
Zayan dan Rafasya terdiam, mereka baru sadar jika mereka ada di rumah sakit. Mereka benar-benar lupa mereka berada dimana.
"Berani membuat keributan lagi, aku akan me m u k u l kepala kalian lagi supaya kalian sadar, dasar anak nakal !!!" Kesal teh celup itu.
"Apa kau ingin merasakan tendangan memutar ku lagi makhluk Teh menyebalkan....!!!" Suara cempreng itu semua orang mengenalnya siapa lagi kalau bukan tweety si anak ayam.
"Astaga ada induk ayam rupanya " gumam Rio.
"Berani sekali lagi kau menyentuh anak tampanku, akan ku buat kau menjadi teh serbuk !!!" Ketus Nara, Zayan langsung tersenyum melihat Mommy nya yang sangat keren.
"You are the best Mom " ucap Zayan menghampiri Nara dan memeluknya
"Kau tidak apa-apa kan sayang, " ucap Nara sambil memeluk Zayan dan membelai rambutnya.
"Dasar teh celup tua, kau sudah berani menjitak anak ku. Awas kau aku rebus nanti " sambung Nayla.
"Oh ya ampun, dua makhluk aneh muncul dihadapan ku " ucap Rio. Teh celup ini memang manusia yang tidak sadar diri padahal dia adalah makhluk paling aneh dari yang paling aneh di antara mereka. Sangat menyebalkan bukan.
"Mom, apa wajahku ada kerusakan ?" Tanya Rafa pada Nayla. Nayla langsung membolak-balikan wajah putranya dan melihat dengan teliti ke arah Rafa.
"Tidak ada sayang, hanya sedikit benjol di kepalamu " jawab Nayla.
"Ooohh tidak, apa itu mengurangi ketampananku ?" Tanya Rafa panik.
"Isshh, tentu saja tidak kan terhalang oleh rambutmu " jawab Nayla. Rafasya langsung bernapas lega mendengarnya. Jika benjol itu terlihat sudah pasti akan mengurangi ketampanannya pikir Rafa.
"Dasar kudaniel mini " cibir Rio, mulut makhluk menyebalkan ini memang tidak bisa diam rupanya.
"Aihhhhh, ternyata benar kata pepatah. Pria itu jika semakin tua maka akan semakin menyebalkan " ucap Nara.
"Hei pepatah mana itu aku baru mendengarnya !" Jawab Rio yang memang tidak terima jika ada yang memanggilnya tua. Karena menurutnya ia masih muda dan tampan. Namun Nara dan Nayla tidak memperdulikan teh celup yang sedang mengomel itu. Mereka langsung menghampiri Keysa yang sedang duduk di samping Alana yang sudah mulai bangun dan sadar.
__ADS_1
"Alana bagaimana keadaanmu sayang ?" Tanya Nara, Alana tidak menjawab dan hanya meringis merasakan perih di kepalanya. Daniel yang melihat hal itu merasa tidak tega, gadis kecilnya sedang terluka. Seandainya tidak ada orang di sana ingin sekali Daniel memeluknya. Oh ya ampun, bahkan pikiran Daniel sudah sampai kesana. Ada apa dengan perasaannya pada Alana.
"Yang aku tidak mengerti kenapa Alana dan Alyra bisa sampai ke tengah jalan, apa kalian terpeleset atau bagaimana ?" Tanya Nayla yang memang sangat penasaran bagaimana kedua gadis itu bisa terjatuh begitu.
"Ada yang mendorong ku..." Jawab Alana perlahan, jawaban Alana membuat terkejut semua orang.
"Apa....!!!"
"Siapa, siapa yang mendorongmu ?" Tanya Alan geram, namun Alana hanya menggelengkan kepalanya dan meringis lagi.
"Sudahlah, nanti saja bertanya nya biarkan Alana istirahat. " Ucap Keysa yang merasa kasihan melihat anaknya terluka. Mereka semua pun setuju dan tidak bertanya lagi. Setelah melihat Alana, mereka pun menjenguk Alyra. Namun karena Alyra sudah membaik maka ia boleh langsung di bawa pulang.
