ISTRI TENGIL TUAN AGAM (Musuh jadi Menantu)

ISTRI TENGIL TUAN AGAM (Musuh jadi Menantu)
Bab 34


__ADS_3

Lepaskan....." Alyra menepis tangan Daniel dengan kesal, ia ingin segera pulang sekarang. Namun baru beberapa langkah saja Alyra tiba-tiba terjatuh dan pingsan.


"Alyra....!!!" pekik Daniel dan Alana terkejut melihat Alyra pingsan.


Melihat Alyra pingsan dengan panik, Daniel langsung menggendong Alyra dan membawanya keluar dan masuk ke dalam mobilnya. Alana pun mengikuti dari belakang dan ia pun juga masuk ke dalam mobil Daniel untuk menemani Alyra, karena takut jika nanti Daniel akan berbuat tidak baik kepada kakak ipar sekaligus sahabatnya itu.


"Gara-gara kau beruang kebun, Alyra jadi pingsan kau harus bertanggung jawab.Aku akan mengadukannya pada ke Agam dan juga pada Paman Teh celup supaya kau habis di cincang mereka " kesal Alana sambil mengusap Alyra dan memangku kepalanya dipangkuannya.


"Kenapa jadi aku, aku hanya mengatakan yang sebenarnya dan juga aku ingin memberitahunya jika sebaiknya Alyra tidak bersikap seperti itu, walaupun Alyra tidak menyukai Marsha bukan berarti Alyra harus menyakitinya. Aku mengatakan itu semata-mata hanya ingin yang terbaik untuk Alyra . Aku tidak ingin gadis baik ini menjadi gadis yang jahat dan suka melukai orang " jawab Daniel sambil menyetir dan melihat Alana dari kaca spion.


"Dasar bodoh buta lagi....." Alana semakin dibuat kesal oleh Daniel, yang dengan begitu mudahnya dibohongi oleh Marsha anak beruang yang jahat.


"Jaga bicaramu...." kesal Daniel.


"Aku tidak akan menjaga ucapanku untukmu, karena kau memang pantas mendapatkan cacian. lihat saja nanti aku tidak akan diam saja dan akan membalasmu" jawab Alana


"Terserah kau saja...yang penting kita bawa dulu Alyra ke rumah sakit..." jawab Daniel. Daniel merasa percuma jika harus berdebat dengan Alana karena gadis cantik adik dari temannya ini sangatlah cerewet dan juga sangat galak. Daniel bicara sedikit saja maka Alana akan menjawabnya dengan jawaban yang sepanjang jalan kereta yang tidak ada habisnya. jika jalannya itu berhenti maka jalanan itu berhenti di ujung jurang yang akan membuat Daniel semakin terjatuh saja. Seperti itulah ucapan Alana kepada Daniel yang terus menyudutkannya dan membuat Daniel semakin merasa bersalah pada Alyra.


"Lihat saja beruang kebun, jika anak beruang mu itu bisa melakukan sebuah drama maka aku pun akan melakukan hal yang sama...?" gumam Alana dalam hati.


*


*

__ADS_1


*


Tak lama setelah itu kini mereka sudah sampai di rumah sakit, dengan segera Daniel pun menggendong lagi Alyra lagi dan membawanya untuk diperiksa. Daniel terlihat sangat panik melihat Alyra yang tidak sadarkan diri, di situ Alana bisa melihat jika sebenarnya Daniel memang mencintai kakak iparnya itu. Tapi Alana tidak akan membiarkan Daniel merebut sahabatnya dari kakak kesayangannya. Alana akan melakukan berbagai cara untuk menjauhkan Daniel dari Alyra.


Saat Alyra sedang diperiksa datanglah Agam ke rumah sakit dengan wajah panik dan terburu-buru, di sana Agam melihat Alana yang tengah berdiri berdua dengan Daniel namun wajah mereka sama sekali tidak menunjukkan wajah ramah dan justru saling memandang dengan tajam.


"Alana....." Panggil Agam, melihat kakaknya datang Alana langsung menghampirinya dan memeluk Agam.


"Kakak....." Alana menangis dipelukan Agam.


