ISTRI TENGIL TUAN AGAM (Musuh jadi Menantu)

ISTRI TENGIL TUAN AGAM (Musuh jadi Menantu)
Bab 39


__ADS_3

Astaga ada apa ini....!!!" teriak Alan sambil menatap tajam pada ketiga orang yang ada di sana.


"Hei....anak beruang kenapa kau dan pengasuhmu membuat masalah di sini...!!!" Alana menatap tajam pada Daniel dan Marsha.


Nafas Daniel memburu, ia terengah kelelahan karena baru saja baku hantam dengan Agam. Begitu pun juga dengan Agam tenaganya masih saja kuat walau sudah dipegang oleh Alan.


"Aku tidak mencari masalah, aku kesini hanya utuk meyelesaikan masalah " jawab Daniel.


"Dengan berkelahi maksudmu...?!" Tanya Alan


"Tidak, tidak pada awalnya..." jawab Daniel.


"Lalu kenapa kau memukul Kakak-ku, lihatlah wajah tampannya jadi jelek gara-gara kau...!!!" Alana kesal lantaran kakak kesayangannya di p u k u l oleh Daniel.


"Alana...." Panggil Keysa


"Mom...." rengeknya


"Biarkan Daddy-mu yang menyelesaikannya..." ucap Keysa, akhirnya Alana menuruti ucapan sang Mommy padahal tangannya sudah gatal ingin menoyor kepala anak beruang dan juga pengasuhnya.


Semua orang kini diminta duduk oleh Alan. Sebagai orang tua, Alan harus membantu menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi leh puteranya.


Alana duduk diapit oleh Alan dan juga Keysa, mereka sangat tahu tabiat anak perempuan mereka ini seperti apa, untuk itu mereka berdua menjaganya agar tidak membuat keadaan semakin ribut.


"Katakan yang sebenarnya, aku mau tahu kejadian yang sebenarnya tanpa ditambah atau pun dikurangi" ucap Alan dengan tegas.

__ADS_1


Pertama-tama Daniel yang membuka suaranya dan mengutarakan apa tujuannya datang kemari, yaitu untuk membahas tentang apa yang dilakukan Alyra dan juga Marsha waktu itu. Setelah itu ia menceritakan apa yang membuat ia dan Agam baku hantam.


Namun Agam malah semakin marah saat mendengar Daniel mengucapkan cinta yang kedua kalinya kepada istrinya Agam benar-benar tidak terima, ia ingin sekali memberi Daniel pelajaran karena sudah berani mencintai istri orang..Namun tindakannya berhasil ditahan oleh Alan.


"Agam jaga emosi-mu....!!!" Sentak Alan pada Agam yang terlihat seperti banteng yang siap menyeruduk mangsanya.


"Bagaimana aku bisa diam, jika ada pria lain yang terang-terangan mencintai istriku Dad !!! Bagaimana perasaan Daddy jika ada pria lain yang mencintai Mommy...?!" Astaga otak Agam sedang tidak berada pada tempatnya, hingga ia bicara sembarangan. Alan kesal mendengar ucapan anaknya yang terdengar seperti buang angin di saat seperti ini. Alan akan memberikan pelajaran yang tidak akan orang itu lupakan jika ada yang berani mencintai istri cantik dan juteknya itu.


Alan menghampiri Agam dan....


Bughh....


Satu p u k u l a n mendarat di kepala Agam, hukuman itu cocok untuknya yang bicara sembarangan. Bahkan Alan dibuat takut, karena istrinya itu masih sangat terlihat cantik walaupun anaknya sudah dewasa.


"Baiklah, aku mengerti masalahnya akar masalah ini ada pada kau Agam dan juga Marsha. "ucap Alan, mendengar Alan bicara seperti itu tentu saja Agam tidak terima. Kenapa malah ia yang disalahkan dan Kenapa ia yang disebut sebagai akar dari masalah ini apa maksud dari Alan pikir Agam.


