ISTRI TENGIL TUAN AGAM (Musuh jadi Menantu)

ISTRI TENGIL TUAN AGAM (Musuh jadi Menantu)
Bab 37


__ADS_3

Pagi ini Alyra merasa tubuhnya sangat remuk, bahkan untuk bangun saja ia merasa sangat lemas. Semua ini gara-gara perbuatan Es Krim itu, mentang - mentang enak. Membuat ia ingin lagi dan lagi merasakannya. Dasar memang anak sambung ulat sutera itu sangat ganas rupanya.


Melihat istrinya yang tidak mau bergerak dari tempat tidurnya membuat Agam merasa kasihan. Agam yang baru saja selesai bersiap untuk bekerja pun menghampiri Alyra kemudian memeluknya dari belakang dan menempelkan bibirnya di ceruk leher Alyra.


"Kak Agam aku masih lelah...." ucap Alyra.


"Maafkan aku " ucap Agam, Alyra pun langsung membalikan tubuhnya dan melihat ke arah suaminya yang tampan dan kemudian mengecup bibirnya. Akhirnya ia bisa mencium Agam tanpa sembunyi - sembunyi lagi.


"Tidak apa-apa, kau tidak usah minta maaf " ucap Alyra.


"Tapi kau kelelahan karena aku, " ucap Agam membelai wajah cantik Alyra. Agam baru menyadari jika titisan teh celup ini ternyata memang sangat cantik.


"Aku tahu, lagi pula kau tidak perlu meminta maaf karena nanti kau pasti akan melakukannya lagi" ucap Alyra hingga Agam pun tertawa.


"Aku tidak bisa berhenti melakukannya Shinbi...."


"Jangan memanggilku seperti itu, atau jatahmu aku kurangi" Alyra mengerucutkan bibirnya kesal.


"Jangan macam-macam karena aku akan memaksamu..." Agam mencium pipi Alyra dengan gemas.


"Aiihhh, dasar Es krim mesum" sebal Alyra.


"Tapi enak kan...." ucap Agam.


"Iya, sangat enak..." jawab Alyra sambil tertawa, sepertinya setiap pagi kini akan menjadi pagi yang indah untuk Agam. Karena ada Alyra yang membuat hidupnya lebih berwarna.


*

__ADS_1


*


*


Di perusahaan Agam,


Pagi ini Daniel sudah berada di sana sejak pagi. Ia menunggu seseorang dengan sangat gelisah, ia ingin menunda urusan ini. Tapi hatinya belum tenang jika ini belum selesai, ia ingin menuntaskannya hari ini juga. Terlihat Agam yang baru sampai di sana, wajahnya yang selalu terlihat sangat dingin itu kini penuh dengan senyuman.


Pandangan mereka pun bertemu, senyum yang sejak pagi mengembang hilang begitu saja karena melihat Daniel. Entahlah Agam jadi merasa kesal saat melihat sahabatnya itu. Kini ia merasa jika sahabatnya itu adalah rivalnya.


"Mau apa kau kemari ?" Tanya Agam


" Aku menunggu seseorang, bolehkah aku meminta ijin dari mu untuk mengajaknya keluar sebentar ?" Tanya Daniel.


"Kau tidak boleh mengajak istriku bertemu, aku tidak mau kejadian kemarin terulang lagi " ucap Agam menatap tajam Daniel.


"Aku kesini untuk bertemu dengan Marsha " ucap Daniel. Agam pun menghela nafas panjang, ternyata dugaannya salah. Agam pikir jika Daniel akan meminta bertemu dengan Alyra, namun nyatanya dengan Marsha.


Setelah menunggu beberapa lama, akhirnya Marsha tiba di kantor. Senyumnya langsung mengembang saat melihat pria pujaannya sedang berdiri dan terlihat sangat tampan. Ada apa Daniel berada di sini pikirnya.


Dengan hati riang Marsha pun menghampiri Daniel, "Daniel..." Sapa-nya. Mendengar suara Marsha Daniel pun langsung melihat ke arahnya dengan pandangan dingin.


" Sedang apa kau di sini ?" Tanya Marsha dengan tersenyum malu-malu, karena ia berpikir jika Daniel pasti ingin bertemu dengannya. Karena tadi ia melihat mobil Agam sudah terparkir, jika bukan untuk menemuinya memangnya mau apa lagi itulah yang terlintas dalam benak Marsha.


"Aku sedang menunggumu, bisa kita bicara ?" Tanya Daniel, betapa senangnya hati Marsha karena apa yang dipikirkannya itu ternyata memang benar, jika Daniel ingin bertemu dengannya.


"Tentu saja, tapi dimana ?" Tanya Marsha.

__ADS_1


"Di ruangan-ku saja...." Tiba-tiba Agam berada di belakang Daniel, wajah kedua pria tampan kini terlihat sangat serius. Marsha berpikir jika Agam dan Daniel pasti kini sedang berselisih paham.


Agam kini pasti sedang cemburu pada Daniel, karena Daniel ingin mengajaknya bicara. Marsha menghela napas kasar, kenapa di saat ia akan berduaan dengan Daniel. Agam malah datang mengganggu, dan meminta mereka berbicara di ruangannya saja.


"Baiklah...." ucap Daniel kemudian ia berjalan lebih dulu mengikuti Agam.


"Dasar pengganggu, kenapa dia sangat posesif padaku" gumam Marsha yang kini merasa sedang menjadi rebutan pria tampan itu.


(Astaghfirullah Mimin pengen nampol anak beruang yang pede-nya kebangetan 😑😌🙄)


Tak lama setelah itu, kini mereka bertiga sudah berkumpul di ruangan Agam. Mereka bertiga duduk di sana sambil menatap Marsha dengan tajam.


' Oh ya ampun, kenapa wajah mereka berdua terlihat tegang sekali. Pasti mereka sedang berpikir siapa diantara mereka yang akan aku pilih ' batin Marsha, ia merasa dirinya memang pantas menjadi rebutan kedua pria tampan itu.


"Marsha, aku ingin bertanya padamu. Benarkah saat itu Alyra yang sudah menyerang mu ?" Tanya Daniel.


"Apa....?!!" Tanya Marsha terkejut, karena pembicaraan Daniel jauh dari ekspektasi. Dan Agam , pria itu juga kini tengah menatapnya dengan tajam.


"Oh tidak...."


*


*


*


Anak beruang ngegemesin banget sihh, mimin pengen cubit ginjalnya 😌😌😌

__ADS_1


Like nya kencengin ding, kasih Mimin tabur-tabur hadiah biar semangat up nya🤗


Jangan lupa gabung di Gc mimin ya 🤗 juga follow. IG Mimin bunga_alika02


__ADS_2