
Alana dan Alyra mengikuti Agam kedalam kamarnya, mereka melihat jika Agam kembali lagi ke tempat tidurnya. Ia kemudian memakai selimut dan mulai memejamkan matanya.
"Kakak..." panggil Alana
"Heemm....Kakak sedang sakit Al" jawab Agam sambil menutup matanya.
"Aku juga tahu makanya aku menjenguk Kakak" ucapnya
"Terima kasih, kau memang adikku yang paling baik " ucap Agam mulai membuka matanya dan tersenyum kepada Alana. Alana pun kemudian memeluk Agam, ia sangat merindukan kakaknya ini. Sejak menikah dengan Alyra, ia memang jarang bertemu dengan Agam.
Alyra pun ikut duduk di samping Agam, kini Agam di apit oleh adik dan juga isterinya yang sangat berisik.
"Kakak, ngomong - ngomong kenapa kau bisa sakit ?" Tanya Alana.
"Kau ini bodoh ya, kakakmu itu manusia tentu saja bisa sakit" jawab Alyra.
"Kakak-ku itu orang yanga jarang sakit tahu !" Jawab Alana.
"Lalu....? " Tanya Alyra
"Mungkin Kakak-ku sedang banyak pikiran dan juga kelelahan karena bekerja" jawab Alana.
Agam hanya diam saja menyimak kedua gadis cerewet yang ada disampingnya itu. Karena jika Agam menyuruhnya diam pun mereka berdua tidak akan peduli. Andai saja mereka tahu jika Agam sakit karena menahan gejolak gagang sapunya yang setiap hari meronta ingin keluar dari persembunyiannya, dan singgah di gua hangat yang ingin sekali ia selami sampai mual dan muntah.
Lama mereka mengobrol hingga Agam ketiduran, mungkin karena ia sedang sakit dan juga obat yang ia minum membuat ia sangat mengantuk. Alana pun memutuskan untuk pulang karena Keysa sudah meneleponnya sedari tadi.
"Lyra...." panggil Alana.
__ADS_1
"Kenapa ? Tanya Alyra yang kini mengantar Alyra pulang sampai depan rumah.
"Mumpung Kakak-ku sedang tidur cepat sana cium dia" ucap Alana.
"Ahh....iya cepat sana kau pulang. Hati- hati ya..." ucap Alyra
"Iya, sudah sana pergi..." ucap Alana, Alyra pun bergegas masuk lagi ke dalam rumahnya lagi takut Agam keburu bangun dan ia gagal menciumnya.
"Dasar bucin, kenapa anak itu suka sekali dengan pria matang " gumam Alana melihat sahabat kecilnya terburu-buru masuk ke dalam rumah.
*
*
*
Alyra dengan cepat masuk kedalam kamarnya dan melihat Agam masih terlelap, Alyra langsung tersenyum karena sekarang ia mempunyai kesempatan untuk mencium Agam lagi .
Alyra mencium pipi Agam dengan senang " Kau memang sangat tampan, sayang sekali kau tidak menyukaiku" gumamnya. Alyra kemudian membelai wajah tampan Agam yang tampak pucat. Aira kemudian mencium lembut bibir Agam .
Yang Alyra tidak tahu adalah ternyata Agam sudah terbangun saat kecupan pertama.
"Gadis nakal, sudah berani menciumku diam-diam rupanya" gumam Agam saat merasakan benda kenyal itu menemoel.di bibirnya.
Baru saja Alyra mengangkat wajahnya, ia melihat Agam tengah menatapnya hingga Alyra dibuat terkejut olehnya.
"Oh ya ampun, Kak Agam k-kau sudah bangun?" Tanya Alyra dengan gugup karena ketahuan sudah mencium Agam secara diam-diam.
__ADS_1
"Sejak kapan....?" Tanya Agam, kemudian Agam pun duduk dan melihat ke arah Alyra yang terlihat sangat gugup.
"Apa...?" Tanya Alyra pura-pura tidak mengerti dengan ucapan Agam. Agam mendekatkan wajahnya pada wajah Alyra dengan jarak yang sangat dekat. Gadis kecil itu semain di buat gugup saja oleh Agam.
"Sejak kapan kau berani menciumiku seperti itu ...?" Tanya Agam lagi, Alyra langsung memundurkan kepalanya dan mendorong Agam ke belakang.
"Baiklah aku akan mengaku, kalau aku selalu menciummu setiap hari saat kita sudah menikah " jawab Alyra tanpa memasang wajah takut lagi. Alyra berpikir jika sebaiknya ia mengaku saja. Jika sampai Agam marah dan macam-macam maka ia akan melaporkannya pada sang Papa yang akan selalu siap membantunya. Bahkan jika Papanya teh celup itu tahu jika anaknya di marahi oleh menantu tak di inginkannya itu. Maka sudah pasti jika Agam akan dibuat camilan olah Rio . Jadi Alyra tidak takut lagi pada Agam yang akan mengomelinya sekarang.
Agam terkejut saat mendengar jika Alyra suka menciuminya setiap hari, Agam kesal karena berpikir jika ini sangat curang. Setiap hari ia harus menahan keinginannya untuk ehemm- ehemm tapi dengan seenaknya Alyra dengan bebas menciumnya setiap hari.
Ini tidak bisa dibiarkan, Agam harus membalas perbuatannya Alyra selama ini padanya.
"Kau tahu, selama ini aku tersiksa karena-mu tapi kau malah seenaknya menciumku. Ini tidak bisa dibiarkan, kau harus di hukum" ucap Agam tersenyum licik diwajahnya.
"Menghukum bagaimana, kau suamiku aku tidak salah menciummu, bahkan jika kau berdebat dengan anak TK pun aku tetap tidak bersalah. Kau mengerti....!!!"
Wuoaaah ....anak teh celup ini rupanya sudah sangat berani melawan Agam. "Baiklah, bibir cerewetmu itu memang harus di hukum" ucap Agam sambil menarik Alyra dan mengungkungnya dan Agam pun langsung mendaratkan bibirnya di bibir Alyra. Hingga Alyra membulatkan matanya.
Alyra merasa dejavu, karena waktu itu Agam juga memperlakukannya seperti ini.
"Rasakan gadis nakal....." gumam Agam sambil menikmati ciumannya dengan Alyra.
*
*
Modus kamu mah Bang Agam 🙄🙄
__ADS_1
Votenya dong sumbangin buat mimin 😘😘😘
Follow Ig Mimin ya bunga_alika02