
Dengan segera Alyra menarik Alana dengan cepat hingga mereka terguling ke pinggir jalan dan di saat yang bersamaan ada sebuah mobil yang mendekati mereka berdua.
"Aarrrrggghhh...." Alana dan Alyra sangat terkejut mobil mendekati tubuh mereka berdua.
Namun untung saja mobil itu mampu mengerem dengan sangat mendadak hingga mereka terselamatkan dan tidak mengalami insident kecelakaan yang mengerikan. Entah bagaimana jadinya jika mobil itu tidak mengerem dengan mendadak. Mungkin saja keduanya kini tidak terselamatkan, seketika jalanan menjadi sangat ramai oleh orang- orang yang juga merasa terkejut melihat kedua gadis yang hampir saja tertabrak mobil. Zayan dan Rafa langsung menghampiri mereka berdua dan membawanya ke pinggir jalan.
"Kalian tidak apa-apa?" Tanya Zayan panik, namun yang ditanya masih sangat shock dan hanya terdiam dengan tubuh bergetar. Zayan dan Rafa langsung membawa mereka berdua ke rumah sakit karena tubuh Alana dan juga Alyra terluka, bahkan luka Alana terlihat lumayan parah karena tiba-tiba darah mengucur dari kepalanya. Karena tadi sempat terbentur saat ditarik Alyra ke pinggir jalan dengan sangat panik hingga Alyra tidak bisa melihat situasi dan juga kondisi karena yang terpenting saat itu ia bisa menyelamatkan Alana.
"Alana, kepalamu " ucap Rafa, tangan Alana yang bergetar pun memegang kepalanya yang berdenyut nyeri. Terlihat cairan merah itu mengotori tangannya dan ia pun langsung pingsan.
"Alana....!!!" Teriak Rafa.
"Ayo kita ke rumah sakit " ajak Zayan yang langsung menggendong Alyra dan juga Rafa yang menggendong Alana. Keduanya panik dan membawa sahabat mereka pergi ke rumah sakit.
*
*
*
Agam dan Alan di beritahu oleh Zayan tentang kejadian yang menimpa Alana dan Alyra. Mereka berdua langsung menuju ke rumah sakit begitu pun dengan Rio dan juga Naura. Mereka berdua pun panik mendengar putri kesayangannya masuk rumah sakit karena hampir tertabrak mobil.
"Astaga, tanganku sampai bergetar seperti ini Naura. Aku sangat panik" ucap Rio yang baru turun dari mobilnya dan di antar oleh sopirnya karena ia tidak mampu menyetir untuk saat ini.
"Tenanglah, Zayan bilang Alyra tidak apa-apa. Namun ia masih shock sekarang " jawab Naura yang sebenarnya ia pun sangat cemas mendengar kabar buruk tentang putrinya.
__ADS_1
"Putri kecilku pasti sangat ketakutan tadi, seharusnya aku ada di sana untuk melindunginya. Ya Tuhan aku sangat merasa menyesal tidak bisa melindungi putri ku" ucap Rio.
Kini mereka berdua sudah sampai di rumah sakit, di sana sudah ada Zayan Rafasya dan juga Keysa yang sudah sampai duluan. Rio dan Naura pun langsung menghampiri mereka.
"Bagaimana keadaan anak-ku ?" Tanya Rio dengan panik pada semua orang yang ada di sana.
"Alyra sudah ada di ruang rawat, " jawab Zayan
"Lalu Alana ?" Tanya Naura.
"Alana masih di periksa, kepalanya terbentur tadi dan harus di jahit " jawab Rafa.
"Ya ampun..." ucap Naura sambil menutup mulutnya. Namun dengan segera ia melihat dulu kondisi putrinya. Ia belum tenang jika belum memastikan kondisi anaknya bagaimana.
"Aku akan melihat dulu Alyra " ucap Naura, Keysa pun hanya mengangguk lemah. Ia merasa semua yang terjadi pada putrinya karena kesalahannya di masa lalu.
***
"Ya Tuhan putriku " ucap Rio, mendekati Alyra dan membelai rambutnya. Merasa ada yang menyentuhnya Alyra pun membuka matanya, ia sedikit mengerjap karena menyesuaikan pandangannya dengan cahaya yang ada di ruangan itu.
Betapa senangnya saat pertama kali membuka matanya yang pertama ia lihat adalah papanya yang selalu menjaganya, dan juga selalu memberikan rasa aman pada dirinya.
"Papa," panggil Alyra.
"Sayangku, bagaimana keadaanmu ?" Tanya Rio sangat khawatir.
__ADS_1
"Bagaimana ini bisa terjadi sayang, kenapa kamu hampir tertabrak mobil ?" Tanya Naura.
"Entahlah mah, aku juga bingung karena tiba-tiba Alana jatuh ke tengah jalan. Aku panik dan langsung menarik Alana hingga kami terjatuh. Saat kami terjatuh tiba-tiba saja mobil itu berada dihadapan kami Mah. Aku sangat takut, tapi kami beruntung karena mobil itu berhenti di saat yang tepat. Tapi aku masih takut sampai sekarang " jawab Alyra, tiba-tiba tubuhnya bergetar lagi. Dan Rio langsung memeluk putrinya untuk memberikan rasa aman padanya.
"Tenanglah Sayang sekarang ada Papa yang akan melindungimun" ucap Rio.
"Aku juga akan melindunginya, " ucap Agam, ia baru datang dengan napas terengah-engah karena ia berlari sekencang mungkin untuk menemui istrinya.
"Kau terlambat bocah bongsor !" Ucap Rio.
"Aku sedang meeting di luar "Jawabnya.
"Menantu menyebalkan " ucap Rio.
'Dasar mertua durjana ' batin Agam.
Agam pun menghampiri Alyra yang sedang dipeluk sang Papa teh celup durjana.
"Kak Agam..." rengek Alyra. Agam pun melihat ke arah istrinya dan ingin sekali memeluk Alyra dan membawanya ke dalam dekapannya yang hangat.
"Bisa tolong minggir Pah, aku ingin memeluk istriku " ucap Agam.
"Astaga, dasar menantu durhaka" ucap Rio.
****
__ADS_1
Mimin up 3 Bab nihh, besok senin waktunya vote ya sayang-sayangku 😚😚😚😚