
Pagi ini Alyra merasa tidak enak badan, tubuhnya terasa lemas dan kepalanya terasa pusing dan terasa berputar-putar. Perutnya juga terasa di aduk-aduk. Hingga ia bolak-balik ke kamar mandi. Dan sayangnya di saat seperti ini Agam sedang tidak berada di rumah karena ia harus pergi keluar kota.
Ia ingin pergi ke dokter tapi tidak ada yang mengantarkannya, ingin menghubungi Rio tapi Papanya itu selalu panik berlebihan dan Alyra tidak mau jika nanti Rio menyalahkan Agam karena di saat seperti ini ia tidak ada di sampingnya.
Saat sedang gelisah di atas tempat tidurnya, Alana tiba-tiba masuk ke dalam kamarnya. Ia terlihat sangat bahagia dan sudah Alyra pastikan jika Alana akan bercerita pada Alyra. Tapi untuk saat ini Alyra belum bisa mendengar cerita Alana karena ia sendiri tidak dalam keadaan baik-baik saja.
"Alyra, yuhhhhuuuu...."panggilnya namun yang dipanggil hanya diam saja dan masih betah bergulung di dalam selimut. Alana pun berdecak sebal saat melihat sahabatnya tidak memperdulikan kedatangannya, dan malah asik tidur dan bersembunyi di balik selimutnya. Alana pun kemudian menarik selimut Alyra dan melihat jika Alyra seperti sedang sakit, Alana pun khawatir melihat keadaan Alyra apalagi wajahnya sangat pucat.
Melihat keadaan sahabat yang berstatus kakak iparnya itu yang sedang tidak baik-baik saja, akhirnya Alana pun berinisiatif untuk memanggil dokter ke rumah Alyra.
"Alyra, kau sakit apa ya ampun" ucap Alana kemudian ia menempelkan tangannya di kening Alyra.
"Badanmu tidak demam, tapi kenapa kau sangat pucat ?" Tanya Alana.
"Aku juga tidak tahu, aku terus muntah hingga tubuhku lemas begini" ucap Alyra lemah.
'Astaga, apa kau diare ?" pertanyaan menyebalkan pun keluar dari mulut tanpa fliter milik Alana.
"Aku ini muntah-muntah bukan ber*k - ber*k,. akhirnya Alyra pun menumpahkan kekesalannya pada Alana.
__ADS_1
"Oh iya ya, "
"Kenapa kau mendadak menjadi sangat bodoh seperti itu ?" Tanya Alyra.
"Mungkin karena aku....." Alana kemudian menutup wajahnya dengan kedua tangannya dan dia tersenyum sendiri malu-malu kambing, membuat Alyra ingin menoyor adik iparnya ini.
"Jangan katakan apa-apa, aku takut kabar yang kau bawa akan membuatku semakin shock. Otak-ku sedang tidak siap mendengar kabar buruk" ucap Alyra. kemudian Ia pun masuk kembali ke dalam selimutnya.
"Baiklah, itu tidak masalah aku mengerti karena kau pun sedang sakit jadi untuk saat ini aku tidak akan menceritakan apapun padamu, tapi yang jelas saat ini aku sedang bahagia sayangnya kau sedang tidak bisa berbagi kebahagiaan denganku " ucap Alana.
Perut Alyra mual-mual lagi dan dia pun kembali lari ke kamar mandi, Alana pun menjadi semakin khawatir dan kemudian dengan segera menelepon Agam agar segera pulang ke rumah dan memberitahu jika istrinya jika Alyra sedang sakit.
Agam pun dengan segera melajukan mobilnya dengan cepat agar ia bisa sampai ke rumah dan melihat keadaan istrinya. Untung saja Alana sudah mengatakan jika ia sudah memanggil dokter, saat Agam sampai ternyata Alyra sedang diperiksa di sana ia melihat wajah istrinya sangat pucat dan tubuh kecil itu terbaring lemah. Keadaan Alyra membuat Agam tidak tega dan langsung menghampiri Alyra.
"Sayang, " panggil Agam kemudian mencium kening Alyra dengan sayang. Melihat suaminya datang Alyra pun sangat senang, Agam seolah obat yang paling mujarab untuk Alyra.
"Kak Agam, " panggilnya lemah.
"Dokter, apa yang terjadi pada istriku ?" Tanya Agam.
__ADS_1
"Istri anda tidak apa-apa Tuan, gejala awal pada kehamilan memang seperti ini " jawab dokter itu.
"Apa...!!!" semua orang tersentak kaget mendengar Alyra hamil termasuk Alyra. Ia bahkan tidak tahu jika dirinya sedang hamil.
"J-jadi aku hamil ?" Tanya Alyra sambil meraba perutnya yang masih rata itu.
"Bocah bongsor kau menghamili anak-ku ?!!" Semua orang berbalik melihat ke arah Rio dan Naura yang ternyata sudah ada disana karena tadi di kabari oleh Alana jika Alyra sedang sakit. Agam pun langsung berdiri tegak dan bersikap seperti seorang pria jantan, untuk menghadapi mertua durjananya
"Iya, aku menghamilinya. Aku menghamili Alyra, karena itu sudah menjadi tugasku " jawab Agam.
"Astaga kau memang menantu durhaka, " ucap Rio.
"Dan kau mertua durjana, Papa" ucap Agam.
"Ya ampun, selalu saja ada drama menantu dan mertua" gumam Naura.
***
Hai semuanya yang kangen sama Agam aku kasih bonus part nihh 😘😘😘
__ADS_1