
Kau menantangku....?" ucap Alyra namun Marsha hanya diam saja, ia sengaja menunggu waktu yang tepat untuk menjerit kesakitan. Karena Alyra yakin jika Agam pasti mendengar suara cempreng Alyra yang sangat berisik itu.
"Iya....." jawab Marsha mengangkat bibirnya tersenyum mengejek ke arah Alyra
"Baiklah,...." dengan langkah tidak sabar Alyra langsung mendekati Marsha dan hendak menarik tangannya. Namun sebelum Alyra mendorongnya hingga terjatuh terdengar seseorang memanggil namanya.
"Alyra....!!!" teriak seseorang hingga Alyra dan Marsha langsung melihat ke arah suara itu.
"Alana....." panggil Alyra.
"Alana tolong aku, aku kesini hanya untuk menjenguk Kakak mu Agam. Tapi Alyra malah marah dan mencegahku untuk melihat kakakmu, padahal aku sudah membelikan obat untuknya " ucap Marsha berharap pembelaan dari Alana.
"Benarkah.....?" Tanya Alana
"Tentu saja, kau tahu kan dari dulu jika kakakmu sakit akulah yang selalu membelikan obat untuknya " ucap Marsha lagi.
"Aku tidak tahu...." jawab Alana.
"Apa...." jawab Marsha
"Yang aku tahu kau itu hanyalah perempuan gatal yang suka sekali mengganggu suami sahabatku " ucap Alana penuh penekanan.
"Alana....!!!" teriak Marsha tidak terima dengan ucapan Alana yang sangat menyinggung perasaannya. Marsha tidak merasa seperti itu. Marsha hanya ingin memberi perhatian pada orang yang mencintainya itu saja
"Coba saja kau berteriak sekali lagi , akan aku robek mulut jahatmu itu " ucap Alana lagi . Sebenarnya Alyra selalu menceritakan semuanya tentang Agam dan juga Marsha kepada Alana sahabatnya. Dan Alana merasa gemas dengan sikap kakak kesayangannya itu , bisa - bisanya Agam mencintai wanita seperti ular berkepala dua. Alana geram dan akan berbicara pada Agam ,ia hanya menunggu waktu yang tepat saja.
Dan hari ini Alana diberi tahu jika kakak kesayangannya sakit, untuk itu Alana datang untuk menjenguk Agam. Namun siapa sangka di sana Alana malah melihat drama yang dibuat oleh anak beruang. Hingga Alana kesal dan Ingin mengunyah anak beruang ini mentah-mentah.
"Alana bukankah kau sangat menyayangi kakakmu, harusnya kau membelaku. Karena aku adalah gadis yang sangat di cintai kakakmu...." ucap Marsha.
__ADS_1
"Baiklah, setelah ini aku akan memukul kepala kakak-ku itu agar ia sadar sudah masuk ke jalan yang sesat " ucap Alana lagi, hingga membuat Alyra terbahak mendengarnya.
"Diam kau....!!!" Tunjuk Marsha pada Alyra, namun tangan Marsha di tepis oleh Alana.
"Turunkan tanganmu atau aku patahkan...."ucap Alana.
"Kalian benar-benar gadis menyebalkan, manja dan juga tidak tahu diri...!!!" Marsha semakin mengeluarkan amarahnya pada Alana dan Alyra.
"Kau tahu Alana, gadis sok polos ini senang menggoda para pria, dia sudah menggoda Daniel dan juga menggoda Agam"
"Hei....hei.... anak beruang gatal, dengarkan aku ya....aku tidak pernah menggoda Kak Daniel . Kalau Kak Agam aku memang selalu menggodanya, setiap hari malah. Lagi pula dia kan suamiku, aku bebas melakukan apa pun padanya. Lalu bagaimana dengan dirimu sendiri, yang menggoda suamiku dengan memamerkan buah manggamu yang sudah menggantung tidak sempurna itu...." Ucapan Goblin ini rupanya memancing kemarahan anak beruang, hingga Marsha mendekati Alyra dan hendak menamparnya. Namun malah dihalangi oleh Alana. Hingga mereka saling tarik menarik antara Alana dan juga Marsha. Jelas sekali jika Marsha kalah oleh Alana. Ternyata titisan ulat sutra itu kuat juga, Alyra mencoba menarik Alana dan menghalau Marsha.Hingga keadaan pagi itu sangat kacau.
"Hentikan.....!!!" Agam berteriak dengan keadaan sangat kacau. Baru saja ia akan memejamkan matanya kembali bahkan ia sudah masuk ke alam mimpi karena merasa nyaman dengan obat yang ia minum tadi. Tapi suara teriakan ketiga gadis itu berhasil masuk ke dalam mimpi Agam di siang bolong itu.Dan berhasil menariknya kembali ke dunia nyata.
Ketiga gadis itu pun langsung melepaskan tangannya yang tadi saling tarik menarik. "Agam...." panggil Marsha dengan wajah sedih karena sudah di aniaya oleh istri dan adiknya.
"Kakak...." ucap Alana sambil berlari ke arah Agam setelah sebelumnya ia menoyor kepala Marsha dulu hingga terjungkal. Agam dibuat melongo oleh kelakuan adiknya itu .
"Agam....aku telah diserang oleh mereka !!!" ucap Marsha.
"Kau yang duluan beruang nakal.....!!! ucap Alyra
"Aku bilang diam.....!!! teriak Agam lagi merasa pusing.
"Kalau Kakak tidak membelaku, aku akan mencari Kakak yang baru " bisik Alana. Agam hanya menghela nafas kasar mendengarnya, ada-ada saja ucapan adiknya ini.
"Marsha pulang lah....." ucap Agam.
"Agam...." Marsha tidak terima dengan ucapan Agam.
__ADS_1
"Aku bilang pulanglah.....aku tidak suka jika ada yang berbuat kasar pada adikku dan juga pada istriku" ucap Agam penuh penekanan.
"Padahal di sini akulah yang menjadi korban...." Marsha terisak
"Mereka tidak akan menyerang jika kau tidak menyerangnya duluan...." ucap Agam lagi. Merasa tidak mendapatkan pembelaan dari Agam akhirnya Marsha pergi dalam keadaan marah.
Agam pun kembali ke kamarnya sambil memijat kepalanya yang sangat pusing, Alyra menghampiri Alana sejenak sebelum menyusul Agam ke kamar.
"Alana memangnya kau sakit... bukankah kau yang lebih banyak m e m u k u l n y a tadi " ucap Alyra.
"Sama sekali tidak sakit, tadi beruang itu ingin berdrama pada kak Agam . Makanya aku juga melakukan drama padanya" jawab Alana santai.
"Oh..." Alyra menganggukan kepalanya.
"Ayo kita susul Kakak......" ucap Alana.
"Ayo, kalau Kak Agam marah padaku kau harus tanggung jawab" ucap Alyra sambil berjalan beriringan dengan Alana.
"Kau tenang saja, nanti akan ku suruh Kakak menciummu "ucap Alana.
"Benarkah....."
"Iya cerewet....."
*
*
*
__ADS_1
Titisan teh celup sama titisan ulat sutra ini nackal ya kalian 😆😆😆😁😁😁