ISTRI TENGIL TUAN AGAM (Musuh jadi Menantu)

ISTRI TENGIL TUAN AGAM (Musuh jadi Menantu)
Bab 36


__ADS_3

Sebelum pulang ke rumahnya, Agam mengantar dulu Alana pulang. Alana mengernyit heran saat ia sampai di rumahnya. Kenapa ia ada di sini pikirnya.


"Kak, kenapa aku diantar kesini?" Tanya Alana, kini Agam dan yang lainnya sudah sampai di depan pintu gerbang rumah orang tua mereka berdua.


"Bukankah kau tinggal di sini sejak kau dilahirkan ?" Ucap Agam sambil melihat adiknya yang duduk di belakang sedang menatapnya dengan sebal.


"Maksudku, kenapa aku diantar kesini. Aku ingin main dulu di rumah kalian. Aku masih ingin menghabiskan waktu dengan Alyra." Ucap Alana dengan memberenggut kesal.


"Kenapa kau tidak bilang ?" Tanya Alyra.


"Sudah mau sore pulanglah, lagi pula Alyra sedang sakit dia harus banyak istirahat. " ucap Agam lagi, padahal sebenarnya Agam ingin bermain dengan Alyra dan ia tidak mau diganggu oleh Alana. Kalian sudah pasti tahu jika Agam ingin bermain apa dengan Alyra, main kikuk-kikuk apalagi memangnya.


"Aihh....tidak asik " Alana pun keluar dari mobilnya dengan wajah ditekuk kesal, kemudian ia berdiri di samping jendela mobil dekat Alyra.


"Alyra, sejak kau menikah kau jadi jarang bermain denganku.Kita sudah sangat jarang menghabiskan waktu " keluh Alana.


"Karena Alyra sekarang sudah menikah, jadi dia akan menghabiskan waktu dengan Kakak bukan denganmu " jawab Agam.


'Bermain di kasur tentunya...' Batin Agam tersenyum, karena ia sudah membayangkan jika saat pulang nanti ia akan mengajak Alyra bermain kuda-kudaan. Agar Alyra tidak merasa bosan di rumah.


"Tidak seperti itu konsepnya Kak...." Protes Alana, yang tidak terima sahabat baiknya di rebut oleh sang Kakak.


"Bukankah dulu Kakak tidak suka bermain dengan Alyra, kenapa Kakak sekarang jadi suka bermain dengannya" ucap Alana lagi.


"Kau gadis mana mengerti, pergilah cari pacar atau cari suami" Titah Agam, padahal ia akan menyeleksi dulu siapa pria yang pantas menjadi pendamping adiknya itu.


"Cari kemana....?" Tanya Alyra berdecak sebal.

__ADS_1


"Carilah di kebun, semoga kau bertemu dengan beruang kebun di sana " ejek Agam sambil tertawa. Agam jadi teringat saat Alana memberi julukan beruang kebun pada Daniel.


"Enak saja, aku ini bukan penyuka pria matang seperti Alyra"


"Hei ... Justru yang matang yang akan terasa enak " ucap Alyra, hingga Agam dibuat malu-malu kambing dibuatnya. Itu adalah pujian yang luar biasa untuk Agam. Ia berjanji akan memberikan jatah double malam ini untuk Alyra, karena katanya gagang sapunya terasa enak. Padahal Alyra tidak bilang gagang sapu, tapi Agam menganggapnya begitu.


"Aihh sudahlah, pulang sana kalian...." ucap Alana


"Baiklah, kami pulang dulu ya....." Alana pun mengangguk melambaikan tangan pada Kakak dan juga sahabatnya.


"Alyra...." Panggil Agam.


"Apa....?" Jawabnya sambil melirik ke arah Agam.


"Benarkah aku terasa enak....?" Tanya Agam malu-malu kambing sambil mengusap keningnya karena merasa nervous dihadapan teh manis ini.


"Tadi kau bilang pada Alana, jika pria matang itu enak " ucap Agam.


"Emmm, iya . Kau memang enak kak " jawab Alyra sambil tersenyum ke arah Agam. Dan kini Agam pun dibuat bahagia lagi hingga hatinya meletup-letup bagaikan pop corn yang baru matang.


"Benarkah ?" Tanya Agam.


"Iya... Kau tahu kak, kalau kau itu sangat tampan, berkharisma, dan juga sangat seksiiiihhh...." ucap Alyra memuji Agam, dan yang dipuji malah semakin bahagia, hingga jantungnya mendadak menari-nari.


Tak pernah Agam sebahagia ini, bahkan saat ia mencintai Marsha pun hati dan jantungnya tidak sampai bersalto ria seperti sekarang saat ia bersama Alyra.


"Baiklah, kalau begitu aku akan mempercepat perjalanan kita. Agar kita bisa sampai dengan cepat si rumah dan kita akan bermain lagi" ucap Agam semangat.

__ADS_1


"Ya ampun, Es batu sekarang sudah berubah menjadi Es krim..." ucap Alyra sambil tersenyum senang melihat ke arah Agam.


"Kenapa masih Es, berarti aku masih dingin " jawab Agam mengerucutkan bibirnya.


"Aihh.... bibirnya di kondisikan Kak aku jadi ingin mencium-mu tahu"


"Biar saja, biar kau tergoda...." ucap Agam, Alyra mencebikkan bibirnya kesal.


"Tahu tidak bedanya Es batu dan Es krim....?" Tanya Alyra.


"Mana aku tahu, mereka sama- sama dingin " jawab Agam asal sepertinya anak sambung ulat sutera itu marah lagi.


"Baiklah aku akan menjelaskannya lagi padamu Kak, kalau Es batu itu dingin dan hambar tidak ada rasanya . Tapi kalau Es Krim itu, meskipun dingin tapi rasanya sangat enak " jelas Alyra.


"Berarti aku enak seperti Es Krim....?" Tanya Agam dengan wajah ceria.


"Iya...kau itu seperti es krim lembut dengan rasa premium" ucap Alyra lagi memuji Agam, hingga hati Agam dibuat berbunga-bunga oleh pujiannya.


"Baiklah, karena hari ini kau sangat memujiku, aku akan memberimu hadiah tiga ronde...." Ucap Agam dengan semangat.


"Apa....!!! Seharusnya aku tidak memujinya tadi" gumam Alyra.


*


*


*

__ADS_1


Aihhh Babang Agam ketagihan aye-aye 😆😆😆😆


__ADS_2