
Setelah melakukan pergulatan panas di pagi hari Alana dan Daniel kini masih saja berada dalam satu selimut yang sama, mereka masih enggan beranjak dari sana. Jika Alana memang masih merasakan sakit di bagian intinya karena baru saja dijebol oleh gagang sapu milik Daniel maka, Daniel enggan bangun karena ia masih ingin mendekap Alana.
Alana mulai bergerak dan ia ingin bangun untuk ke kamar mandi, Daniel yang merasakan ada pergerakan dari istrinya langsung melihat ke arah Alana.
"Kenapa, apa masih sakit ?" Tanya Daniel, Alana langsung mengerucutkan bibirnya membuat Daniel menjadi gemas melihatnya.
"Tentu saja ini sangat sakit dan sangat perih, " ketus Alana.
"Tapi tadi aku melihatmu sangat menikmatinya" ejek Daniel membuat pipi Alana terasa sangat panas.
"I-itu karena, karena...."
"Karena kau sangat suka" potong Daniel.
"Aihh kau ini sangat sok tahu dan menyebalkan, " ucap Alana karena kini ia benar-benar merasa sangat malu pada Daniel.
"Ulat nakal ini ternyata bisa malu-malu juga ya, aku baru tahu" sepertinya Daniel memang senang mengejek Alana.
"Isshh, sudahlah aku mau pergi " ucap Alana dengan mendorong dada Daniel yang terasa sangat keras. Sebenarnya ia ingin sekali menyentuh dada bidang suaminya dengan perlahan namun Alana masih sangat malu untuk melakukannya. Alana bukanlah Alyra yang selalu agresif pada Agam hingga Agam pun menyerah dan runtuh pertahanannya oleh tingkah Alyra.
Namun Daniel tidak mengijinkan Alana pergi, ia masih mau berlama-lama memeluk sang istri yang kini sangat ia cintai dan juga sayangi.
"Diamlah aku masih ingin memelukmu" Daniel mendekap Alana dengan penuh kasih sayang.
"Tidak mau, kau sangat menyebalkan "
__ADS_1
"Oh ayolah sayang, jangan merajuk seperti itu. Itu membuatku ingin melakukannya lagi." Ucap Daniel.
"Kau boleh melakukannya lagi asal kau jujur padaku " ucap Alana.
"Jujur tentang apa ?" Tanya Daniel.
"Tentang perasaanmu padaku," ucap Alana sambil menunduk dan memainkan telunjuknya dengan membentuk sesuatu yang asal di dada bidang Daniel, dan sungguh itu sangat menggangu Daniel dan memecah konsentrasinya saat ini. Namun Daniel mencoba untuk menahannya karena ia ingin menjelaskan perasaannya terhadap Alana dulu agar semuanya menjadi tidak gamang.
Tangan besar Daniel meraup wajah cantik Alana, sebelumnya ia mengecup bibir mungil itu dan menyesapnya sedikit.
"Dengarkan aku baik-baik Alana, aku sangat mencintaimu. Entah sejak kapan perasaan ini muncul tapi aku mulai merasa sangat nyaman saat bersamamu. Ya walaupun kau tahu sendiri kau itu sangat galak dan juga sangat menyebalkan tapi jujur dari lubuk hatiku yang terdalam, aku sangat mencintaimu. Dan aku berjanji akan selalu mencintai menjaga dan selalu melindungimu. Percayalah padaku, kita mulai lagi semuanya dari awal. Apa kau mau ?" Tanya Daniel. Alana tersenyum mendengar penuturan Daniel.
"Tentu saja aku mau, awas saja jika kau berani selingkuh aku akan memotong timun nakal milikmu itu " ancam Alana.
"Kau sangat kejam Nona, " ucap Daniel sambil tertawa, Alana pun ikut tertawa dan memeluk tubuh kekar Daniel tanpa ragu.
"Kau terpaksa " ejek Daniel.
"Sama sekali tidak, aku serius " jawabnya.
"Tapi kenapa aku melihatmu seperti terpaksa ya," Daniel dengan sengaja terus mengejek Alana.
"Kau memang sangat menyebalkan, kau harus di hukum aku cekik kau " ucap Alana dengan mencekik sesuatu yang tadi menerobosnya hingga ia merasa sakit dan nikmat secara bersamaan. Daniel dibuat terkejut oleh tingkah Alana yang membuatnya kembali menjadi mode on.
"Kau memang ulat kecil nakal, kau harus di hukum " Daniel mulai mengungkung Alana dan memulai lagi pergulatan panasnya dengan Alana.
__ADS_1
Daniel sungguh merasa bahagia begitu pun juga dengan Alana mereka akhirnya bisa saling mencintai satu sama lainnya. Dan mereka berjanji akan menjaga pernikahan mereka dengan cinta.
*
*
*
Di sebuah tempat yang berbeda namun dengan suasana yang sama, sepasang insan yang saling mencintai kini baru saja menyelesaikan pembuktian cinta mereka. Agam yang terus mendekap tubuh Alyra yang masih kelelahan dan bahkan deru napasnya saja masih belum normal.
Demi apapun Agam kini sangat mencintai Alyra, ia tidak pernah menyangka jika ia akan membuka hatinya pada goblin nakal dan sangat menyebalkan saat bicara ini. Namun ternyata kini hati dan cintanya tertambat pada Alyra, putri dari rivalnya sedari ia remaja.
"Alyra berjanjilah padaku, kalau kau akan selalu mencintaiku" ucap Agam. Alyra mendongakkan wajahnya melihat ke arah Agam dan membelai wajahnya.
"Aku berjanji, aku akan selalu mencintaimu Kak. Kau adalah cinta pertama dan terakhirku. Hati dan jiwaku hanya milikmu semua yang ada pada diriku adalah milikmu Kak. " ucap Alyra, kemudian ia mencium bibir Agam, dan Agam pun menyambut ciuman manis dari Istri kecilnya ini.
"Aku sangat mencintaimu Alyra, "
"Aku juga sangat mencintaimu, kau adalah milikku untuk sekarang dan selamanya "
****
Akhirnya cerita Agam sama Alyra juga Daniel sama Alana tamat ya 🤗, dari awal partnya emang aku sengaja bakal gak bikin panjang karena aku emang suka bikin cerita yang to the point tanpa muter-muter 😆 maaf ya karena aku lebih suka cerita kaya gini 🥰🥰. Tapi jujur aku seneng banget sama kalian semua yang selalu ngikutin cerita aku dari awal sampai novel aku yang ini.
Buat cerita Marsha nanti beda buku ya, kalian bisa baca nanti di mas pijo ya disana juga gratis kok gak pake koin, kenapa aku nulis di sana karena aku juga kerja disana 😅 jadi aku bagi-bagi ceritanya,,,😁 Tapi tenang aja, di sini aku udah spesialin cerita anaknya ratu ubur-ubur ya, judulnya GADIS DESA KESAYANGAN TUAN MUDA kalian tinggal klik aja profil aku aja yang ada di bagian depan novel aku yang ada pp aku deket warna gold itu 😊.
__ADS_1
Makasih semuanya lope lope sekecamatan dari Mimin 😘😘😘