ISTRI TENGIL TUAN AGAM (Musuh jadi Menantu)

ISTRI TENGIL TUAN AGAM (Musuh jadi Menantu)
Bab 25


__ADS_3

Semakin lama Daniel sering menghabiskan waktu bersama Alyra, rasa cinta terhadapnya justru terasa semakin dalam. Ingin sekali Daniel merebut Alyra sekarang juga dan menjadikan gadis cantik itu miliknya.


Tapi itu tidak mungkin Daniel lakukan karena Daniel juga ingin jika Alyra nanti datang ke pelukannya saat Alyra sudah menanamkan hatinya pada hati Daniel. Namun apakah itu akan terjadi ?


Entahlah Daniel juga masih merasa gamang, akankah Alyra suatu saat nanti akan mencintainya, semoga saja itu terjadi pikirnya. Terkadang ada hati tidak rela saat Daniel melihat Agam yang menyakitinya secara tidak langsung. Apa Agam tidak tahu atau pura-pura tidak tahu jika Alyra sangat tidak menyukai jika Agam berada dekat dengan Marsha.


Alyra gadis yang beri tahta tertinggi di hatinya, tapi malah disakiti dan di sia-siakan oleh Agam. Sungguh Daniel tidak rela. Jika memang Agam tidak menginginkan Alyra, maka dengan senang hati Daniel akan mengambil Alyra dan membawanya ke dalam pelukannya. Serta Daniel akan memberikan cinta yang sebanyak-banyaknya untuk Alyra yang tidak ia dapatkan dari Agam.


Daniel masih tidak mengerti, bagaimana bisa Agam menutup mata dan hatinya untuk Alyra. Seorang gadis cantik dan juga sangat polos serta baik hati dan juga sangat jujur . Meskipun terkadang kejujurannya itu selalu membuat orang merasa sesak di dada.


*


*


*


Dua bulan sudah rumah tangga yang dijalani oleh Agam dan Alyra, namun masih belum ada kemajuan sama sekali. Hanya saja jika setiap malam Alyra selalu memaksa Agam untuk menjadikannya guling yang bisa ia peluk sesuka hati. Lalu bagaimana dengan reaksi Agam saat Alyra memeluknya seperti itu, tentu saja Agam merasa sangat tersiksa karena gagang sapunya yang dulu selalu tidur tampan kini malah selalu berulah dan selalu memberontak ingin keluar dan mencari sarang.


Malam ini seperti biasanya terdengar perdebatan di atas tempat tidur antara Alyra dan juga Agam . Hal sepele yang Alyra lakukan padanya, namun selalu membuat tidur Agam terganggu akhir - akhir ini. Apalagi jika bukan Alyra yang selalu memaksanya untuk memeluknya.


"Alyra... berhenti memelukku seperti ini " ucap Agam sambil mendorong Alyra perlahan, namun seperti biasa Alyra selalu menempel bagai cicak di tubuh Agam. Ia tidak mau melepaskanya apalagi mendengar keluhan Agam. Dari pada mendengar keluhan tidak berfaedah dari Agam, ia malah menikmati tubuh hangat suaminya itu.

__ADS_1


"Kak Agam, apa kau tidak bisa diam...." ucap Alyra sambil menutup matanya.


"Bagaimana aku bisa diam, setiap malam kau selalu membuat tidur ku tidak nyaman. Saat pagi aku masih merasa sangat ngantuk. Dan kepalaku juga sangat pusing karena kurang tidur " ucap Agam yang mencurahkan isi hatinya, Agam tidak mengatakan jika ia tidak bisa tidur karena gagang sapunya yang selalu terbangun dan meronta-ronta ingin muntah.


Itu sangat menyiksa Agam, karena bagaimana pun juga ia pria normal yang menginginkan aye-aye bersama dengan wanita . Tapi bukankah Alyra istrinya, tapi kenapa Agam tidak mau menyentuhnya, itu karena Agam masih merasa canggung dan juga entahlah. Gadis yang memeluknya ini adalah gadis yang ia asuh sejak kecil, jadi terasa sangat aneh jika Agam mengajaknya kikuk-kikuk.


"Kau tinggal menutup matamu dan tidur, " ucap Alyra tidak peduli.


"Tidak semudah itu, kenapa kau tidak mengerti sihh..." kesal Agam.


"Jangan cerewet dan cepat tidur, atau tidak...." Alyra mulai akan mengancam Agam.


"Atau tidak kau akan apa ?" Tanya Agam yang kini sedang berbaring dan terlentang serta Alyra yang menempel padanya.


Astaga, gadis ini sangat bar-bar dia tidak akan segan-segan untuk mencekik gagang sapu premium miliknya.


"Kau jangan berani menyentuhnya, awas saja kau...." ucap Agam yang tiba-tiba merasa takut.


"Jika kau tidak mau diam, maka aku akan mencekiknya sekarang juga...." ancamnya lagi.


"Baiklah, baik aku akan tidur dasar Goblin menyebalkan" jawab Agam sambil menutup matanya.

__ADS_1


Cup


Terasa benda kenyal menempel di pipinya, hingga Agam langsung terdiam membeku.


"Selamat tidur suamiku yang tampan....." ucap Alyra.


"Kau bukan menyuruhku tidur, tapi kau malah membuatku semakin terbangun Alyra...." gumam Agam menghembuskan nafas kasar. Bahkan kecupannya masih terasa.


Setelah beberapa menit terdengar dengkuran halus dari bibir Alyra.


"Syukurlah ia sudah tidur, tapi kenapa pelukannya ini sangat kuat " gumam Agam.


"Ahhh sudahlah aku pusing" Agam terlihat frustasi


"Junior.... tidurlah kasihanilah aku, aku tahu kau tersiksa karena aku juga sangat tersiksa. Tapi jangan begini, kau harus bisa diajak kompromi...." Agam berbicara sendiri pada junior miliknya, berharap ia mengerti jika ini sudah malam dan sudah saatnya mereka tidur.


*


.*


*

__ADS_1


Like nya jangan lupa ya 💃💃💃💃


__ADS_2