ISTRI TENGIL TUAN AGAM (Musuh jadi Menantu)

ISTRI TENGIL TUAN AGAM (Musuh jadi Menantu)
Bab 66


__ADS_3

"S-siapa kau, ? Tanya Marsha dengan takut. Pria yang yang menahan tubuhnya ini belum terlihat jelas wajahnya ini karena suasana mobil yang gelap. Namun perlahan ia menatap ke arah Marsha.


"Aku adalah calon suamimu, " jawabnya santai sambil tersenyum jahat.


"Apa...!!!"


"Jangan berteriak atau aku akan menutup bibirmu itu dengan bibirku " ucapnya dengan menatap tajam pada Marsha.


"Lepaskan aku, aku mau pulang " ucap Marsha perlahan.


"Sayangnya aku tidak mengijinkanmu, jalankan mobilnya ! "


"Baik Tuan, " ucap supir yang berada dalam mobil itu.


"Tidak, tidak aku mohon lepaskan aku ! " Marsha benar-benar dibuat panik oleh pria itu. Ia sangat takut, bagaimana jika ia adalah pria jahat yang akan melakukan hal-hal yang tidak diinginkannya. Bayangan-bayangan buruk sudah berseliweran di dalam benaknya. Ia menangis, bagaimana jika ia akan dijual oleh pria itu. Hancurlah sudah hidupnya, kenapa ia bisa berurusan dengan pria jahat semacam dia. Apakah dia seorang mafia atau apa. Marsha tidak bisa berpikir apa-apa, pikirannya sangat kacau saat ini.


*


*


*


Siang tadi Alana sudah bisa pulang dari rumah sakit, Alan dan Keysa mengantarkannya sampai apartementnya Daniel. Mereka sangat ingin putrinya tinggal bersama mereka, tapi itu tidak mungkin karena kini Alana sudah menjadi milik Daniel. Meskipun begitu Daniel tidak pernah membatasi Alana untuk bertemu dengan orang tuanya. Ia bisa kapan saja main ke rumah orangtuanya ataupun Alan dan Keysa bisa bertemu dengannya kapan saja.


Alana kini sedang berbaring di kamarnya, sebenarnya ia sangat bosan dengan kegiatannya akhir-akhir ini yang hanya menghabiskan waktu di tempat tidur saja. Namun untuk bermain keluar itu tidak mungkin ia lakukan karena ia baru saja keluar dari rumah sakit. Daniel tidak akan mengijinkannya keluar begitu pun dengan Alan dan juga Keysa.

__ADS_1


Saat sedang melamun, pintu kamar tiba-tiba terbuka dan terlihatlah Daniel yang masuk ke sana dengan membawa segelas air dan juga beberapa obat yang pastinya untuk Alana.


Alana terbangun dan kemudian duduk, Daniel pun menyimpan nampan yang berisikan obat dan air minum untuk Alana di atas meja di samping ranjang tidur Alana.


"Sudah waktunya minum obat, " ucap Daniel ia kemudian duduk di samping Alana sambil memegang kening Alana, namun tangannya di tepis oleh Alana. Bukan karena ia tidak suka tapi karena ia memang merasa sangat gugup saat tangan Daniel menyentuh keningnya.


"Aku tidak demam, jadi tidak usah memeriksaku seperti itu" ketus Alana. Daniel tersenyum melihat ke arah Alana.


"Benarkah ?" Tanya Daniel tersenyum ke arah Alana.


"Cerewet, "


"Aku pikir kau demam, karena wajahmu sangat merah Alana " Daniel bicara namun tangannya mengambil obat yang ada di meja, ia merasa gemas melihat istrinya yang galak itu marah-marah.


"A-apa, benarkah ?" Alana langsung memegang pipinya yang memang terasa panas sedari tadi. Dan tingkah Alana itu membuat Daniel semakin gemas saja. Ada apa dengan perasaannya saat ini, kenapa Daniel sangat suka melihat Alana yang seperti ini. Dan perasaannya terhadap Alyra seolah menguap begitu saja saat ia menikah dengan Alana.


Daniel terkejut saat Alana mengambil obat dari tangannya, " kau ini akan melamun atau akan memberiku obat sihh, " ucapnya dengan menggerutu.


"Maaf, barusan aku sedikit melamun " ucap Daniel.


"Sudahlah, jangan memikirkan lagi istri orang lain. Punya malu lah sedikit jadi beruang. Jangan seperti anak asuhmu yang menyebalkan itu. Yang setiap kali bertemu dengannya selalu saja tercium aroma hati panggang" ucap Alana kemudian ia meminum obatnya.


"Aku tidak memikirkan istri orang lain, tapi aku sedang memikirkan Istriku sendiri " jujur Daniel.


"Baguslah, kalau begitu. Eh tunggu dulu istrimu itu kan aku, jadi kau memikirkan aku ?" Tanya Alana sambil menunjuk hidungnya sendiri.

__ADS_1


"Iya, "


"Kenapa, apa aku tidak boleh memikirkan Istriku sendiri ?" Tanya Daniel.


"I-itu, sudahlah aku mau tidur " ucap Alana sambil menarik selimut dan menutupi tubuhnya. Namun Alana dibuat terkejut saat Daniel juga ikut masuk ke dalam selimut dan berbaring di sampingnya.


"Hei , apa yang kau lakukan ?"


"Tidur, "


"Kenapa kau tidur disini ?"


"Karena aku ingin tidur sambil memeluk istriku " ucap Daniel sambil menarik Alana kedalam pelukannya yang hangat. Namun Alana memberontak karena ia merasa tidak nyaman atau lebih tepatnya ia merasa sangat canggung.


"Lepaskan, "


"Tidak.... Diamlah gadis kecil, jika kau terus memberontak kau akan membangunkan sesuatu yang sedang terlelap" bisik Daniel.


"Oh tidak," gumam Alana ia bukan anak kecil yang tidak mengerti ucapan Daniel yang mengatakan jika ada sesuatu yang terlelap. Apalagi kalau bukan gagang sapu milik suaminya. Alana pun akhirnya hanya terdiam dan menikmati pelukan hangat Daniel.


"Anak pintar " ucap Daniel sambil membelai lembut rambut Alana dan kemudian mencium bibir yang sejak tadi menggodanya untuk di sentuh.


'Kenapa beruang ini jadi sering menciumku sihh, tapi kenapa aku suka dicium olehnya aaaaarkhhhh....' batin Alana.


****

__ADS_1


Doain Mimin biar cepet sembuh ya, kemarin Mimin keracunan makanan yang bikin Mimin sakit perut level tinggi sampe lemes bahkan buat nulis aja gak bisa, makanya Mimin belum bisa maksimal buat up 🙏🤕


__ADS_2