarnya sikap Agam itu membuat Marsha tidak nyaman, namun apa boleh buat .Karena Marsha tidak mencintai Agam melainkan ia mencintai lelaki lain yang menjadi pilihan hatinya. Meskipun ia tahu jika lelaki itu belum tentu menyukainya.


"Agam ini berkas yang kau minta" Ucap Marsha pada Agam


"Simpan saja di situ.... "Jawab Agam dingin, Marsha pun kemudian menyimpan berkas itu dan kemudian pergi meninggalkan ruangan Agam.


"Marsha..... " Panggil Agam


"Lain kali jika kau masuk ketuk pintu dulu, bersikaplah sopan seperti karyawan yang lainnya "Ucap Agam dingin tanpa melihat ke arah Marsha.


"A-apa..... Ah iya maaf Pak, saya permisi " Ucap Marsha yang kemudian pergi meninggalkan Agam di ruang kerjanya. Agam hanya menghela nafas kasar.


"Kenapa rasanya sakit sekali, Tuhan berikanlah aku penggantinya yang lebih baik darinya dalam hal apapun. Hingga aku lupa jika aku pernah mencintaimya" Gumam Agam sambil memejamkan matanya.


*


*


*


Malam itu Alyra di antarkan oleh Rio ke rumah Alana, karena permintaan puteri kesayangannya tidak bisa ia tolak. Namun saat itu Rio langsung pulang, karena ia tidak mau meninggalkan Naura sendiri di rumah.


"Alana..... Yuhuuuu.....!!! " Teriak si cerewet dan menyebalkan Alyra yang baru datang ke rumah Alana.


"Jangan berteriak kau ini berisik sekali " Protes Alana yang bangun dari tempat tidurnya.


"Kenapa rumahnu sepi sekali? Kemana semua orang? "Tanya Alyra kemudian duduk di samping Alana.


"Mommy dan Daddy ada urusan mendadak, katanya mereka akan pulang besok pagi" Jawab Alana sambil menguap.


"Ohh... Lalu dimana Kak Agamku yang tampan itu? "Tanya Alyra


"Dia belum pulang kerja, sudahlah kau ini cerewet sekali. Aku mau tidur " Ucap Alana.


"Kalau kau tidur terus aku bagaimana? "


"Terserah...."Jawab Alana kemudian melanjutkan tidurnya.


"Aihhh dasar menyebalkan....." Ucap Alyra

__ADS_1


Alyra pun kemudian ke kamar mandi dan langsung mengganti pakaiannya dengan pakaian tidur. Ia kemudian naik ke atas ranjang dan tiduran di samping Alana.


"Aku kesini hanya untuk tidur saja, benar-benar tidak asik. Menyebalkan....."Ucap Keysa


Praangg.....


Alyra terlonjak kaget karena tiba-tiba mendengar suara barang pecah. Ia pun langsung terbangun karena takut ada sesuatu.


Alyra dengan langkah perlahan melihat ke arah bawah tangga, dan ia melihat ada Agam yang sedang berjalan sempoyongan karena mabuk.


"Ohh ya ampun Kak Agamku yang tampan, kenapa ia mabuk? "Gumam Alyra kemudian menghampiri Agam.


"Kak Agam.... " Panggil Alyra dan mengikuti Agam ke kamarnya.


"Kak.... "Panggil Alyra, di setengah kesadarannya Agam melihat ke arah Alyra dengan tatapan malas.


"Mau apa kau....? "tanya Agam


"Mau tanya....?" Ucap Alyra dengan bodohnya.


"Ckk.... "Agam masuk ke kamarnya tanpa mempedulikan Alyra.


"Aihh....Kak Agam kenapa kau mabuk? "Tanya Alyra, Namun Agam tidak mempedulikan Alyra dan langsung merebahkan tubuhnya asal ke ke ranjang.


Alyra yang merasa kasihan pun membantunya untuk membetulkan posisi tidur Agam. Namun saat sedang membantu Agam, tiba-tiba tangannya di tarik oleh Agam dan Agam langsung memeluknya dengan erat.


"Kak.... " Alyra memekik kaget karena tarikan Agam yang membuatnya berada dalam pelukan Agam yang hangat.


"Diamlah... aku ingin memelukmu" Bisik Agam sambil memeluk Alyra dalam posisi sambil tertidur dan mendekapanya dengan erat.


"Oh ya ampun, Tuhan kuatkan imanku... "Gumam Alyra yang sedang berada dalam pelukan Agam.


*


*


*


Ihhh... babang Agam main tarik-tarik aja, di kira anak teh celup itu teh tarik apa 😑

__ADS_1


Like.... like... like 😘😘😘


__ADS_2