
Hubungan Marsha dengan Agam kian merenggang, kini di kantor pun mereka hanya terlihat sebatas atasan dan bawahan saja. Agam bahkan tidak pernah mau menyapanya dan selalu bersikap dingin pada Marsha, dan sikap Agam itu tentu saja membuat hati Marsha terluka. Ada rasa sesal di hati Marsha kenapa dulu ia menolak cinta Agam dulu, andai saja ia tidak tertarik pada Daniel mungkin saat ini ia tengah bahagia dengan Agam. Dan tidak ada Alyra diantara mereka.
Tapi semuanya kini sudah terlambat, menyesal pun tidak ada gunanya karena Agam kini sudah menikah dengan Alyra. Perempuan yang sangat ia benci saat ini. Marsha selalu merasa jika semua yang ia alami ini adalah karena kehadiran Alyra diantara mereka bertiga. Padahal sebelumnya hubungannya dengan Daniel dan juga Agam sangat baik. Bahkan kedua pria itu selalu menjaganya.
Tapi kini kedua pria yang selalu bersamanya itu malah malah terlihat menjauhi Marsha, dan Marsha tidak terima dengan semua ini. Ia berjanji akan membalas Alyra dan juga Alana, karena semua berawal dari kedua perempuan itu.
'Lihat saja aku pasti akan membalas kalian berdua !!! ' umpat Marsha.
Dan untuk Daniel, ia masih berharap jika Alyra akan menjadi miliknya. Daniel belum bisa melupakan gadis cantik dan polos itu, pikirannya selalu di penuhi dengan Alyra. Senyumnya gaya bicaranya dan bahkan saat ia marah, semua tertanam jelas di pikiran Daniel.
"Aku sangat merindukanmu Al, " gumam Daniel.
***
Di kampus Alyra dan Alana sedang asik bercanda bersama, akhirnya Alana tidak kesepian lagi karena sahabatnya kini selalu menemaninya. Namun itu hanya saat jika Agam tidak ada, karena terkadang kakaknya Es Krim bucin itu selalu saja mengganggunya.
Mereka berdua kini baru saja selesai kuliah dan mereka berdua berencana untuk pergi main-main dulu dan juga jalan-jalan menghabiskan waktu berdua. Seperti dulu yang sering mereka lakukan.
__ADS_1
"Semoga saja hari ini Kakak-ku yang menyebalkan itu tidak menggangu kita " ucap Alana. Kini mereka berdua sedang duduk di taman kota sambil memakan es krim melihat orang berlalu lalang di sana.
"Iya, kalau diganggunya malam tidak apa-apa aku suka. Ternyata kakakmu itu memang sangat hot " ucap Aira sambil membayangkan suaminya yang memang sangat keren.
" Aihh kau ini juga ternyata sama saja dengan kakak-ku sama-sama bucin, aku tidak pernah menyangka kakak yang sangat dingin dan sangat tidak suka diganggu olehmu kini malah sangat suka mengganggumu." Alana menggelengkan kepalanya.
"Itu karena dia sekarang sangat mencintaiku, kau bicara seperti itu padaku karena kau belum merasakan jatuh cinta. Coba saja kau punya pacar pasti hidupmu tidak akan kesepian " ucap Alyra.
"Aku belum mau punya pacar, lagi pula kau tahu kan, kakak itu bagaimana baru saja ada pria yang mendekat dia langsung saja dia yang selalu mengambil tindakan, sangat aneh" ucap Alana.
"Itu karena dia sangat menyayangimu tahu, adik iparku ini kan sangat cantik tentu saja dia takut jika banyak pria yang mendekatimu dan mempermainkanmu"
"Iya, Papa-ku bilang jika sembilan puluh persen pria itu adalah buaya, dan sepuluh persen pria baik contohnya Papa-ku itu dia adalah pria yang sangat baik meskipun agak aneh. Tapi aku sangat menyayanginya dia adalah cinta pertama ku" ucap Alyra tersenyum.
"Berarti aku harus mencari pria yang seperti kakak dan juga Daddy, karena mereka adalah pria yang sangat baik "
"Oh ya aku punya kandidat yang sangat cocok untukmu, dia tampan dan juga matang " ucap Alyra .
__ADS_1
"Siapa,? Tanya Alana antusias karena ia juga ingin punya pacar agar tidak kesepian.
"Kak Daniel si beruang kebun " jawab Alyra terbahak, Alana kesal hingga menoyor kepala kakak iparnya itu.
"Yang benar saja, beruang kebun itu bukan tipeku dia itu terlalu menyebalkan. Carikan yang lain lagi..." ketus Alan, kemudian ia pun terlihat berpikir lagi kemudian ia tertawa .
" Bagaimana kalau Zayan atau Rasya, kau bisa pilih " ucap Alyra lagi sambil terbahak-bahak dan satu toyoran lagi mendarat hingga Alyra terjungkal.
"Alanaaaa.....!!!"
"Mereka terlalu muda aku tidak suka...." ucap Alana tanpa merasa bersalah.
Tidak jauh dari mereka ada seorang pria yang sedari tadi memperhatikan dan terus mengikuti mereka, sambil terus menguping apa yang mereka berdua bicara kan. Ia mengikuti kedua gadis cantik itu mulai dari kampus hingga taman. Pria itu terus memandang wanita yang selalu ia rindukan setiap waktu dengan hati terluka.
"Gadis bar-bar itu memang sangat menyebalkan, ingin sekali aku culik dan melemparkannya untuk menjadi makanan kudaniel eh, "gumam pria itu.
****
__ADS_1
Hayo siapa yang ngintip tuuuhh entar bintitan lohh 🙄
Likenya yang kenceng dong biar mimin semangat 💃💃💃