ISTRI TENGIL TUAN AGAM (Musuh jadi Menantu)

ISTRI TENGIL TUAN AGAM (Musuh jadi Menantu)
Bab 33


__ADS_3

"Alyra katakan padaku kenapa kau menyerang Marsha ?" Tanya Daniel terlihat tidak sabar.


"Apa....!!!" Bukan hanya Alyra yang terkejut tapi Alana juga terkejut mendengar pertanyaan Daniel yang menurutnya aneh.


"Oh ya ampun ternyata ada drama anak beruang..." gumam Alana.


"Apa maksudmu Kak....?" Tanya Alyra yang mulai merasakan kepalanya berdenyut setelah mendengar apa yang Daniel ucapkan.


"Seharusnya kau lebih tahu perihal ini, kau sudah menyerang Marsha hingga terluka. Alyra aku tahu jika kau tidak menyukainya, namun bukan seperti itu caranya. Kau bisa bicara baik-baik dengan Marsha. Dia adalah wanita lembut dan juga penyayang. Dalam hal ini bukanlah Marsha yang bersalah tapi Agam, Agam yang mencintainya . Karena Agam mencintai Marsha kau membencinya hingga kau melukainya " jelas Daniel membuat Alyra geleng-geleng kepala. Dan Alana lihatlah gadis itu bahkan ingin menyiram wajah Daniel dengan minuman dan makanan yang ada di sana.


Pria yang tampan dan terlihat pintar ini ternyata kebodohannya di bawah rata-rata saja. " Memangnya apa yang diceritakan anak beruang itu padamu Kak...?" Tanya Alyra


"Seperti yang aku ceritakan tadi, dia bilang kau menyerangnya. Kemarin dia datang ke kantorku dalam keadaan sangat kacau. Pakaian yang acak-acakan dan juga ada beberapa luka di wajah dan tangannya dan mungkin di bagian tubuh lainnya ada yang terluka. Karena ia terus meringis kesakitan saat menceritakannya padaku" ucap Daniel dengan wajah iba.


"Niat sekali dia ke kantormu dengan penampilan acak-acakan " ucap Alana yang menahan gemas saat mendengar cerita Daniel.


"Itu karena dia merasa sangat sedih..." jawab Daniel sambil melihat ke arah gadis cantik yang sedari tadi memainkan tangannya.


"Memangnya dia terluka dibagian mana ?"Tanya Alana pura-pura tidak tahu.


"Di bagian wajah tangan dan juga mungkin bagian tubuh lain yang tidak terlihat" jawab Daniel, dengan nada sangat simpati pada anak beruang itu. Alyra sudah sangat kesal sekarang, ia ingin sekali memaki Daniel saat ini juga. Tapi kepalanya yang sakit juga tubuhnya yang masih merasa lelah akibat digempur oleh Agam membuatnya hanya mampu diam sambil ia memijat kepalanya yang terus berdenyut sedari tadi.

__ADS_1


"Wuoaahh..... benarkah ?" Tanya Alana, dan Daniel pun mengangguk mantap.


" Padahal kemarin aku tidak memukul wajahnya loh..." ucap Alana santai namun penuh penekanan.


"Apa maksudmu ?" Tanya Daniel tidak mengerti.


"Hei beruang pengasuh, memangnya anak asuhmu itu tidak bilang jika akulah yang m e m u k u l nya ?" Tanya Alana dengan muka gemas, ingin sekali ia mencekik Daniel saat ini juga.


"Apa....?" Tanya Daniel yang masih belum mengerti.


"Aiihh....kau memang beruang menggemaskannya, tubuhmu saja yang tinggi besar tapi otakmu hanya sebentar kotoran sepatu.....!!!" Alana mulai mengeluarkan amarahnya pada Daniel.


"Apa kau tahu kejadian yang sebenarnya saat kemarin, aku lah yang sudah menyerang anak beruang tidak tahu malu itu ! Pagi-pagi dia datang ke rumah kakakku untuk menggodanya dengan berdalih membawa obat untuk Kakak. Namun yang sebenarnya dia ingin menggoda kakakku yang bodoh itu. Jika dia wanita baik-baik dia tidak akan memaksa masuk ke dalam kamar tidur kakakku itu....kau mengerti beruang kutub menyebalkan.....!!! Lain kali pintarlah sedikit agar kau tidak di peralat oleh orang lain. " kesal Alana pada Daniel yang sangat bodoh itu.


"Sudahlah Alana kau tidak perlu menjelaskan hal ini padanya, kau hanya buang-buang waktu dan tenaga saja. Karena bicara dengan makhluk bodoh yang otaknya hanya tumbuh separuh itu sangat sulit. Lagi pula otaknya yang tidak berkembang dengan sempurna itu sudah di doktrin oleh hal-hal negatif, jadi simpan saja tenagamu" ucap Alyra yang kemudian bangkit dari duduknya dan ingin mengajak Alana pulang karena ia sudah merasa sangat pusing.


Sudah tubuhnya lelah, kini ia harus mendengarkan ucapan bodoh dari Daniel. Benar-benar membuatnya pusing. Alana pun mengangguk dan bangun dari duduknya, mereka berdua ingin pulang saja daripada terus berbicara dengan Daniel yang tidak mengerti situasi dan keadaannya.


Namun sepertinya pikiran Daniel menangkap sesuatu, jika cerita yang ia dengar dari Marsha dan juga Alana sama sekali tidak sinkron. Jadi ia ingin mendengarkan lebih lanjut agar Masalah ini jelas dan tidak terjadi salah paham.


"Tunggu dulu" Daniel mengikuti Alyra, untung saja kini mereka berada di ruang privat. Jadi teriakan Alana tadi tidak ada orang yang melihat.

__ADS_1


"Minggir kau aku mau pulang" ucap Alyra.


"Alyra lebih baik kita bicara dulu, wajahmu juga sangat pucat kau pasti belum makan. Ayo kita makan dulu" ajak Daniel, Alana hanya memutar bola mata malas melihat Daniel yang sok baik menurutnya.


"Tidak mau....aku mau pulang" ucap Alyra sambil mendorong Daniel agar tidak menghalangi jalannya. Namun tubuh kokoh Daniel tidak bergeming di dorong oleh Alyra yang mungil dan dan lemah.


"Ayo Alyra kita pulang...." Ajak Alana sambil menarik tangan Alyra namun tangan Alyra yang satu dipegang oleh Daniel.


"Lepaskan....." Alyra menepis tangan Daniel dengan kesal, ia ingin segera pulang sekarang. Namun baru beberapa langkah saja Alyra tiba-tiba terjatuh dan pingsan.


"Alyra....!!!" pekik Daniel dan Alana terkejut melihat Alyra pingsan.


*


*


*


Babang Daniel pengen di cubit ginjalnya nih sama Mimin 😑😑😑😑


Likenya dong 💃💃💃

__ADS_1


__ADS_2