
Mulai hari ini Alyra sudah mulai kuliah lagi, Alana sangat senang karena hari-hari di kampusnya ia tidak akan merasa kesepian lagi. Karena jika tidak ada Alyra Alana merasa kesepian, karena jika tidak ada Alyra suasananya terasa sangat sepi bagi Alana. Karena sejak kecil mereka selalu bersama dan tidak terpisahkan.
"Aku sangat senang sekali akhirnya kau kuliah lagi..." ucap Alana. Karena mereka kini sedang berada di kampus dan sedang berjalan dengan berdampingan ,Alyra berjalan dengan perlahan karena ia masih merasa kesakitan dibagian intinya.
"Cutiku kan sudah selesai..." jawab Alyra.
"Eh... memangnya Kak Agam tidak melarangmu kuliah lagi ?" Tanya Alana.
"Tentu saja tidak, memangnya kenapa dia harus melarangku kuliah, lagi pula jika sampai Kakakmu itu melarangku kuliah sudah pasti kalau Papaku Teh celup itu akan mengajaknya bertengkar, kau tahu kan Papaku dan Kak Agam itu seperti apa," ucap Alyra, Alana yang mendengarnya jadi tertawa. Mengingat jika interaksinya seperti apa jika mereka bertemu. Teh celup dan Es batu di satukan harusnya bisa menjadi teh segar yang menyejukan, tapi anehnya es batu selalu berubah menjadi air mendidih jika bertemu dengan Teh celup itu.
"Aku pikir kau tidak akan masuk hari ini, mengingatmu yang sangat malas belajar" ucap Alana lagi sambil tertawa.
"Dari pada aku di rumah aku bisa-bisa aku habis oleh Kakakmu" jawab Alyra asal karena mengingat kejadian kemarin yang membuat Agam tidak berhenti menyentuhnya. Namun sedetik kemudian ia menyadari jika Alyra sudah salah bicara.
"Iya kau benar, Kakakku kak penguji mentalmu..." Jawab Alana sambil tertawa lagi, Alyra bernapas lega untung saja jika sahabatnya ini tidak mengerti dengan ucapannya.
Sebenarnya tubuhnya merasa sangat lelah ,tapi jika ia tidak berangkat kuliah . Maka Agam juga tidak akan berangkat bekerja karena ia ingin melakukan acara ritual kikuk-kikuk bersama Alyra lagi.
Sungguh tubuh Alyra terasa sangat remuk saat ini, Alyra sangat terkejut jika suami Es Batunya ternyata sangat buas saat sudah mencair. Ia tidak pernah merasa lelah untuk melakukannya, hingga Alyra merasa sakit dan juga nikmat dalam waktu bersamaan.
*
__ADS_1
*
*
Agam sudah merasa sehat berkat pengobatan khusus yang dilakukan oleh Alyra kemarin, hingga Agam sangat ketagihan dengan apa yang ia dan Alyra lakukan. Makanya ia melakukannya sampai berulang - ulang hingga Alyra benar-benar merasa lemas.
Sungguh sensasi yang sangat luar biasa yang Agam rasakan saat ia bersatu dengan Alyra, dan kini Agam sudah membulatkan hatinya. Jika ia hanya akan bersama dengan Alyra, nama Marsha akan ia hapus selamanya dari dalam hati Agam. Karena Agam merasa jika itu sangat tidak pantas ia lakukan, mencintai seorang gadis yang bukan istrinya.
Saat ia datang Agam sudah disuguhkan dengan pemandangan kurang mengenakan, karena ia disuguhkan dengan wajah Marsha yang cemberut dan melihat Agam dengan pandangan kesal. Namun Agam tidak peduli, Agam tahu jika Alyra dan Alana bersalah karena sudah menyakitinya secara fisik saat hari kemarin.
Namun itu juga bukan sepenuhnya kesalahan dari adik dan juga istrinya Itu, karena Agam juga melihat jika Marsha lah yang memulai menyerang Alyra. Lantaran mulut petasan Alyra sudah membangkitkan amarah anak beruang, namun saat kemarin Agam baru melihat sisi lain dari Marsha yang jujur saja Agam tidak suka, Karena tersirat wajah licik di sana.
Jika ditanya kenapa Agam bisa menilai Marsha seperti itu, karena hari kemarin Agam melihat dengan jelas sifat reflek Marsha yang sifatnya tidak baik menurut Agam.
"Siapkan berkas untuk meeting nanti siang...." ucap Agam tanpa mau mendengarkan keluhan Marsha, hingga Marsha dibuat lebih kesal lagi. Kenapa Agam bisa berubah seperti itu, sia-sia ia sudah memasang wajah merajuk. Jika dulu Agam akan membujuk Marsha saat ia sedang terlihat tidak baik, namun kali ini Agam terlihat dingin dan tidak peduli padanya.
Sungguh mengesalkan ternyata wajah sok imutnya tidak berguna kali ini.
*
*
__ADS_1
*
Siang ini Daniel berencana untuk menemui Alyra, ia ingin bertanya tentang apa sebabnya ia menyerang Marsha. Perbuatan Alyra tidak bisa dibenarkan oleh Daniel, meskipun Alyra tidak menyukai Marsha, tidak seharusnya ia menyakiti Marsha.
Daniel memang sangat mencintai Alyra, namun jika Alyra melakukan kesalahan maka Daniel akan tetap menegurnya. Karena ia tidak mau jika Alyra terjebak dengan kebencian hingga membuat ia terjerumus kedalam jurang kesalahan yang semakin dalam.
Daniel sudah menghubungi Alyra dan mereka berjanji akan bertemu siang ini, Alyra pun mengajak Alana untuk menemui Daniel karena ia juga merasa tubuhnya semakin tidak enak jadi ia butuh teman untuk mengantarnya pergi.
****
Daniel pun sudah menunggu Alyra di sebuah restoran yang sudah ia pesan, tak lama ia menunggu Alyra pun datang bersama dengan Alana.
Daniel pun mempersilahkan Alyra dan Alana duduk, Daniel melihat wajah Alyra yang terlihat pucat. Sepertinya Alyra kurang sehat pikirnya. Tapi Daniel tidak bisa menunda pertanyaannya, dan ia langsung bertanya pada Alyra tentang apa yang lakukan pada Marsha hari kemarin.
"Alyra katakan padaku kenapa kau menyerang Marsha ?" Tanya Daniel terlihat tidak sabar.
"Apa....!!!" Bukan hanya Alyra yang terkejut tapi Alana juga terkejut mendengar pertanyaan Daniel yang menurutnya aneh.
"Oh ya ampun ternyata ada drama anak beruang..." gumam Alana.
****
__ADS_1
Udah tiga Bab nihhh 💃💃💃 Mimin rajin banget yaaahhh 😚😚😚😚
Kalian juga harus rajin like ya 🤗