ISTRI TENGIL TUAN AGAM (Musuh jadi Menantu)

ISTRI TENGIL TUAN AGAM (Musuh jadi Menantu)
Bab 64


__ADS_3

Di ruangan yang gelap seseorang sedang mengurung diri dan tidak mau menemui siapa pun. Tangannya masih bergetar jantungnya pun berdegup sangat kencang, penyesalan kini meliputi hatinya. Sejak kejadian itu sedikit demi sedikit kesalahannya mulai menghantui pikirannya. Ia ingin meminta maaf tapi kesalahannya sudah sangat besar dan hampir saja membuat dua orang kehilangan nyawanya.


Astaga hal gila dan hal bodoh telah ia lakukan siang tadi, pikiran gelap telah menutupi matanya hingga ia melakukan kesalahan yang sangat besar pada semua orang. Tubuhnya menggigil, apa yang akan terjadi pada dirinya jika mereka tahu jika ialah orang yang sudah membuat orang - orang yang mereka sayangi menjadi menderita. Habislah sudah hidupnya saat ini.


Ting....


Terdengar bunyi pesan dari ponselnya, ketakutan yang amat sangat kini menghampirinya. Siapa, siapa yang sudah menghubunginya malam - malam begini. Apa mereka sudah tahu jika ia yang sudah mendorong Alana hingga menyebabkan Alana dan Alyra terluka. Oh Tuhan kenapa secepat ini ia ketahuan, jika sudah begini tidak ada gunanya ia bersembunyi lagi. Ia yang sudah membuat masalah maka ia harus menghadapinya.


Perlahan Marsha mengambil ponselnya dan melihat siapa yang sudah mengiriminya pesan, ia sudah pasrah jika memang Agam dan yang lainnya mengetahui jika ialah dalam dibalik semua masalah ini.


"Gadis gila, apa yang sebenarnya yang kau lakukan !!! jika kau ingin melakukan kejahatan jangan libatkan orang lain !"


Marsha mengernyit heran siapa orang yang sudah mengiriminya pesan,ia tidak mengerti dengan pesan yang dikirimkan untuknya.


"***Siapa kau ?" ~ Marsha


"Aku adalah orang yang hampir saja melakukan kesalahan fatal karenamu !!!"


"Aku tidak mengerti, jangan menggangguku !" ~ Marsha


"Aku akan terus mengganggumu, dan juga akan menghukum gadis gila sepertimu...!!!"


"Dasar gila, enyahlah.....!!!" ~ Marsha***


Baru saja Marsha akan memblokir nomor tersebut ponselnya malah berbunyi, dan memperlihatkan sebuah panggilan dari nomor yang mengiriminya pesan barusan. Dengan perasaan kesal Marsha menggeser icon berwarna hijau itu karena ingin memarahi orang yang sudah mengganggunya. Baru saja Marsha akan membuka mulutnya, pernyataan dari orang itu langsung membungkam bibirnya hingga ia tidak mampu mengucapkan satu kata pun.


"Dengarkan aku gadis gila, aku tahu kau sudah melakukan kejahatan hingga membuat dua orang menjadi terluka dan dilarikan ke rumah sakit hampir saja mereka berdua kehilangan nyawanya jika aku tidak menginjak pedal rem mobilku tepat waktu " terdengar suara berat di seberang sana sedang membicarakan tentang hal yang ia lakukan tadi siang dan membuat ia ketakutan sampai sekarang.


"J-jadi kau...."

__ADS_1


"Ya, akulah orang yang hampir menabrak kedua gadis itu, andai saja saat itu aku tidak menginjak pedal rem dengan tepat waktu maka sudah dipastikan jika nyawa kedua gadis itu sudah hilang saat ini. Kau sudah membuatku hampir melakukan sebuah kejahatan dan aku sangat tidak terima dengan perbuatanmu itu akan kupastikan kau mendapatkan hukumannya " ancam pria itu.


"Kau tidak berhak menghukumku....!!!" Teriak Marsha tidak terima.


"Suka atau tidak suka kau akan mendapatkan hukumannya dariku karena kunci kebebasanmu ada pada diriku, jangan lupakan jika di tempat kejadian itu terpasang beberapa CCTV yang akan membuat kau masuk ke dalam penjara yang akan mengurungmu . Dan membuatmu kehilangan kebebasan, jika kau tidak ingin menghabiskan waktumu di dalam kurungan maka ikutilah aturanku karena aku akan menghukummu." Tegas pria itu.


