ISTRI TENGIL TUAN AGAM (Musuh jadi Menantu)

ISTRI TENGIL TUAN AGAM (Musuh jadi Menantu)
Bab 57


__ADS_3

Setelah melihat pemandangan indah di depannya secara live, Daniel menjadi agak gelisah. Pasalnya ia tidak pernah melihat hal seperti itu, bahkan membayangkan pun tidak pernah.


Daniel pria normal bahkan sangat normal tapi dia adalah pria baik dan juga sopan, pikirannya terlalu polos untuk memikirkan hal seperti itu. Pekerjaannya sudah membuat ia sibuk, belum lagi wanita yang ia cintai menjadi milik orang lain. Hingga untuk memikirkan hal seperti itu sepertinya Daniel tidak pernah.


Tapi penglihatannya tadi sudah mengganggu pikirannya, ingin sekali ia mencobanya. Aihh mencoba apa memangnya, rupanya pikiran beruang kebun sedang bertraveling menjadi pria nackal, ya ampun kasihan sekali.


Dari pada ia gelisah tidak karuan lebih baik ia mandi air dingin saja untuk meredam keinginannya. Alana yang sudah selesai menggunakan pakaian itu pun keluar dari kamarnya dan melihat ada beberapa bungkus makanan di meja makan. Itu tandanya Daniel sudah pulang.


"Dimana dia, apa mungkin ia di kamarnya" gumam Alana dan melihat makanan yang di bawa oleh Daniel karena perutnya kini sudah sangat lapar, tapi jika ia makan duluan bukankah itu tidak sopan pikir Alana. Tapi sekitar dua puluh menit ia menunggu Daniel tak kunjung keluar membuat Alana kesal karena cacing di perutnya sudah berdemo sedari tadi.


"Kemana dia aku sudah lapar, " ucapnya lagi sambil duduk di meja makan. Alana melihat lagi ke arah kamar Daniel tapi pintu itu masih tertutup rapat. Alana tidak tahu jika Daniel sejak tadi mandi air dingin untuk mengusir pikiran kotornya. Tapi itu semua membuat Alana kesal. Ia sudah sangat lapar.


Daniel pun menyudahi mandinya karena ia juga merasa lapar dan mungkin saja Alana sedang menunggunya. Tapi mungkin saja gadis itu sudah makan duluan pikir Daniel. Daniel pun keluar dari kamar mandi dan mengambil pakaiannya, ia mengambil kaos dan juga celana panjang yang akan ia kenakan. Daniel pun membuka handuknya dan.....


Brukk.....

__ADS_1


"Kak Daniel kau sedang aaaaarkhhhh....." Alana terkejut melihat sosis gantung milik Daniel yang terpampang nyata di hadapannya karena jarak pintu dan Daniel berdiri tidak jauh.


"Oh astaga ! Dengan cepat Daniel menggunanakan segitiga pengaman dan juga celana panjangnya. Alana lari keluar tanpa menutup pintu karena terkejut.


"Alana... tutup pintunya...!!!" Teriak Daniel ia merasa shock di lihat seorang gadis dalam keadaan polos seperti bayi, bayi besar maksudnya. Alana berlari ke kamarnya dan bersembunyi di bawah selimut. Daniel merasa kesal dan malu secara bersamaan. Ia pun langsung mengejar Alana tanpa memakai pakaiannya dan hanya menggunakan celana panjangnya karena ia ingin memarahi gadis nakal itu. Kenapa ia tiba-tiba masuk ke dalam kamar, untung saja posisi gagang sapunya sedang dalam mode Off tidak bisa di bayangkan jika gagang sapunya sedang dalam mode On. Mungkin Alana akan di buat pingsan saat melihatnya.


"Alana...!!!" panggil Daniel dan langsung masuk ke kamarnya Alana, berharap saat ia masuk Alana sedang dalam posisi yang sama seperti yang Daniel lakukan tadi. Bukankah itu akan impas pikirnya. Namun yang Daniel lihat Alana sedang meringkuk di dalam balutan selimutnya.


"Alana, kenapa kau masuk ke kamarku tanpa mengetuk pintu dulu, kau tidak boleh seperti itu !!!"


"Aku tidak sengaja, perut ku lapar tadi dan kau sangat lama tadi " jawab Alan masih dalam balutan selimutnya.


"Cepat buka, aku ingin memarahi mu sekaligus menjitak kepalamu itu, dasar ulat nakal !"


"Tidak mau !!! " Jawab Alana masih bergelung di dalamnya hingga tarik menarik pun di mulai. Tubuh Alana yang kecil jelas tenaganya sangat jauh dengan Daniel yang bertubuh kekar. Hingga akhirnya selimut itu terlepas dan Alana tidak bisa berkutik lagi. Alana duduk dan memasang wajah memelas pada Daniel hingga perasaan Daniel yang tadi sangat marah berganti menjadi tidak tega.

__ADS_1


"Kenapa kau tadi masuk ke kamarku tanpa mengetuk pintu" ucap Daniel duduk di hadapan Alana.


"Maaf tadi aku sangat lapar, aku pikir Kak Daniel tidur karena tadi aku menunggumu sangat lama. Makanya aku ingin memastikannya saja. Siapa yang tahu kalau Kak Daniel begitu" jawab Alana memalingkan wajahnya karena ia merasa tidak nyaman dengan pandangannya yang menuju ke arah tubuh kekar Daniel yang pasti sangat nyaman untuk di sentuh. Oh tidak pikiran ulat nakal sudah mulai nackal rupanya.


Daniel menghembuskan napas kasar, ia menyadari jika ia tadi memang mandi sangat lama gara-gara melihat Alana yang woooww. Tidak pikiran Daniel kembali kesana. Jika di pikir lagi memang sebenarnya mereka impas karena sudah saling tidak sengaja melihat tubuh masing-masing.


Eh tidak, itu tidak impas karena Daniel hanya mengintip sedikit tadi sedangkan Alana melihat keseluruhannya. Itu tidak adil pikirnya.


"Ya sudah, sekarang makanlah maaf membuatmu menunggu lama " ucap Daniel tidak jadi marah pada Alana. Alana pun menganggukan kepalanya dan bangun dari duduknya untuk ke ruang makan. Namun saat bangun ia terkejut karena kakinya terkait selimut yang menggantung namun dengan sigap Daniel menarik Alana yang hampir terjatuh. Hingga posisi mereka kini di bawah dan di atas. Posisi Daniel yang tidak sengaja menghimpit Alana membuat wajah mereka kini berdekatan.


Bibir berwarna pink itu mendadak sangat menggoda Daniel, Daniel kemudian mengusap bibir Alana. Entah seperti terhipnotis oleh Daniel Alana hanya diam saja saat Daniel mengusap bibirnya. Bahkan karena tidak bisa menahannya akhirnya Daniel pun membenamkan bibirnya pada bibir Alana. Hingga mereka melakukan ciuman yang entah mereka sadar atau tidak. Daniel merasakan sangat lembut dan manis bibir itu.


Alana mencengkram bahu polos Daniel, hingga Daniel dibuat meremang olehnya dengan perasaan campur aduk Daniel terus menyelami bibir mungil dan manis itu. Karena terasa sangat nikmat untuk dinikmati. Hingga suara seseorang menyadarkan keduanya.


"Daniel....!!!" panggilnya dengan sorot mata yang yang sulit di jelaskan karena melihat adegan live di depan matanya.

__ADS_1


***


Isshh siapa sihh ganggu aja 😌😌😌


__ADS_2