"Dad.... Kenapa di sini aku yang jadi salah, aku disini adalah korban. Istriku akan direbut oleh sahabatku dan kau malah menyalahkanku aku benar-benar tidak terima....!!!" Bantah Agam


"Diam....!!! semua ini berawal dari kau yang mencintai wanita itu, dan kau tidak memperdulikan istrimu hingga ada pria lain yang menaruh hati kepada istrimu. Dan kau sudah memberi celah kepada wanita itu untuk melukai hati istrimu. Dan kau masih berkata ini bukan salahmu....? Kau adalah akar dari semua ini ?!!" Tegas Alan.


Agam langsung menundukkan kepalanya, ia merasa jika apa yang diucapkan oleh Alan memang benar, karena ia yang tidak terlalu peduli kepada Alyra hingga ia memberikan celah kepada Marsha untuk melakukan hal seenaknya. Dan membuat wanita itu merasa jadi wanita yang sangat dicintai olehnya, hingga membuat ia dengan berani menuduh Alyra yang tidak - tidak. Karena mungkin ia merasa jika Agam akan melindunginya.


"Dan kau Daniel tidak sepantasnya kau mencintai istri sahabatmu, jika memang benar Agam tidak mencintainya ataupun dia tidak membahagiakannya, kau tidak berhak menjadi duri di dalam rumah tangga sahabatmu itu. Semua yang kau lakukan itu tidak benar, carilah wanita yang bukan menjadi milik seseorang dan jadikanlah wanita yang kau cintai kelak menjadi wanita satu-satunya yang kau miliki nanti. Lupakan Alyra dan mulailah hidup baru dengan mencari pendamping-mu yang sesungguhnya " Alan memberi nasihat kepada Daniel.


"Dan untukmu Marsha jadilah pribadi yang baik, jangan pernah bersikap licik ataupun ingin mencari kesalahan orang lain. Kau bukanlah manusia yang sempurna, masih banyak orang-orang yang lebih baik daripada dirimu, jadi jangan pernah menganggap jika dirimu adalah orang yang paling sempurna di antara orang lainnya. Dan belajarlah bersikap jujur dan jangan pernah berbohong. Berlakulah dengan baik mulai saat ini, karena jika tidak....maka aku tidak akan diam saja. Untuk kali ini kau masih kuberi kesempatan untuk bekerja di sini, tetapi tidak untuk lain kali kau akan mendapatkan balasan yang lebih dari ini ,jika kau masih berani mengganggu rumah tangga anakku !!!" ucap Alan dengan tegas.

__ADS_1


"Dan untukmu Alana, jaga tanganmu dan jangan sembarangan kau letakan di kening orang..." ucap Alan.


"Kenapa aku di bawa-bawa Dad..." ucap Alana


"Ayolah Al... kami tahu apa yang akan kau lakukan pada dua orang yang ada di depanmu ini" ucap Keysa, yang sangat tahu tabiat kurang baik anaknya ini jika kesal pada orang lain.


"Aihhh...." kesal Alana, pandangannya langsung mengarah ke arah Daniel. Dengan jelas Daniel mengejek Alana, ia tersenyum mengejek ke arahnya. "Rasakan....." gumam Daniel, Alana yang tidak tahan langsung berdiri dan berjalan ke arah Daniel dan menoyor kepala Daniel hingga terjungkal dari sofa yang ia duduki, karena kebetulan sofa yang Daniel duduki itu tidak ada tempat sandarannya.


Bruggghh...


Beruang kebun itu langsung terjungkal ke belakang karena posisinya tidak siap, dan posisi jatuhnya itu sangatlah tidak keren karena kakinya terangkat ke atas.


"Astaga....."


"Key...." panggil Alan.


"Kenapa jadi aku...." jawab Keysa dengan ketus.


"Oh ya ampun...." Alan menepuk keningnya, entah kenapa putrinya ini galak seperti istrinya.


*


*


Bantuin babang Daniel dong kasian, di galakin terus sama titisan ulat sutera 😆😆😆

__ADS_1


__ADS_2