"Kau tidak berhak menghukumku Aku tidak akan mengikuti semua kemauanmu....!!!"


"Pilihan ada di tanganmu nona manis kamu bisa memilih hukuman mana yang akan kau jalani kau akan membusuk di penjara atau kau akan memilih hukuman dariku yang akan membawamu ke surga. " Ucap pria itu sambil terbahak-bahak di sebrang sana.


"Kau mengancamku...?"


"Sama sekali tidak, pilihan ada di tanganmu dan jangan coba-coba kau lari dariku karena aku akan mampu menemukanmu dimanapun kau berada, bahkan kau bersembunyi di lubang semut sekalipun aku akan tetap menemukanmu !!!" Ucap pria itu dengan tegas kepada Masha setelah itu ia menutup panggilannya dan membiarkan Marsha berada dalam ketakutannya malam ini. Belum selesai masalah yang ia alami saat ini. Kini masalah baru datang padanya, entah seperti apa kehidupannya nanti. Marsha hanya bisa pasrah saja karena semua ini terjadi karena kebodohannya.


*


*


*


Saat Alyra sakit seperti ini Agam menjadi suami yang siaga, ia sangat perhatian pada Alyra. Ia menyiapkan semua kebutuhan Alyra. Dengan sabar dan telaten Agam mengurusi Alyra, ternyata Es Krim ini memang suami idaman. Alyra tidak salah pilih.


"Sayang, ayo kita mandi aku sudaha menyiapkan airnya " ucap Agam pada Alyra yang baru saja menyelesaikan sarapannya. Karena sedang sakit Alyra jadi sarapan terlebih dahulu agar ia bisa meminum obat setelahnya.


"Baiklah, tapi Kak Agam nanti bantu aku ya karena aku masih susah menggerakkan lenganku " jawab Alyra polos tanpa memikirkan modus dibalik mandi yang Agam ucapkan barusan.


"Tentu saja, " jawab Agam


'Dengan senang hati aku akan memandikanmu, ini saat yang amu tunggu-tunggu dari tadi ' batin Agam.

__ADS_1


Alyra mulai menggerakkan tubuhnya karena ia akan mencoba untuk bangun namun dengan sigap Agam langsung membantunya dan menggendong Alyra untuk dibawa ke kamar mandi.


"Terima kasih Kak, " ucap Alyra sambil mengagungkan lengan mungilnya itu ke leher kokoh Agam.


"Sama-sama sayang, " ucap Agam sambil mengecup bibir ranum itu.


Setelah sampai di kamar mandi Agam pun langsung mendudukkan Alyra, dan ia membantunya untuk melepaskan pakaiannya. Oh tidak pemandangan yang sangat indah sedang melambai-lambai dimatanya. Ingin sekali Agam menyentuh bukit indah itu dan meminum sumber tenaganya setiap hari.


Namun Agam menahannya karena ia merasa kasihan pada istrinya yang sedang sakit. Untuk itu Agam menahan keinginannya dengan sekuat tenaga.


Setelah itu Agam memasukan Alyra ke dalam bath up, dan mulai memandikannya. Kulit Alyra yang halus mampu membuat sesuatu terbangun dari tidur tampannya.


Dengan sengaja tangan Agam meraih benda indah menggantung yang sedari tadi menggodanya.


"Kak, jangan bilang kau sedang melakukan pijatan" ucap Alyra.


"Tidak aku sedang membersihkannya seperti bagian yang lainya, " bantah Agam. Namun Agam malah asik menyentuhnya dengan sangat lama. Alyra tahu jika itu adalah modus suaminya saja agar bisa menyentuh buah mangga ranum miliknya. Yang ukurannya bertambah karena sering mendapatkan pijat*n spesial dari Agam.


"Terserah saja, " ucap Alyra.


"Baiklah kalau begitu kita percepat mandinya agar kita menyelesaikannya di kamar.


"Apa maksudmu Kak, ?"


"Aku akan jelaskan nanti saat kau selesai mandi " jawab Agam dan dengan cepat memandikan istrinya karena gagang sapunya sudah tidak sabar untuk menyelam. Alyra hanya mengangguk saja meskipun ia tidak mengerti ucapan suaminya itu.


****


Maaf ya terlambat up, karena Miminnya gak enak badan 🤕🤒

__ADS_1


__ADS_2