
Sejak melihat Alana dengan Rafa hati Daniel mendadak tidak tenang, Daniel masih tidak rela jika Alana dirangkul dengan begitu akrabnya oleh pria muda yang tidak Daniel kenal, apalagi pria muda itu sangat tampan dan terlihat bukan seperti orang biasa. Bisa saja kan Alana terpikat padanya, Alana itu kan gadis yang sangat cantik. Siapa yang tidak akan tertarik padanya. Bahkan sikap galaknya saja terlihat sangat manis , oh ya ampun beruang kebun itu kini malah berpikir kegalakannya itu sangat manis. Bukankah Daniel selalu sebal pada sikap galak dan nakal Alana. Entahlah Daniel juga merasa bingung dengan perasaannya saat ini. Yang jelas ia tidak bisa berkonsentrasi saat bekerja sekarang.
Jam makan siang hampir tiba, Agam akan bersiap untuk menjemput Alana dan jiga juga Alyra. Kedua gadis itu sangat istimewa di hati Agam, Agam sangat menyayangi mereka berdua. Namun saat sedang bersiap, tiba-tiba Alan menghubunginya agar ia menemaninya meeting.
"Jadi bagaimana Agam, kau bisa kan menemani Daddy meeting. Meeting ini sangat penting dan tendernya sangat besar, asistent Daddy tidak bisa menemani Daddy karena banyak pekerjaan juga di sini. " ucap Alan.
"Baiklah Dad, aku segera kesana " jawab Agam, untung saja Alana dan Alyra belum di beri tahu jika mereka akan diajak makan siang bersama, karena niatnya Agam akan memberi kejutan pada mereka. Sepertinya acara makan siangnya di tunda dulu saja karena saat ini Daddy nya lebih membutuhkan dirinya. Agam pun segera bersiap untuk pergi, namun sebelumnya ia memberi tahu Marsha jika ia akan pergi menemani Alan.
"Marsha aku akan pergi meeting dengan Daddy, hari ini tidak ada jadwal kan ?" Tanya Agam.
"Tidak, kau bisa pergi pekerjaan di sini biar aku yang membereskannya " ucap Marsha.
"Baiklah, " ucap Agam dan terus berlalu meninggalkan Marsha. Marsha menghela napas berat. Melihat Agam yang sudah benar - benar berubah padanya.
"Bahkan untuk berpamitan pun ia sangat enggan " gumamnya dengan memasang wajah sedih, hancur sudah semuanya. Kini ia telah kehilangan kedua pria yang sangat penting dalam hidupnya, yaitu Agam dan Daniel. Jantungnya kini serasa di remas, inilah yang dinamakan sakit namun tak berdarah.
"Semua ini gara-gara kedua gadis sialan itu..." umpatnya
__ADS_1
*
*
*
Siang ini Alana dan Alyra akan pergi makan siang dengan Zayan dan Rafa, karena sudah sangat lama mereka tidak pergi bersama. Jika orang yang tidak tahu mungkin orang-orang akan menyangka jika mereka adalah dua pasangan. Namun pada kenyataannya mereka saling menyayangi seperti saudara.
Mereka makan siang di dekat kantor Agam, dan berharap Agam bisa ikut dengan mereka namun ternyata Agam pergi dengan Alan, ya sudahlah Agam memang sedang sibuk jadi tidak masalah untuk mereka.
"Akan aku hancurkan kalian, aku sangat membenci kalian berdua" gumamnya dengan gigi gemerutuk menahan segala kebencian yang di tujukan pada orang yang ia sebut mereka.
Makan siang pun sudah selesai, mereka berdua ingin langsung pulang saja karena merasa sangat lelah. Mereka kini menuju keluar restoran Alyra dan Alana menunggu saja di depan karena Zayan dan Rafa sedang menuju tempat parkir untuk mengambil mobilnya.
Tanpa mereka berdua sadari ada seseorang yang sedang melihat mereka dengan tatapan penuh dendam, dan juga kini mulai mendekati mereka berdua. Dengan langkah yang penuh amarah ia menghampiri Alana dan juga Alyra.
Matanya tertuju pada kendaraan yang lewat dan juga situasi yanga ada di sana. Ia ingin memastikan keadaan di sana aman dan juga memastikan jika kedua pria itu belum mendekati kedua gadis cantik itu.
__ADS_1
Ia pun mempercepat langkahnya, karena ia sangat ingin melakukan sesuatu kepada kedua gadis itu. Setelah memastikan penampilannya aman dari jangkauan cctv dan juga dari orang-orang yang ada di sana ia berharap tidak ada yang mengenalinya.
Orang dengan segera mendekati kedua gadis itu dan dengan sengaja mendorong Alana ke tengah jalan karena saat itu ada kendaraan yang lewat dan berharap kendaraan itu akan menabrak Alana. Setelah itu dengan cepat ia berlari karena tidak akan ada orang yang mengejarnya karena saat itu di sana hanya ada Alyra dan Alana hingga kesempatan itu tidak ia sia-sia kan. Alana terkejut begitu pun dengan Alyra yang melihat Alana terjatuh ke tengah jalan.
"Alana....!!!" Teriak Alyra berlari ke tengah jalan tanpa mempedulikan sekitarnya karena yang ada dalam pikirannya saat ini adalah menyelamatkan Alana.
Dengan segera Alyra menarik Alana dengan cepat hingga mereka terguling ke pinggir jalan dan di saat yang bersamaan ada sebuah mobil yang mendekati mereka berdua.
"Aarrrrggghhh...." Alana dan Alyra sangat terkejut mobil mendekati tubuh mereka berdua.
*
*
*
Ya ampun Alana sama Alyra gimana nasibnya 😰😰😰 Mimin deg-degan,😣😣😣.
__ADS_1