
Daniel pun diberi tahu jika Alana masuk rumah sakit, perasaannya yang sedang kacau pun semakin bertambah kacau saja. Dengan segera ia pergi ke rumah sakit, ia berharap jika Alana tidak terluka parah. Perasaannya menjadi semakin tidak karuan saat di jalan, untung saja ia bisa menyetir dengan benar. Kenapa jantungnya terasa di remas mendengar gadis yang selalu mengganggunya itu terluka.
Tak butuh waktu lama, Daniel sudah sampai di rumah sakit dan menuju ruang dimana Alana di rawat. Di sana sudah Alan, Keysa dan juga pria yang sudah mengganggu pikirannya sedari pagi. Dan apa itu, astaga bahkan ada dua pria tampan disana yang ikut menunggui istrinya. Oh tidak , saingannya cukup berat karena kedua pria itu masih sangat muda. Tidak justru Daniel harus merasa lebih percaya diri karena ia pria matang yang tampan.
Perlahan Daniel pun masuk ke dalam ruangan itu, ia melihat tubuh kecil itu sedang terpejam dan ada balutan perban di kepalanya. Astaga Alana pasti sedang merasakan sakit saat ini, pikir Daniel.
"Dad, " panggil Daniel. Merasa ada yang memanggil Alan pun langsung menoleh. " Maaf aku terlambat, aku tidak tahu kalau Alana...."
"Tidak apa-apa" potong Alan. Alan mengerti jika Daniel terlambat karena ia memang terlambat di beri tahu tadi.
"Maaf aku lupa kalau Alana sudah menikah, jadi aku terlambat memberitahumu" ucap Rafa yang memang ia tidak ingat untuk menghubungi Daniel sebagai suami Keysa. Mendengar ucapan Rafa sejenak hati Daniel merasa kesal bagaimana ia lupa jika istrinya ini sudah punya suami. Pikiran buruk pun mendadak berseleliweran dalam benak Daniel. Praduga yang tidak-tidak ia tujukan pada Rafa, hingga Daniel mengeluarkan tatapan mautnya pada Rafasya.
' Bocah ini pasti sengaja tidak menghubungiku, supaya aku terlihat jelek di mata mertuaku terutama di mata Alana. Astaga ingin ku cekik saja dia ' Batin Daniel sambil memandang tajam pada Rafa. Merasa dipandang tidak suka oleh suami sahabatnya membuat Rafa berpikir ada dengan wajahnya. Kenapa Daniel sampai melihatnya dengan tatapan seperti itu pikir Rafa
"Zayan, " panggil Rafa. Zayan yang sedang fokus melihat ponselnya pun melirik ke arah Rafa.
__ADS_1
"Ada apa ?" Tanya Zayan dan melihat lagi ke arah ponselnya.
"Apa aku tampan ?" Bisik Rafa.
"Lumayan, yang jelas aku jauh lebih tampan darimu" jawab Zayan dan melihat lagi ke arah ponselnya dan melanjutkan lagi permainan cacing alaska kesukaannya. Rafa berdecak sebal mendengarnya, kenapa sepupunya ini selalu merasa jadi makhluk yang paling tampan saja dasar memang menyebalkan pikir Rafa.
"Lalu kenapa suami Alana seperti tidak menyukaiku ?" Bisiknya lagi.
"Itu karena dia pria normal, mana mungkin dia menyukaimu. Memangnya Kenapa ? Apa kau berharap bisa main pedang dengannya." jawaban Zayan membuat Rafa benar-benar jengkel hingga satu p u k u l a n pun mendarat di kepala zayan. Bagaimana bisa anak dari anak ayam ini berpikiran jika ia akan bermain pedang dengan suami Alana. Rafasya adalah pria tampan yang normal, ia suka sangat suka melihat mangga ranum milik para gadis cantik. Kenapa sepupunya ini memberikan fitnah kejam dengan menuduhnya ingin bermain pedang-pedangan dengan suami sahabatnya, anak kuda poni ini tidak terima.
"Apa yang kau lakukan ! Lihatlah cacingku jadi mati. Aahhh...kau memang kejam dan sangat menyebalkan !" Kesal Zayan dan membalas perbuatannya Rafa. Hingga mereka berdua cek cok dan ribut di ruangan Alana. Alan yang melihatnya mencoba untuk menegur mereka berdua namun sama sekali tidak di dengar. Hingga Alan memijat keningnya yang mendadak pusing karena melihat anak dari anak ayam dan juga anak kuda poni bertengkar di sana.
"Hei kalian berdua, hentikan ! " ucap Alan.
'Benarkan jika mereka masih bocah, mana mungkin bisa menyaingiku yang sudah matang dan dewasa' batin Daniel.
__ADS_1
Kini mereka berdua malah saling menjitak dan saling mencekik karena sama-sama sedang kesal. Alan dan Keysa hanya menghela napas kasar melihat mereka berdua tanpa berniat memisahkan karena mereka berdua sudah terbiasa melihat mereka berdua seperti itu. Dan jika itu terjadi hanya Nara dana Naura lah yang mampu memisahkan kedua anak mereka.
Keributan itu membawa Agam dan Rio untuk datang ke ruangan Alana dan melihat sedang terjadi pergulatan titisan antara anak ayam dan kuda poni yang sedang berkelahi. Teh celup langsung menjadi teh panas dan menarik kedua pria tampan itu dan memisahkan mereka. Sambil menjitak masing-masing dari Zayan dan juga Rafasya.
"Ini rumah sakit, bukan arena tinju kenapa berkelahi di sini !!!" Teh celup bertolak pinggang dan memarahi mereka berdua.
Zayan dan Rafasya terdiam, mereka baru sadar jika mereka ada di rumah sakit. Mereka benar-benar lupa mereka berada dimana.
"Berani membuat keributan lagi, aku akan me m u k u l kepala kalian lagi supaya kalian sadar, dasar anak nakal !!!" Kesal teh celup itu.
"Apa kau ingin merasakan tendangan memutar ku lagi makhluk Teh menyebalkan....!!!" Suara cempreng itu semua orang mengenalnya siapa lagi kalau bukan tweety si anak ayam.
"Astaga ada induk ayam rupanya " gumam Rio.
****
__ADS_1
Gak apa-apa ya, mimin tampilin si Tweety Mimin kangeeen sama mereka 😁😁😆😆. Yang belum kasih vote mimin tunggu ya, sayangilah Mimin yang baik ini dengan memberikan vote dan juga like dan komen yang menambah semangat 😌. Ceritanya Mimin bagi-bagi biar semua adil 😁✌️