ISTRI TENGIL TUAN AGAM (Musuh jadi Menantu)

ISTRI TENGIL TUAN AGAM (Musuh jadi Menantu)
Bab 49


__ADS_3

Saat bangun tidur Alyra terkejut karena tidak mendapati suaminya yang tidak ada di sampingnya, Alyra mencoba menghubunginya namun tidak di angkat. Alyra juga menelepon kantor namun ternyata Agam juga tidak ada di sana. Alyra sangat khawatir ia takut jika suaminya pergi meninggalkannya atau kah memang ada sesuatu yang terjadi. Atau lebih buruknya Agam kabur dengan anak beruang. Oh tidak....


Alyra pun bergegas untuk bangun dan membersihkan diri dan meminta bantuan untuk mencari suaminya yang hilang. Setelah itu dengan segera ia pergi ke tempat dimana ia akan meminta pertolongan, dengan langkah tergesa ia datang ke tempat orang tersayangnya yang akan selalu setia dan siap membantunya. Siapa lagi kalau bukan teh celup sang Papa.


Bruk...


"Papa...!!!" Teriaknya sambil membuka pintu dengan kencang, Rio yang sedang bekerja pun merasa terkejut melihat kedatangan putrinya.


"Astaga Alyra ada apa, kenapa setiap kau datang kau selalu membuat ginjal Papa terkejut" Rio mengusap dadanya karena terkejut dengan kedatangan putrinya yang tiba-tiba.


"Oh ya ampun, apa ginjal Papa berpindah tempat ?" Tanyanya sambil mendekati Rio yang sedang mengelus dadanya.


"Belum, tapi hampir saja memangnya kenapa ?" Tanya Rio


"Oh syukurlah kalau begitu, tadi Papa bilang Papa terkena serangan ginjal tapi Papa malah mengusap dada. Aku pikir ginjal dan jantung Papa pindah posisi " ucap Alyra, sudahlah percakapan antara ayah dan anak itu memang sangat aneh dan di luar nalar manusia normal.


"Ada apa kau ke kantor Papa, apa putri Papa yang cantik merindukan Papa ?" Tanya Rio.


"Oh iya , aku sampai lupa Papa Kak Agam menghilang "ucap Alyra.


"Hilang bagaimana, suamimu itu bukan anak kecil tubuhnya saja seperti kingkong beranak, cari yang benar " jawab Rio geleng-geleng kepala mendengar ucapan anaknya itu.


"Kalau ada yang menculiknya bagaimana, ahh...ya ampun apa suamiku di culik anak beruang. Lalu bagaimana dengan calon anak-ku nanti " ucapan Alyra membuat Rio terkena serangan ginjal untuk yang kedua kalinya. Anak dia bilang, bagaimana anaknya bisa punya anak pikirnya.


"Oh astaga Alyra apa kau hamil ?" Tanya Rio merasa shock akan mempunyai cucu ia belum setua itu hingga harus menjadi seorang kakek.

__ADS_1


"Belum, " jawabnya, Rio pun bernapas lega bukannya Alyra tidak boleh punya anak tapi sikapnya saja masih kekanak-kanakan. Bagaimana nasib cucunya kelak, itu yang Rio pikirkan. Sejenak Rio berpikir lagi, jika anaknya mengatakan tentang anak itu berarti putrinya sudah kikuk-kikuk dengan Agam. Oh tidak, serangan ginjal ketiga pun terjadi, Rio dibuat shock lagi oleh putri kesayangannya ini.


"Oh ya Tuhan, kita harus cepat mencari suamimu dia tidak boleh sampai hilang. Dia harus bertanggung jawab karena sudah menebar benih " ucap Rio bangkit dari duduknya dan mengajak Alyra untuk mencari Agam.


"Ayo sayang kita harus mencari suamimu, enak saja dia mau lari tanggung jawab setelah gagang sapu jeleknya itu menyelam " Alyra pun mengangguk dan langsung pergi dengan Rio. Sebelumnya Rio menghubungi Alan dan menanyakan apa menantu tak diinginkannya itu ada bersamanya. Dan Alan menjawab jika Agam memang sedang bersamanya. Karena tadi sempat ada masalah. Rio dengan semangat ingin mengunjungi rumah Alan untuk meminta pertanggung jawaban dari Agam, karena sudah mengadon calon cucunya dengan putri kesayangannya.


*


*


*


Setelah menerima panggilan dari Rio, Alan bertanya pada Agam apa ia tidak memberitahu Alyra jika ia pergi untuk mencari Alana.


"Aku memang tidak memberi tahu Alyra karena ia masih tidur " jawab Agam, namun tentu saja Agam tidak mengatakan jika ia tidak tega kalau harus membangunkan Alyra karena semalam ia sudah membuatnya kelelahan.


"Rio dan Alyra sedang menuju kesini, istrimu sangat mengkhawatirkanmu. Ia takut jika kau diculik anak beruang " ucap Alan terkekeh. Agam hanya tersenyum mendengarnya karena ia merasa sangat senang jika istrinya yang cantik sangat mengkhawatirkannya.


Tak lama setelah itu Rio dan Alyra sampai di rumah Alan, Alyra langsung berlari dan memeluk suaminya dengan erat. Agam merasa bahagia tapi mertuanya hanya berdecih melihat anak dan menantunya itu.


"Pamitlah dulu jika ingin pergi, kau sudah membuat putriku khawatir " ucap Rio sambil duduk di sofa ruang tamu Alan.


"Maaf tapi keadaannya memang sangat genting tadi " ucap Alan pada Rio.


"Memangnya ada apa ?" Tanya Rio penasaran, apalagi ia melihat wajah mantan kekasihnya itu terlihat habis menangis.

__ADS_1


"Alana menghilang " jawab Alan.


"Apa....!!!" Rio dan Alyra terkejut mendengarnya.


"Lalu bagaimana sekarang apa dia sudah ketemu ?" Tanya Rio khawatir karena baginya Alana sama seperti Alyra sudah ia anggap seperti putrinya sendiri.


"Sudah, dan juga sudah menikah " jawab Keysa


"Apa...!!! " Mereka berdua dibuat terkejut lagi, astaga hari ini memang hari yang kurang baik untuk Rio karena sudah beberapa kali ginjalnya merasa kaget hingga hampir melompat.


"Iya ,Alana sudah kami nikahkan dengan Daniel tadi dan mereka sekarang sudah sah menjadi suami istri" ucap Alan sambil menghembuskan napas kasar.


"Oh tidak ginjalku..." Rio merasa shock sambil mengelus dadanya.


"Ya ampun transmigrasi ginjal Papa sepertinya akan terjadi hari ini" ucap Alyra. Kini Agam yang menghela napas kasar dan menggelengkan kepalanya.


'Kapan anak dan ayah ini akan terlihat waras ' batinnya


*


*


*


Likenya mana nih, yang masih punya vote hayoo keluarin 💃💃 jangan lupa tebar-tebar bunga 🌹sama kasih Mimin kopi ☕ biar semangat up nya 🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2