
Hari ini hari pertama Alana menjadi seorang istri dari rivalnya dan juga pebinor kakak-nya yaitu Daniel. Untuk Daniel yang tidak mencintainya itu sama sekali bukan masalah untuk Alana, tapi ada rasa canggung saat ia bersama dengan Daniel. Ingin sekali Alana marah dan mengomel pada Daniel, tapi tidak mungkin ia lakukan karena ia tinggal di apartment Daniel. Kalau ia di usir bagaimana.
"Kamarmu sudah siap ulat nakal, kau bisa istirahat disana" ucap Daniel yang sedari tadi sibuk membereskan kamar tamu yang akan di tempati oleh Alana.
"Baiklah terima kasih" jawab Alana.
"Aku akan ke kantor sebentar karena ada pekerjaan yang tertunda gara-gara aku menikah tadi" ucap Daniel.
"Iya, "jawab Alana masih dalam mode anak baik karena tidak mau di usir oleh Daniel.
'Tumben sekali ulat kecil yang nakal ini terlihat seperti anak baik ' gumam Daniel dalam hati.
"Ini uang jajan untukmu, pegang dulu nanti aku siapkan atm khusus untukmu " ucap Daniel sambil memberikan beberapa lembar uang berwarna merah.
"Aku merasa menjadi seperti seorang ayah yang memberikan uang jajan pada anaknya" ucap Daniel, Alana pun mengambil nafkah pertama dari Daniel.
"Ingatlah, jangan membuat ulah jangan nakal dan jangan hancurkan barang-barangku. Jika kau lapar beli saja atau telepon aku, aku akan memesankan makanan untuk mu. Pokoknya kau jangan masak, aku tidak mau barang-barang dan dapur ku hancur karena disentuh olehmu" ucap Daniel.
"Cerewet, aku ini bukan dinamit yang akan meledakan tempat tinggal mu. Kau hanya akan pergi bekerja bukan pergi jalan-jalan keluar negeri banyak sekali petuahmu !" Akhirnya keluar juga mulut cabai yang sejak tadi ia tahan.
"Aku bukan cerewet, meninggalkan ulat nakal sepertimu di apartment ku terasa seperti meninggalkan bom waktu. Jika aku tidak cepat-cepat datang dan tidak memprogram mu dengan baik hancur sudah tempat tinggalku nanti. Dasar bocah nakal menurut lah dan jangan banyak protes ! " ucap Daniel sambil menekan-nekan perlahan kening Alana dengan telunjuk nya.
Alana menepis telunjuk Daniel, ia harus sabar berhadapan dengan pria tampan yang tinggi menjulang itu. Alana merasa seperti seorang kurcaci dihadapan Daniel.
__ADS_1
"Sudah sana pergi kalau kau mau kerja, !" ucap Alana, Daniel menarik napas perlahan dan mengeluarkannya pelan-pelan. "Sabarlah Daniel, kau sudah dewasa malu bertengkar dengan anak kecil. Tapi anak kecil ini ingin sekali aku menjitaknya tapi nanti Kakaknya yang menyebalkan itu akan menukarnya dengan bogemnya. Astaga " gumam Daniel.
"Baiklah, ingat jangan nakal..." ucap Daniel sekali lagi.
"Ya ampun kau bahkan lebih cerewet dari Mommy dan Kak Agam !" Ucap Alana sambil duduk dan melipat tangannya karena sebal pada Daniel.
Alana terlihat cemberut kesal pada Daniel, Daniel pun kemudian pergi ke kantornya. Namun setelah pintu terbuka Daniel malah kembali lagi.
"Ingat jangan nakal, " ucapnya lagi.
"Oh ya ampun dasar beruang cerewet, !" Kesal Alana.
*
*
*
"Hai Alana, ya ampun dari tadi aku ingin menghubungimu tapi aku takut jika aku mengganggu malam pertama mu dengan Kak Daniel, beruangmu yang unyu-unyu " ucap Alyra sambil terbahak-bahak.
" Ah ya ampun Alyra, kau tidak tahu bagaimana perasaanku sekarang. Perasaan ku sangat kacau aku bingung harus bagaimana, " ucap Alana
"Kenapa kau harus bingung kau tinggal diam dan biarkan Kak Daniel yang melakukannya, cukup diam dan nikmati saja. ******H*********anya begitu saja kau merasa pusing. " jawab Alyra masih dengan tawanya***.
__ADS_1
"Maksudmu aku hanya diam saja begitu, jadi aku pasrah saja dengan semua ini ?" Tanya Alana. Dan Alyra pun mengangguk.
"Begitu ya ?"
"Iya, nanti juga kau akan terbiasa meskipun kau akan merasa lelah" ucap Alyra.
"Lelah ?" Tanya Alana
" Iya, aku selalu kelelahan jika Kak Agam itu, kau pasti mengerti kan. Kau juga pasti sudah melakukannya dengan Kak Daniel kan ?" Tanya Alyra.
"Hei, apa maksudmu ? Melakukan apa ?" Tanya Alana tidak mengerti pembicaraan kakak iparnya ini.
"Kikuk-kikuk lah apa lagi " jawab Alyra santai.
" Oh ya ampun jadi dari tadi kau sedang membicarakan, oh astaga aku ingin mengunyah mu saat ini juga. Aku sedang membicarakan bagaimana kehidupan ku selanjutnya bukan membicarakan masalah itu Alyraaaaa....!!!" Kesal Alana.
"Oh begitu ya , jangan tanyakan padaku aku tidak tahu " jawab Alyra yang sedang tertawa.
" Seharusnya aku tidak bicara padamu, " ketus Alana.
***
Dukunganya dongg 😌😌 biar semangat up
__ADS_1