"Ada apa kenapa kau menangis ? Apa yang terjadi?" Tanya Agam panik saat melihat adiknya menangis ia takut terjadi sesuatu kepada istrinya hingga ia pingsan dan dibawa ke rumah sakit.


"Tadi Alyra pingsan gara-gara dimarahi oleh beruang kebun itu...hikss " ucap Alana dengan suara yang dibuat seperti seorang yang teraniaya. Mendengar perkataan Alana tentu saja Daniel merasa kaget pasalnya ia tidak memarahi Alyra dan ia hanya berbicara sedikit saja tentang apa yang Alyra lakukan pada Marsha.


"Apa kau bilang, hei gadis kecil jangan berbohong . Katakan yang sebenarnya terjadi.... " jawab Daniel panik karena kino ia sedang di tatap tajam oleh Agam.


"Apa yang kau lakukan pada istriku...?!" Tanya Agam penuh penekanan. Daniel langsung mengacak-acak rambutnya terlihat frustasi. Sungguh sekarang beruang kebun ini sedang merasa di fitnah oleh gadis kecil berstatus adik sahabatnya ini.


"Aku tidak melakukan apa-apa, dia tiba-tiba pingsan setelah kami bicara " jujur Daniel, karena ia merasa bingung harus memulainya dari mana.


"Dia bohong Kak, tadi dia memarahi Alyra dan menuduhnya sudah melukai anak beruang yang jahat itu. Padahal anak beruang yang sudah jahat pada Alyra, dan bukan Alyra yang memukulnya tetapi aku, akulah yang sudah memukul anak beruang yang jahat itu, dan aku juga tidak memukul wajahnya aku hanya memukul kepalanya saja.Agar dia sadar dan tidak mengganggumu lagi dan juga Alyra" jujur Alana namun dengan nada yang di dramatisir olehnya.


"Apa....?!" Semakin dibuat marah saja Agam dengan apa yang dilakukan oleh Daniel pada Alyra dan Alana dua gadis kecil yang ia lindungi sedari kecil.

__ADS_1


"Berani sekali kau melakukan hal itu pada istri dan juga adikku.....!!!" geram Agam, ia melepaskan pelukan Alana dan menarik kerah baju Daniel dengan sangat kencang.


"Agam kau salah paham, adikmu sudah berbohong....tidak seperti itu kejadiannya...."Ucap Daniel ia mencoba memberi penjelasan pada Agam, serta berharap Agam mengerti dengan apa yang ia ucapkan. Namun sepertinya Agam sudah tidak ingin mendengarkan apa yang diucapkan oleh Daniel lagi.


Agam tidak bisa mentolerir orang yang sudah berani membuat orang yang disayanginya terluka, " Kau sudah dibohongi oleh Marsha, aku ada di sana saat kejadian itu. Dan Marsha lah yang memulai. Dan benar yang dikatakan oleh adikku jika Alana memang tidak memukul wajahnya, tapi Alana memukul kepalanya menjambak rambutnya serta menendang kakinya.


Dan Alyra, dia sibuk melepaskan p u k u l a n yang dilakukan oleh adikku padanya. Namun karena ia juga terkena cakaran Marsha maka Alyra jadi ikut menjambaknya. Aku ada di sana dan melihat semuanya. Kau mengerti....!!!" Agam langsung mendorong Daniel hingga jatuh.


"Apa...." Daniel dibuat diam oleh pernyataan Agam.


"Keluarga pasien bernama Alyra...." terdengar suara dokter memanggilnya. Agam pun langsung menghampiri dokter itu.


"Saya suaminya....". jawab Agam dan menghampiri dokter .


"Tunggu aku Kak...." ucap Alana sambil mengikuti Agam, namun sebelumnya ia menoyor kepala Daniel hingga kepala Daniel terjengkang kebelakang. Sepertinya menoyor kepala orang adalah hobi Alana.


"Dasar beruang kebun, rasakan itu...." Daniel dibuat terkejut olehnya. Kenapa gadis itu sangat bar-bar pikirnya.


"Bocah nakal awas kau...." gumam Daniel


*


*

__ADS_1


*


Aihhh Alana nackal ya....,😆😆😆


__ADS_2