ISTRI TENGIL TUAN AGAM (Musuh jadi Menantu)

ISTRI TENGIL TUAN AGAM (Musuh jadi Menantu)
Bab 54


__ADS_3

Malam ini Marsha benar-benar tidak bisa tidur, ia merasa sangat gelisah. Benarkah jika Daniel dan Alana sudah menikah, jika benar kenapa mereka bisa menikah. Marsha berusaha mendekati dan mencari perhatian Daniel setengah mati tapi ia sama sekali tidak bisa menjadi kekasihnya. Hanya sebagai sahabat aja gelar tertinggi yang Marsha dapat.


Marsha benar-benar tidak terima jika Alana memang menikah dengan Daniel. Kenapa bisa dengan begitu mudahnya gadis nakal itu menikahi Daniel pria pujaan hatinya selama ini. Astaga malam ini Marsha benar-benar frustasi dibuatnya, dia bahkan tidak bisa memejamkan matanya walaupun hanya sebentar. Pikirannya sangat kalut apalagi ia melihat alamat mencium pipi Daniel dan benar-benar menyulut kemarahan di hatinya.


"Ini tidak bisa di biarkan, aku harus mencari tahu kebenaran kabar ini, secepatnya " gumam Marsha sambil menarik rambutnya.


*


*


*


Pagi ini Alana sudah bersiap untuk pergi ke kampusnya, ia sudah terlihat sangat cantik dan segar pagi ini. Pagi ini Daniel pun sudah terlihat sangat rapi dan tampan walaupun masih ada luka lebam di wajahnya, tapi itu tidak mengurangi wajah tampannya.


Alana menyiapkan sarapan seadanya saja karena ia memang tidak pandai memasak, jadi ia hanya menyiapkan roti dan juga susu saja.


"Di sini tidak kopi, apa kau memang tidak minum kopi ?" Tanya Alana.


"Mungkin persediaannya habis, ini saja tidak masalah terima kasih " ucap Daniel. Baru kali ini Alana merasa menjadi orang yang tidak berguna bahkan untuk sarapan saja ia hanya mampu menyiapkan makanan instan yang tersedia di sana saja.


Sebenarnya perasaan bersalah masih menghantui hatinya, seharusnya ia tidak melibatkan Daniel. Tapi di balik itu semua Alana merasa bersyukur karena Daniel yang datang untuk menolongnya, jika saja yang datang adalah seorang pria pendek jelek dan juga botak ia tidak sanggup membayangkan itu semua.


"Boleh aku menumpang di mobilmu, kita ka satu arah " ucap Alana, Daniel pun setuju dan tidak merasa keberatan karena kini Alana sudah menjadi tanggung jawabnya. Jika hanya mengantar ke kampus itu sama sekali bukan masalah untuk Daniel.

__ADS_1


Ponsel Daniel pun berbunyi dan tampaklah wajah Marsha yang sok imut memenuhi layar ponsel Daniel. Daniel pun langsung mengangkat panggilan itu dengan perasaan biasa saja.


"................."


" Iya baiklah...." jawab Daniel setelah itu ia menyudahi panggilannya.


" Kenapa anak beruang itu ?" Tanya Alana.


"Katanya mobilnya masuk bengkel, jadi dia minta berangkat bersama " jawab Daniel sambil meminum susunya. Alana hanya ber Oh saja namun sepertinya ulat nakal terlihat seperti sedang merencanakan sesuatu.


"Anak beruang ingin bermain denganku rupanya" gumam Alana. Setelah selesai sarapan mereka berdua berangkat untuk ke kantor dan ke kampusnya.


"Alana kita akan lewat ke apartement Marsha kau tidak masalah kan ? Apa kau tidak akan terlambat nanti ?" Tanya Daniel.


"Cantik..."


"Justru aku suka terlambat karena aku tidak perlu mengikuti kelas, dan aku juga tidak mau melewatkan main bersama anak beruang yang menyebalkan itu " gumam Alana dalam hati sambil terus tersenyum. Hingga diam-diam beruang kebun mencuri pandang pada ulat nakal miliknya itu.


Kini sampailah Alana dan Daniel di apartment Marsha, terlihat jelas jika gadis yang selalu menganggap dirinya imut itu kini sedang berdiri menunggu Daniel. "Aku tahu kalau kau berbohong" batin Alana.


Marsha pun kemudian menghampiri mobil Daniel dan ingin membuka pintu depannya, namun sebelum ia membukanya Alana sudah membuka kaca mobil dan memperlihatkan senyum manisnya pada Marsha. Untuk yang kedua kalinya Marsha dibuat shock oleh Alana.


"Hai, lama menunggu ya. Maaf ya kau tidak bisa duduk di depan karena tidak muat untuk dua orang " ucap Alana dengan nada menyebalkan seperti biasa. Dengan tatapan jengah Marsha pun naik ke mobil Daniel dan duduk di kursi belakang.

__ADS_1


Daniel pun kemudian menghidupkan mobilnya lagi dan pergi ke kampus Alana dulu karena Daniel tidak mau jika istrinya terlambat kuliah. Padahal itulah yang diinginkan oleh Alana, terlambat dan tidak mengikuti kelas.


Marsha terlihat duduk manis dan tidak mengeluarkan suara, Daniel pun tidak berniat menyapanya. Sebenarnya Daniel masih kesal pada Marsha, ia membantu mengantarkan Marsha hanya sebatas kemanusiaan saja tidak lebih.


Saat mobil berjalan agak lambat dengan sengaja Alana mengucek matanya, hingga terlihat memerah. Daniel yang memang sedari tadi memperhatikan ulat nakalnya langsung membawa mobilnya ke pinggir dan bertanya pada Alana.


"Alana kau kenapa ?" Tanya Daniel.


"Sepertinya mataku kemasukan debu, Kak Daniel ini perih sekali" ucap Alana dengan sengaja bernada manja pada Daniel. Daniel langsung mendekati Alana dan melihat matanya memang merah.


"Jangan di kucek begitu nanti iritasi " ucap Daniel.


"Lalu bagaimana ini perih sekali " ucap Alana. Marsha yang melihat kedekatan mereka berdua merasa sangat jengah, dadanya bergemuruh dan rasa panas menjalar ke seluruh tubuhnya. Karena Daniel yang terlihat sangat perhatian pada Alana.


"Kemarilah aku akan meniupnya" ucap Daniel dan mendekatkan wajahnya pada Alana. Alana pun memajukan tubuhnya agar dekat dengan Daniel.


'Sialan...." umpat Marsha dalam hati


' Aroma gosong mulai tercium ' gumam Alana


"Kenapa jantungku berdegup kencang" Daniel merasakan jantungnya berdetak tidak karuan


***

__ADS_1


Like dong sama komen dong, mimin udah rajin nihh 😘😘😘 gift sama vote nya jangan lupa 💃💃💃


__ADS_2