
Agam terus memandangi Alyra dengan tatapan ingin memangsa, mungkin selama ini ia sudah terlalu lama menahan siksaan yang di berikan oleh istrinya. Siksaan gagang sapu yang di berikan oleh Alyra sungguh dahsyat ternyata, sampai akhir puncaknya ia menjadi demam lantaran kurang istirahat dan harus menahan pikiran kotornya setiap waktu. Sungguh kejam anak teh celup ini, menyiksa suaminya.
Untuk saat ini Agam ingin sekali menjadi Edward si Drakula tampan yang bisa menggigit leher yang sangat menggoda itu. Sungguh baru kali ini ia berpikiran mesum pada seorang wanita. Bahkan saat ia mencintai Marsha pun tak pernah ia berpikir untuk melakukan sesuatu yang lebih padanya. Karena Agam adalah anak baik jadi ia tidak pernah berpikiran mesum terhadap siapapun
Sedikit demi sedikit Agam mendekati Alyra karena ia ingin sekali menggigit leher itu dan memberikan sedikit tanda di sana. Tidak... mungkin beberapa tanda saja, karena jika satu mungkin akan terasa kurang pikirnya.
"Alyra, tolong pijat sebelah sini..." pinta Agam sambil menyandarkan bahunya pada Alyra. "Baiklah, yang ini ?" Tanya Alyra sambil meraba kepala yang Agam tunjukan.
"Iya yang itu...." ucapnya sok lemah, sangat menggelikan.
Modus berhasil, kepala Agam sedikit ia naikan ke atas agar lebih dekat dan lebih mudah ia menjadi Edward. Dan sikapnya yang sok manja itu berhasil membuat Alyra mendekat padanya.
"Yesss ....." Agam bersorak karena ia sudah menempel pada Alyra, dan kini ia siap mengeluarkan taringnya untuk memberi beberapa tanda di sana.
Baru saja ia berhasil menempel di tempat yang ia tuju, dan juga baru saja Agam akan mengeluarkan taringnya tiba-tiba berbunyi. Agam mendengus kesal karena percobaannya menjadi Edward telah gagal.
Ting
Tong
Ting
Tong
"Siapa yang bertamu pagi-pagi ?" ucap Alyra
__ADS_1
" Tidak tahu, dasar pengganggu " jawab Agam memberenggut kesal karena sudah gagal menjadi Edward.
" Aku akan membuka pintu dulu " ucap Alyra sambil bangun dan pergi meninggalkan Agam sendirian di kamar dengan segala kekacauan di hatinya.
*
*
*
Sebelum Alyra sampai di sana ternyata Art di rumah itu sudah lebih dulu membukakan pintunya. Saat Alyra akan bertanya siapa datang, makhluk sok cantik yang paling tidak di sukai oleh Alyra muncul dihadapannya. Siapa lagi kalau bukan Marsha si anak beruang.
"Mau apa dia bertamu pagi-pagi begini, " gumam Alyra tidak suka.
"Aku kesini untuk menemui Agam " jawabnya.
"Dia sedang sakit " jawab Alyra sambil bersedekap dan memandang Marsha dengan tatapan yang tajam, gadis kecil ini tidak mau kalah dari bibit pelakor meresahkan yang bahkan ia sudah berani menginjakkan kakinya di rumahnya dengan Agam.
Alyra juga tidak mau mempersilahkan ia duduk, dan membiarkan anak beruang ini terus berdiri di rumahnya.
"Aku tahu, makanya aku kemari untuk menjenguknya dan aku juga sudah membawakan obat untuknya." jawabnya masih angkuh.
"Kak Agam sudah minum obat, jadi sebaiknya bawa saja obatmu itu karena ia tidak membutuhkannya."
"Tidak, aku harus memberikan obat ini untuknya. Dari dulu setiap ia sakit aku yang selalu memberikan obat dan juga merawatnya " ucap Marsha kekeuh ingin bertemu dengan Agam. Keras kepala sekali anak beruang ini, dan juga tidak tahu malu karena dengan sengaja datang tanpa diundang serta ia ingin merawat suaminya yang sakit.
__ADS_1
Sikapnya ini sungguh sangat keterlaluan, hingga menyulut api kemarahan di dalam diri Alyra. Alyra sudah tidak tahan dan ingin segera mencekik anak beruang tidak tahu malu ini, namun ia mencoba untuk menahannya dan tidak mengotori tangannya karena sudah menyentuh wanita tidak tahu malu ini. Alyra menghembuskan nafas kasar untuk menetralisir kemarahannya.
Namun melihat Alyra yang diam, dengan sengaja Marsha berjalan melewati Alyra dan hendak pergi ke lantai atas untuk mencari kamar Agam, sikapnya yang tidak tahu malu ini benar-benar membuat Alyra sangat geram.
Karena merasa sangat dicintai oleh Agam, membuat Marsha bertindak berani dan tidak menghargai Alyra sama sekali. Namun gadis kecil ini tidak akan tinggal diam, melihat suaminya akan diganggu bibit pengganggu yang sangat meresahkan seperti Marsha.
"Hei anak beruang tidak tahu malu....!!! berani kau melangkahkan kakimu untuk menemui suamiku, akan aku patahkan kakimu sekarang juga...!!!" teriak Alyra, kesabarannya untuk kali ini sudah sangat habis menghadapi Marsha.
"Benarkah...?" Jawab Marsha meremehkan Alyra, seolah sedang sengaja memancing agar Agam turun dan melihat Alyra melukainya. Dengan begitu Agam pasti akan membenci Alyra, karena sudah melukai orang yang sangat dicintai olehnya.
"Kau menantangku....?" ucap Alyra namun Marsha hanya diam saja, ia sengaja menunggu waktu yang tepat untuk menjerit kesakitan. Karena Alyra yakin jika Agam pasti mendengar suara cempreng Alyra yang sangat berisik itu.
"Iya....." jawab Marsha mengangkat bibirnya tersenyum mengejek ke arah Alyra
"Baiklah,...." dengan langkah tidak sabar Alyra langsung mendekati Marsha dan hendak menarik tangannya. Namun sebelum Alyra mendorongnya hingga terjatuh terdengar seseorang memanggil namanya.
"Alyra....!!!" teriak seseorang hingga Alyra dan Marsha langsung melihat kearah sumber suara itu.
*
*
*
Aihhh siapa itu yang manggil 🙄 padahal Mimin lagi nungguin Neng Goblin bej*k-bej*k anak beruang 😌
__ADS_1