Sempat terjadi percekcokan antara menantu tak di inginkan dengan bukan mertua idaman untuk membawa Alyra pulang kemana, karena mereka ingin membawa Alyra pulang ke rumah masing-masing. Namun Alyra memilih pulang bersama Agam karena ia ingin di saat sakit seperti ini ia berada dekat dengan suami tercintanya. Itu sempat membuat Rio kesal dan merasa kalah, namun bujukan dari Naura membuat Rio luluh, karena entah apa yang di bisikan oleh Naura kepada Rio hingga dalam sekejap wajah teh celup kembali ceria. Aahh...apalagi kalau bukan tentang seputar aye-aye. Naura tahu betul kelemahan suaminya itu. Maka dari itu ia membujuk teh celup dengan caranya agar dia tidak uring-uringan.
***
Agam dan Alyra kini sudah berada di rumah, Agam tidak membiarkan istrinya itu berjalan karena luka di kaki Alyra cukup membuat Agam meringis melihatnya. Bagaimana tidak lukanya tergerus aspal hingga menimbulkan luka yang lumayan. Alyra juga tidak mau berjalan karena kakinya terasa perih.
"Kak, " panggil Alyra yang masih dalam pelukan Agam.
"Ada apa "
"Maaf ya Alana terluka karena aku, aku panik jadi tidak melihat situasi dan langsung menariknya hingga ia terbentur" ucap Alyra yang merasa sangat menyesal karena sudah membuat Alana terluka.
"Kau ini bicara apa, seharusnya aku berterima kasih padamu. Karena kau sudah menyelamatkan adikku. Bayangkan saja jika kau tidak menariknya, apa yang akan terjadi pada Alana, aku bahkan tidak sanggup membayangkannya" ucap Agam.
"Siapa yahh yang sudah mendorong Alana" gumam Alyra.
"Aku akan menyelidikinya, sekarang kau istirahat lah " ucap Agam sambil mencium kening Alyra dan kemudian mengecup bibirnya. " Aku akan selalu menjagamu sayang..." ucap Agam, kata-kata Agam membuat Alyra sangat bahagia, kini ia benar-benar merasa di cintai oleh Agam.
***
__ADS_1
Di Rumah Sakit
Alan dan Keysa pun kini sudah pulang dan kini tinggallah Daniel sendirian yang menunggui Alana. Sebenarnya Keysa dan Daniel ingin menemani putrinya. Namun mereka juga memikirkan Daniel yang mungkin butuh privasi dengan Alana. Untuk itulah mereka memberi ruang pada Daniel dan juga Alana.
Daniel dengan setia menunggui Alana, bahkan saat Alana memejamkan matanya Daniel mengecup kening Alana. Dan saat itu sebenarnya Alana tidak tidur dan ia tahu apa yang Daniel lakukan padanya.
Alana mulai membuka matanya, Daniel yang melihat pun langsung menghampirinya. "Apa kau membutuhkan sesuatu ?" Tanya Daniel.
"Aku ingin minum " jawab Alana perlahan.
"Tunggu lah aku akan mengambilkannya untukmu " ucap Daniel.
Alana pun mengangguk perlahan, tak lama Daniel memberikan air minum dan membantu Alana untuk duduk.
"Terima kasih " ucap Alana, Daniel pun mengangguk dan menyimpan air minum di meja. Daniel melihat keadaan Alana yang sangat kacau, wajah cantiknya terluka belum lagi perban di kepalanya. Tangan dan kakinya juga terkena goresan luka dan Daniel yakin jika itu terasa sangat perih. Rasa iba timbul di hatinya. Seharusnya ia bisa menjaga Alana pikir Daniel.
"Maafkan aku, " ucap Daniel sambil memegang pipi Alana. Alana merasa heran kenapa suami dadakannya ini malah meminta maaf padanya. Memangnya apa salahnya pikir Alana.
"Kenapa kau meminta maaf ?"
" Karena aku tidak bisa menjagamu " ucap Daniel, Alana tersenyum pada Daniel. " Dasar beruang kebun ini sama sekali bukan salahmu tahu " ucap Alana.
"Tetap saja aku merasa sangat bersalah "
"Kalau begitu minta maaf lah yang benar.." ucap Alana sambil tertawa
"Maafkan aku, " ucap Daniel sangat tulus namun itu terlihat lucu di mata Alana. Namun sedetik kemudian Alana terkejut saat bibir Daniel menempel di bibirnya.
"Astaga jantung ku....." batin Alana.
****
__ADS_1
Ini seribu kata lebih ya, mimin baik banget ternyata 😌 Mimin itu mau munculin hilal buat Marsha kira-kira kalian setuju gak kalau di cerita ini ada 3 pasangan yang bakal Mimin ceritain 🤧, komen ya kalau gak setuju nanti Mimin bilangin sama anak beruang kalau kalian gak setuju dia punya pacar 😆😆😆